Reinkarnasi Putri Lotus Darah

Reinkarnasi Putri Lotus Darah
Pertarungan Merah


__ADS_3


sedangkan alisha mengumpat kesal sedari tadi karna menunggu kedatangan roland dan daren. dirinya selalu melihat kearah lorong masuk berharap kedua pria itu tiba namun sayang harapannya tak kunjung terkabul.


alisha kembali melihat kearah lorong masuk, terlihat pria berambut panjang berwarna hitam dan tak berapa lama disusul oleh pria berambut pendek berwarna keperakan.


"Elis / lisha",sapa mereka berdua.


"sebenarnya apa sih yang kalian lakukan diluar tadi. aku sudah lama menunggu kalian tau.",ucap alisha kesal.


"maaf elis tadi ada sedikit urusan",alasan roland dan daren hanya mengangguk saja.


"ya sudah ayok kita cari tempat duduk",lanjut roland.


"ya ayok",singkat alisha.


🔜


"tidak disangka ternyata ada banyak sekali orang disini.",ucap alisha. yang dibalas anggukan oleh daren dan roland.


mereka bertiga menjadi pusat perhatian dikala mereka hendak duduk sebelumnya. hal tersebut tidak terlalu mereka perdulikan karna tidak penting.


mereka bertiga duduk dibaris tengah dengan roland di kiri alisha sedangkan daren dikanannya dan yah alisha berada ditengah mereka berdua.


sedangkan bawahan mereka di tempatkan dikhusus pelayan dan pengawal. karna terdapat sihir pelindung membuat seseorang tidak bisa menyerang secara sembarangan.


terlihat banyak sekali darah-darah segar yang berceceran di lapangan yang semestinya tempat pertarungan. namun tidak ada bau darah yang menyengat ditempat tersebut karna di lapangan tersebut dilapisi oleh sihir.


"Baiklah kita akan lanjut kepada hewan spiritual yang berikutnya yaitu tutul taring emas dengan harga awal 1000 koin emas dan batas harga 3000 koin emas. mulai menetapkan harga.",ucap suara yang ntah berasal dari mana.


"widdihh nggak tanggung-tanggung ya kalau ngasih harga",kata alisha kaget.


"ya seperti itu lah elis, semakin mahal harga nya maka akan semakin luar biasa hewan spiritualnya.",jelas roland.


"pantas saja tuan ermo hartanya sangat berlimpah ruah",sahut daren.


"siapa tuan ermo?",tanya alisha penasaran.

__ADS_1


"dia pemilik tempat ini sekaligus raja dari kerajaan Anderson salah satu penjaga wilayah hutan utara. kau tau pria yang ada diluar tadi? dia adalah anak ke tiga dari tuan ermo",jelas roland.


"ohh jadi pria tadi itu anak pemilik dari tempat ini",ucap alisha dengan anggukan.


seketika perhatian alisha terpaku oleh sesuatu,


karna terlihat bentuk awan berwarna putih dan ditengahnya terdapat angka-angka yang terus menerus berganti. awan-awan tersebut berada di atas kepala beberapa orang.


"ron..... kenapa ada awan diatas kepala mereka?",tanya alisha.


"itu adalah papan angka sihir namun dia berbentuk awan. papan angka sihir tersebut akan bertambah angka-angkanya sesuai yang kita mau",jelas roland.


"benar-benar menakjubkan ron. aku tidak menyangka ternyata sihir semenakjubkan ini",ucap alisha semangat.


"oiya ron. hmm apa penyihir seperti kalian memakai topi lancip?",tanya alisha lagi.


"ah topi lancip hanya di pakai oleh para tetua yang tidak terikat oleh kekuasaan sulea manapun. sedangkan yang terikat oleh kekuasaan sulea tidak memakai itu tapi kami mempunyai seragam yang melambangkan sulea tempat kita terikat ",jelas roland lagi.


"begitukah? pasti ron mempunyai seragam itu juga?",tanya alisha.


"ya elis, ron punya! tapi seragam itu hanya dipakai untuk berperang atau acara-acara resmi di sulea",jelas roland.


"iya. hanya saja seragam resmi dipakai hanya untuk acara resmi di sulea sedangkan seragam untuk berperang berbeda",jawab daren dan alisha menjawab dengan anggukan.


"sepertinya pemberian harga tadi masih menyisakan banyak orang ya",ujar alisha.


"ya elis. mungkin setelah ini mereka akan kearea pertarungan merah untuk mendapatkan pemenangnya",jawab roland.


"aku yakin pasti seru",ujar alisha semangat.


"seperti yang kita lihat saat ini! ternyata belum mendapatkan satu calon pembeli untuk hewan spiritual tutul emas. maka selanjutnya kita harus menggunakan pertarungan merah untuk mendapatkan calon pembelinya",kata suara yang ntah datang dari mana.


