
Pagi hari pun tiba dimana semua para penghuni kerajaan tengah sibuk menyiapkan segala keperluan untuk tamu yang akan datang kekerajaan ini.
Berbeda dengan satu orang yang saat ini masih setia dengan kasur kesayangannya.
Rita mulai membangunkan junjungannya yang selalu malas bergerak saat tengah asik tidur.
"tuan putri bangun...ini sudah pagi dan kita harus cepat bersiap karna sebentar lagi tamu yang mulia raja akan segera sampai.....tuan putri bangunlah",ujar rita.
Alisha pun menggeliat dan mulai duduk dengan mata yang masih terpejam.
"hmm aku bangun....aku bangun....jika saja ini tidak karna ayah.huhh aku tidak mungkin mau bangun sepagi ini. Lagi pula apa apaan mereka itu datang bertamu saat dipagi hari ,,benar-benar menggelikan",gumam alisha dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"hmm memang begitu tuan putri jika tidak ada halangan selama di perjalanan,,biasanya para tamu yang datang kemari pasti sampai saat dipagi hari. Jadi tidak heran mengapa tamu yang mulia sekarang akan sampai sebentar lagi. Ayo tuan putri kita mulai bersiap jika tidak nanti tuan putri bisa terlambat",ujar rita.
"iya iya",jawab alisha yang mulia turun dari tempat tidurnya dan mulai melakukan sedikit perenggangan untuk ototnya yang masih kaku.
"semua sudah saya persiapkan tuan putri.",ujar rita.
"hmm iya. Terima kasih alisha",jawab alisha yang mulai melangkahkan kakinya kekolam pemandian.
🔜
Terlihat bendera merah berlambangkan kuda jantan dan banyaknya para prajurit yang berbaris rapi mengawal para rombongan tersebut.
Diantara itu terlihat beberapa kereta kuda yang mulai berjalan pelan dan salah satu kereta kuda yang berada ditengah terlihat paling mewah dan besar.
Yang sudah dipastikan bahwa mereka adalah tamu raja kine yaitu raja airel dan putra kedua nya pangeran daren dari kerajaan Allizzle.
Pintu kereta kuda mulai dibuka dan memperlihatkan satu pria tampan setengah paruh baya dengan penuh wibawa yang turun dari sisi kanan kereta dan satunya lagi pria tampan muda nan gagah serta berperawakan dingin yang turun dari sisi kiri kereta.
Para pengawal mulai menundukkan kepala mereka baik pengawal dari kerajaan frost ataupun dari kerajaan Allizzle.
‎
Kedua pria yang memiliki paras hampir mirip tersebut melangkah dengan tegap dan penuh kharisma yang mulai memasuki kerajaan frost untuk menuju istana utamanya.
Sedangkan raja dari kerajaan tersebut dengan wajah dingin dan datar tengah duduk disinggasana kebesaraannya sambil memastikan apakah semua anggota kerajaan nya sudah berkumpul.
Semua anggota keluarga kerajaan frost hampir sudah berkumpul diistana utama ini kecuali satu orang yang belum menampakan wujudnya siapa lagi kalau bukan alisha.
Raja kine mulai gusar karna putri kesayangannya tersebut belum muncul sedangkan tamunya sebentar lagi akan tiba.
🔜
"lenia, rita cepatlah. Kalian ini lama sekali jalannya. Haduuhh aku yakin kita telat, semoga saja tamu itu belum datang.",ujar alisha yang mulai berlari kecil.
"iya tuan putri semoga saja kita tidak terlambat",jawab lenia yang ikut berlari kecil seperti alisha begitu juga rita yang hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Raja kine selalu menatap pintu masuk istana utama, karna berharap putri kesayangannya datang dan menepati janjinya kemari malam.
Seketika hati nya lega karna putrinya dan kedua pelayan setianya tersebut memasuki istana utama dengan anggun.
Alisha melihat kearah raja kine dan memberi senyum merasa bersalah karna terlambat datang sedangkan raja kine yang melihat hal tersebut memberi isyarat yaitu menandakan tidak apa-apa.
"salam ayah dari putri kesayanganmu",salam alisha dengan senyum lembut.
Sedangkan beberapa orang yang tidak suka dengan ucapan yang dilontarkan alisha pun menatap benci kearahnya dan memaki didalam hati mereka namun berbeda dengan bibir mereka yang tersenyum.
Benar-benar penuh dengan sandiwara.
"iya putri kesayanganku,duduklah",jawab raja kine dengan senyum penuh kasih sayang.
Alisha mulai berjalan menuju tempat duduknya yang berada disisi kanan sambil memandang sinis kepada 2 orang yang berada disisi sebelah tempat duduknya.
Sedangkan kedua orang yang dipandang sinis oleh alisha pun memandang kearah lain, ya siapa lagi kalau bukan tyrande dan brevi.
Sesaat alisha mendudukkan bokongnya dan kedua pelayannya berdiri tidak terlalu jauh dibelakangnya ,, begitu juga dengan para pelayan anggota kerajaan yang lainnya.
Kemudian kedua tamu yang ditunggu pun memasuki ruang utama beserta pelayan pribadi mereka.
"apa kabar teman lamaku",sapa raja airel.
"baik. Bagaimana denganmu?",tanya kine datar.
"hih",jengah raja kine.
"salam yang mulia raja kine",sapa pangeran daren dengan suara yang lembut namun dingin.
