
🔜
alisha melangkah dengan sangat lebar dan berulang kali mengumpat dalam hati.
pangeran sialan pangeran kurang ajar lebih baik kau mati saja. eerrrr akan ku sobek sobek wajah angkuhmu itu. akan aku hajar habis-habisan mulut licik mu itu......huhhh sialan sialan lebih baik aku membunuhmu.
"wah wah mengapa wajahmu mengerikan seperti itu",ujar pangeran daren yang melihat wajah menyeramkan dan aura pekat dikeluarkan alisha.
"BUKAN URUSANMUUU",teriak alisha yang langsung membuang wajah kesamping.
sedangkan pangeran daren hampir terjungkal karena teriakan alisha yang secara tiba-tiba. bahkan para pengawal dan pelayan kaget atas teriakan tuan putri mereka,,, namun mereka semua hanya memilih diam karna tidak semua hal bisa mereka ikut campuri secara sembarangan.
untung saja rombongan mereka saat ini berada di sekitar jalan setapak yang lumayan sepi,,,,jika tidak mungkin saat ini mereka tengah menjadi tatapan orang banyak karna teriakan alisha.
"haihh kau ini bisa tidak usah teriak begitu! aku ini belum tuli tau",ujar pangeran daren.
"tidak peduli",singkat alisha.
"aku kira kau wanita yang lemah lembut tapi ternyata wanita yang sangat bar bar. tapi aku senang karna aku telah menemukan WANITA MISTERIUS DIRUMAH LELANG LUXURY ." ucap pangeran daren dengan membisikan kata terakhir pada alisha dan mengecup pipi tembam alisha.
"KURANG AJAR BERANINYA KAU MENCIUMKUU",teriak alisha yang langsung menyerang pangeran daren secara membabi buta tanpa arah karna telah terbakar api amarah.sedangkan pangeran daren hanya mengindar dari serangan alisha.
bagaimana alisha tidak marah secara membabi buta , karna baru kali ini dirinya dicium oleh seorang pria.
HAPPP pangeran daren dengan cepat mengunci kedua tangan alisha dan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya kepada alisha.
tinggal sedikit lagi bibir mereka berdua bertemu, namun alisha langsung menginjak kaki pangeran daren dengan sekuat tenaga.
pangeran daren langsung melepaskan kedua tangan alisha dan meringis kesakitan sambil mengangkat kaki yang dipijak oleh alisha.
"awww aww aww sakit.....ALISHAA"teriak pangeran daren.
sedangkan para pengawal dan pelayan menahan tawa karna hal tersebut serta mereka berpura-pura tidak melihat kejadian memalukan itu.
"hemmppp rasain. beraninya kau ingin menciumku dua kali maka kau harus terima akibatnya. Dasar pria mesumm.",ujar alisha geram.
"hahhah tidak sia-sia juga aku mengunjungi kerajaan frost dan menemukan wanita misterius yang bar-bar sepertimu",lanjut pangeran daren.
"apa maksudmu? aku tidak mengerti",tanya alisha acuh tak acuh.
" perlukah aku ingatkan? baiklah-baiklah akan aku ingatkan. kau wanita yang memakai pakaian serba hitam dan cadar serta kau juga yang telah membeli barang lelang busur langit seharga 2500 koin emas kan?",jelas singkat pangeran daren.
"hehh tidak. aku saja tidak pernah keluar dari kerajaan",jawab alisha datar.
"ohh benarkah?",ucap pangeran daren dengan mengangkat salah satu alisnya.
__ADS_1
"ya lagi pula mana buktinya jika wanita itu aku?",ujar alisha dengan menatap mata pangeran daren.
"cantik dan indah",gumam pangeran daren sambil memandang intens alisha.
"aku bisa mendengarnya dan bukan itu jawaban yang aku minta.",ucap alisha dengan tatapan tajam.
"maaf maaf. pelayan......",ujar pangeran daren.
" iya pangeran saya disini. ada yang pangeran perlukan ?",tanya pelayan 1.
"ya. carikan aku cadar berwarna hitam",perintah pangeran daren.
sedangkan alisha hanya acuh saja dan tak berapa lama pelayan itu kembali dengan menggenggam cadar berwarna hitam.
"perintah pangeran telah saya dapatkan. ini pangeran",ujar pelayan satu dengan menundukan kepalanya sambil menyodorkan cadar tersebut.
pangeran daren mengambilnya dan langsung menyodorkan cadar tersebut kepada alisha.
hal itu seketika membuat alisha menghentikan langkahnya.
"apa ini?",tanya alisha.
"cadar hitam",jawab pangeran daren.
"aku tau ini cadar hitam pangeran. apa kau pikir aku tidak bisa melihat dan buta warna ha? maksudku itu untuk apa kau memberikan cadar hitam kepadaku?",ujar alisha dengan geram.
"bodok",singkat alisha.