"baiklah untuk para calon pembeli tutul emas harus memasuki pertarungan merah sekarang"jelas suara itu lagi.


awan angka yang ada diatas kepala mereka seketika lenyap dan satu persatu dari mereka turun ke lapangan yang penuh dengan noda darah seakan-seakan terlihat seperti cat dinding yang tidak rapi.


mata mereka satu persatu mengawasi dengan ketat setiap gerak-gerik . terlihat kewaspadaan mereka semua meningkat karna orang-orang yang ada di lapangan tersebut adalah musuh satu sama lain.

__ADS_1


"ron.... kenapa aku merasa mereka seperti menjadi sebuah patung?",tanya alisha.


"ah itu karna sihir pergerakan tubuh sedang aktif membuat mereka tidak bisa bergerak sedikit pun. mereka baru bisa bergerak saat suara itu berkata mulai dan disitulah mereka akan bertarung.",jelas roland lagi.


"ohh begitu",jawab alisha yang masuk fokus melihat kearah lapangan.


seketika senjata-senjata dari semua jenis melayang di hadapan mereka bahkan sangat banyak. namun tak berapa lama salah satu senjata sudah berada di tangan mereka dan senjata yang sebelumnya tidak terpilih tiba-tiba menghilang.


"ron..kenapa senjata-senjata itu muncul tiba-tiba? dan kau bilang tadi mereka tidak bisa bergerak tapi kenapa tiba-tiba ditangan mereka terdapat senjata? dan senjata itu hilang kembali ron",tanya alisha dengan semangat karna pertama kali dirinya melihat hal-hal semenakjubkan ini.


"itu karna sihir senjata yang berada dilapangan itu, jika pertarungan merah akan dimulai maka sihir senjata akan aktif dengan sendirinya dan jika seorang petarung sudah memilih senjata nya maka sihir senjata tersebut juga otomatis akan menghilang dengan sendirinya. lalu kenapa senjata itu bisa ada ditangan mereka sedangkan mereka tidak bisa bergerak? itu karna untuk memilih sihir senjata hanya dengan pikiran saja. atau pilih senjata yang kau mau lewat pikiran dan seorang petarung hanya di perbolehkan memilih 2 senjata saja.",jelas roland.


"sepertinya aku menyukai tempat trumble ini",sahut daren.


"kau benar ren aku juga sangat suka tempat ini", jawab alisha senang.


senjata-senjata tersebut mulai menghilang sepenuhnya karna semua pertarung sudah memilih senjata masing-masing.


"pemilihan senjata selesai. maka kita akan memulai pertaringan ini. MULAI",ujar suara tersebut dengan kata besuara keras di kata terakhir.


satu-persatu senjata mulai bertabrakan dengan senjata lainnya. ya pertarungan merah sudah dimulai, terlihat sayatan-sayatan kecil ataupun besar terukir ditubuh mereka.


namun kata menyerah belum terucap dari mulut mereka. menyerang dan bertahan terus-terus mereka lakukan tapi tetap saja salah satu dari mereka sudah mencapai batasnya.


lama-kelamaan kata memyerah mulai terdengar di pertarungan merah tersebut yang lama kelamaan menyisakan 2 pertarung saja. lumayan banyak luka dan goresan yang ada ditubuh mereka berdua namun hal tersebut malah menambah semangat mereka.


alisha sangat semangat melihat pertarungan dari keduanya tersebut, bahkan roland dan daren hanya menggeleng-gelengkan pelan kepala mereka.


"hoho akhirnya sudah dapat calon pembelinya. tapi ron",ucap alisha dengan menoleh kearah roland.


"apa dirinya tidak lelah karna sudah bertarung sebelumnya dan setelah ini dia akan bertarung dengan hewan yang ingin dia beli. apa dia tidak akan mati nantinya?" tanya alisha.


"tenang saja!. dia akan disembuhkan oleh penyihir yang dia bawa. yang sebelumnya duduk di sampingnya. jika ingin memasuki pertarungan merah maka kita harus membawa penyihir untuk membantu kita menyembuhkan luka dan mengisi stamina kita kembali.",jelas roland.


"wahh ini semakin keren saja",puji alisha.


"benar yang kau katakan ron. tubuhnya seketika mulai membaik dan luka-lukanya hilang. serta penuh dengan semangat."lanjut alisha.

__ADS_1


"kita sudah mendapatkan calon pembeli tunggal dari tutul emas namun jangan senang dulu karna masih ada langkah terakhir yaitu hewan tersebut mengakuinya sebagai masternya ",jelas suara tersebut.


__ADS_2