" saya baik pangeran daren",jawab raja kine dengan nada datarnya.
"silahkan duduk",lanjut raja kine.
"terima kasih teman",ujar raja airel sambil mendaratkan bokongnya ketempat duduk sebelah kiri yang telah disediakan.
"terima kasih yang mulia raja",ujar pangeran daren yang ikut duduk disebelah raja airel .
Pelayan pribadi raja airel dan pangeran daren berdiri tidak jauh dibelakang mereka.
Kedua mata pangeran daren menelisik kearah 3 wanita muda yang duduk agak jauh dihadapannya.
2 wanita muda tersebut memandang daren dengan tatapan menggoda dan manja,sedangkan daren yang melihat hal tersebut merasa jijik dan mengalihkan padangannya pada alisha yang sedang asik dengan cemilan dihadapannya.
Sesaat wanita tersebut mendongak dan tak sengaja menatapnya, namun wanita tersebut hanya menatapnya datar yang kemudian kembali asik dengan cemilannya.
Daren merasa tertarik dengan kedua mata wanita tersebut karna sepertinya dia pernah melihatnya.
__ADS_1
"baiklah kita akan membahas kerja sama kita kine",ujar raja airel.
"ya aku setuju untuk bekerja sama denganmu dibidang militer dan pangan. Tapi aku mau setiap seminggu sekali kita melakukan pertukaran perajurit dan bahan panganan agar prajurit dari kerajaan kita bisa ditempa menjadi kuat lagi. Kalau untuk bahan panganan, agar rakyat kita merasakan bahan panganan yang tidak bisa mereka jumpai selain dikerajaan itu sendiri.",jelas raja kine.
"hmm aku setuju akan hal itu. Prajurit kita bisa menjadi lebih kuat dan sulit untuk dikalahkan ",antusias raja airel.
Sebagian orang mendengar dengan seksama pembicaraan penting tersebut dan sebagiannya lagi tidak mendengarkannya bahkan tidak berminat untuk mendengarnya.
Contohnya ketiga wanita muda yang duduk di sebelah kanan dan satu pria tampan nan dingin ya mereka adalah tyrande,brevi alisha, dan pangeran daren.
Tyrande dan brevi tak henti-hentinya menatap pangeran daren sedangkan pangeran daren sedang mengingat-ingat dimana dirinya pernah melihat kedua mata yang sama persis dengan milik alisha.
Sedangkan alisha tengah mengusir rasa bosannya dengan memakan cemilannya.
Seketika pangeran daren ingat bahwa kedua mata tersebut sama dengan wanita yang pernah ditemui nya di rumah lelang.
Kemudian pangeran daren mengangkat salah satu tangannya dan memiringkannya lalu mengarahkannya kewajah alisha yang hanya menyisakan kedua matanya saja.
"benar dia sama persis dengan wanita misterius dirumah lelang itu. Ternyata dirinya seorang tuan putri",gumam pangeran daren sambil menurunkannya kembali.
Tyrande dan brevi yang melihat pangeran daren mengarahkan tangannya kepada alisha pun merasa sangat kesal.
Pangeran daren memberi isyarat pada pelayannya yaitu ciko agar mendekat kepada dirinya.
seketika ciko yang melihat junjungannya memanggilnya pun dengan sigap mendekat.
"ada yang bisa saya bantu pangeran yang ada kedua?",tanya pelayan tersebut.
"beritahu aku siapa ketiga wanita dihadapanku ini",ujar pangeran daren.
"saya mendengar bahwa wanita yang duduk disebelah kanan paling ujung adalah putri brevi anak keempat dari yang mulia raja kine, lalu yang ditengah bernama putri tyrande anak kedua dari yang mulia raja kine dan yang terakhir adalah putri alisha anak tertua yang mulia raja kine dan putri sah kerajaan frost pangeran",jelas ciko yang berbicara berbisik ketelinga pangeran daren.
"Tapi mengapa cuma 3 kemana satu lagi",ujar pangeran daren.
"saya mendengar desas desus saat melewati pasar tadi bahwa putri ketiga dan selir kedua yang mulia raja kine telah bunuh diri karna takut dihukum yang mulia raja kine atas perbuatan mereka yang menyiksa putri alisha tanpa sepengetahuan yang mulia raja kine",jelas ciko lagi.
"baiklah. Kembali ketempatmu ",ujar pangeran daren.
"baik pangeran kedua",jawab ciko yang mulai mundur kebelakang.
Dalam hati pangeran daren memang lebih baik mereka bunuh diri dibandingkan menerima kesadisan dari seorang tirani seperti raja kine. Hmm ternyata namamu adalah alisha dan putri tertua kerajaan ini. Sambil menatap alisha yang sudah ntah berapa kali menguap. Pangeran daren yang melihat tersebut tersenyum karna bisa terlihat jelas kebosanan yang melanda alisha.
Sedangkan alisha tidak peduli yang sedari ditatap oleh pria dihadapannya ini karna menurutnya tidak penting. Apalagi saat ini dirinya tengah kekenyangan karna sudah terlalu banyak ngemil dan sekarang penyakit ngantuknya kambuh.
Hai para pembaca setia author. semoga selalu sehat...oiya author mau ngabarin para pembaca nih buat masuk grup chat di novel ini. ayo....ayo gabung ya pembaca setiaku😊.
jangan lupa vote terus ya novel author hehehe🤗
__ADS_1