"tunggu......kau menyebut aku sayang?. beraninya kau.......aku ini seorang putri kerajaan ini dan kau juga bukan siapa-siapa untukku jadi jangan sembarangan memanggil diriku",ujar alisha geram.
dalam hati pangeran daren wanita ini mempunyai bibir yang kecil tapi selalu saja berteriak dan berkata pedas. padahal dia adalah seorang putri,,,bagaimana jika saat berteriak bibirnya terkuyak? benar-benar menyedihkan.
sambil terus menatap alisha dan tanpa sadar pangeran daren menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan alisha yang melihat hal tersebut merasa curiga.
sebenarnya apa yang dipikirkan kepala kecil pangeran daren ini .pikir alisha.
"kenapa kau menatapku begitu?",tanya pangeran daren yang merasa sedikit ngeri dengan tatapan selidik dari alisha.
"apa kau berfikiran kotor tentangku tadi? kenapa kau menatapku sambil menggeleng-gelengkan kepala?",ucap alisha dengan tatapan tajam.
"a-ku tidak berfikiran kotor kepadamu. kau ini mengapa selalu berfikiran buruk tentangku? aku ini seorang pangeran jadi jangan memandang rendah diriku dan aku juga berhak memanggil apapun padamu karna kau adalah istimewa untukku. apa kau mengerti?",jelas pangeran daren dengan mengangkat dagu alisha menggunakan jari telunjuknya.
seketika alisha langsung menepisnya.
"aku tidak mengerti dan tidak mau untuk mengerti. apa kau puas!. satu lagi.......aku tidak mau memakai cadar hitam itu",ujar alisha.
__ADS_1
"baik. berarti terbukti sekarang bahwa kau memang wanita misterius yang ada di rumah lelang luxury",sahut pangeran daren.
"sudah aku katakan sebelumnya bahwa itu bukan aku.",bantah alisha.
"kalau memang itu bukan dirimu ya berarti apa salah nya memakai cadar hitam ini", ujar pangeran daren.
"panas",singkat alisha.
"bagaimana bisa ini membuat panas sedangkan cadar hitam ini tipis. sudah lah! sekeras apapun kau menyanggah, tidak akan mempan karna aku telah mengetahuinya. hal ini pasti akan menarik jika raja kine juga mengetahuinya.",jelas pangeran daren.
"KAUU.........baiklah itu memang diriku tapi kau juga berbohong kalau dirimu tidak pernah ke wilayah kerajaan frost. padahal nyatanya kau hampir sering mengunjungi wilayah frost termasuk rumah lelang luxury dan saat mengunjungi rumah lelang luxuri, kau berpapasan dengan diriku dan ternyata kau mengetahui identitasku yaitu seorang putri dari kerajaan frost. karna hal itu kau memanfaatkan situasi dan mengancamku. kau mengancam akan memberitahu hal tersebut kepada raja kine karna kau tau bahwa raja kine tidak akan membiarkan putrinya keluar kerajaan jika tidak keluar bersamanya. kemudian aku memohon kepadamu agar tidak memberitahu kepada ayahku tapi dengan satu syarat yaitu dengan melakukan hal yang tidak senono bersamamu.",jelas alisha dengan seringai tajam
"kau mengancam ku?",ucap pangeran daren geram.
"ya. jadi jangan macam-macam denganku.",ancam alisha.
seketika pangeran daren tertawa karna baru kali ini ada orang yang mengancam nya dan itu adalah seorang wanita cantik sangat menyenangkan menurutnya.
"benarkah? kau tidak akan berani sayang.",ujar pangeran daren.
"jangan mengujiku pangeran. aku bisa menghancurkanmu hanya dengan mulutku ini",ancam alisha lagi.
"baiklah-baiklah.. ternyata kau ini menggemaskan ya ",ucap pangeran daren dengan senyum.
alisha hanya menanggapi hal tersebut dengan memutar bola mata malas.
"berikan cadarnya kepadaku. aku akan memakainya.",ucap alisha dengan menyodorkan tangannya.
"uhh tadi sepertinya ada seseoarng yang menolak mentah-mentah untuk memakai cadar ini",sindir pangeran daren.
"tiba-tiba aku berubah pikiran. lagi pula aku tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian",jawab alisha.
"baiklah. ini.",ucap pangeran daren sambil menyodorkan cadar hitam kepada alisha.
seketika alisha langsung memakainya dan itu benar-benar cocok karna perpaduan pakaiannya yang sedikit bercorak hitam.
🔜
terlihat 5 orang pria dengan pakaian sederhana dan salah satu dari mereka memakai pakaian yang sedikit lebih mewah, berada pada baris tengah dengan aura paling mendominasi diantara mereka.
"maaf tuan muda",ujar pria ke3.
"ada apa?",jawab pria tersebut.
"sepertinya itu mirip dengan teman baru tuan muda",ucap pria ke 3 tersebut sambil menunjuk arah samping mereka.
__ADS_1
sedangkan pria tersebut menoleh kearah tangan pria ke 3 itu dan seketika kedua matanya menjadi menyipit.