
Alisha yang tengah santai dikediamannya dan menikmati makanannya karna memang dia sangat lapar.ya jika orang lain membutuhkan usaha yang panjang untuk menyikirkan alisha dari kerajaan ini namun tidak untuk alisha yang hanya sedikit sandiwara saja dia sudah akan menyingkirkan dua bidak hama untuk dirinya.tak lama kemudian selir pertama mendatangi kediaman alisha dengan tatapan mengitimidasi namun alisha hanya fokus dengan makanannya.
"ah seperti nya sopan santun mu mulai berkurang karna aku jarang mengunjungimu alisha",ujar selir pertama dengan nada menusuk namun alisha tidak menggubrisnya.selir pertama menahan emosinya yang seakan ingin meledak dan mulai menyuruh semua pelayan keluar dari ruangan ini yang hanya menyisakan selir pertama dan alisha yang sudah selesai makan makanannya.
"kau mulai berani melewati batasmu alisha",ujar selir pertama.
"ohh memangnya ibu selir pertama membuat batas dimana kenapa saya tidak tau!apalagi saya tidak pernah memasuki batas wilayah selir kerajaan. ah seharusnya ibu selir pertama membuat papan pembatas agar saya tau dan tidak melewatinya".jawab alisha dengan nada dan ekspresi merasa bersalah yang dibuat-buat.
"alisha beraninya kau berkata seperti itu kepadaku sepertinya nyalimu mulai membesar,kau tau aku bisa melakukan apa saja kepadamu termasuk menyiksa dan menghancurkan mentalmu berkeping-keping",ujar selir pertama dengan aura membunuh dan amarah yang sudah diubun-ubun.namun dia biasa-biasa saja karna aura membunuhnya lebih kental karna sudah sering membunuh.selir pertama bingung bagaimana bisa alisha masih terlihat santai dan seperti tidak merasakan apa-apa padahal saat dia mengeluarkan aura membunuhnya maka alisha akan ketakutan dan bisa jadi pingsan."bagaimana bisa kau tidak terpengaruh dengan aura membunuhku?",kata selir pertama dengan nada bingung.
"heh itu yang ibu selir pertama bilang aura membunuh?akan aku tunjukan bagaimana aura membunuh sebenarnya",ujar alisha dengan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kental membuat selir pertama merinding dan lemas.didalam pikiran selir pertama bagaimana bisa anak ini mengeluarkan aura membunuh yang sangat kental serta ini bukan seperti alisha yang selama ini dia tekan dan tundukan dengan mudah.alisha yang sekarang menunjukan bahwa dia adalah wanita yang sangat berbahaya.
__ADS_1
"apakah ibu selir pertama datang kemari hanya untuk menunjukan aura membunuh? atauu..............ingin menggertaku untuk tutup mulut tentang perbuatanmu hmm?",tanya alisha dengan wajah polosnya.
" ternyata kau masih ingat kewajibanmu",jawab selir pertama
"hahaha sayangnya itu tidak akan terjadi ibu selir pertama,ah karna selama ini kalian sudah cukup untuk mempermainku maka mulai saat ini kita akan bertukar posisi karna aku yang akan mempermainkan nasib kalian",ujar alisha dengan senyum devil.selir pertama merasa ngeri melihat senyum yang mematikan dari alisha.
"alisha kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi,kita lihat nasib siapa yang akan dipermainkan.kau tau seberapa kejam nya harimau jika diusik! maka berhati-hatilah jika tidak ingin hancur tak tersisa".jawab selir pertama dengan senyuman meremehkan.
"tapi ibu selir pertama tenang saja aku tidak akan menyebutkan betapa BUSUKNYA ibu selir pertama di pengadilan kerajaan nanti! karna itu tidak terlalu menarik,,karna aku ingin sedikit lebih lama bermain dengan ibu selir pertama.ahh tapi setelah ku pikir-pikir mungkin pengadilan besok tidak akan berjalan lancar benarkan ibu selir pertama?",ujar alisha.
"hahhaha ternyata pemikiranmu cukup cerdas,tentu saja",jawab selir pertama.
__ADS_1
"haihh ibu selir pertama masih bisa mengunjungi saya padahal ibu selir pertama pasti sangat sibuk malam ini dan sebaiknya ibu selir pertama bergerak cepat jangan sampai terlambat bisa-bisa ibu selir pertama tidak bisa BERNAFAS lagi",lanjut alisha dengan sengaja menekan kata bernafas.
"hmm bilang saja kau ingin mengusirku dari sini",ujar selir pertama dengan tatapan tajam.
namun alisha hanya menatapnya datar dan berkata :" ahh walaupun ibu selir pertama sudah sangat tua!tapi peka juga ya".
"ALISHAAA sepertinya kau memang ingin aku bunuh",ujar selir pertama.
"hahahha bunuh saja tapiiii kau tau bukan kau akan merasakan badai kematian",jawab alisha dengan santainya.
selir pertama mengepal kedua tangannya untuk menahan amarah yang sudah memuncak,sebaiknya dia pergi dari tempat ini jika tidak dia tidak bisa mengontrol amarahnya lagi dan bisa berakibat fatal untuk dirinya.selir pertama langsung berbalik dan keluar dari kediaman alisha,tak berapa lama alisha menguap karna dia kekenyangan dan sedikit mendapat hiburan yang membuatnya kembali mengantuk. alisha pun langsung menuju tempat yang sangat dia sukai yaitu tempat tidur.
__ADS_1