
(***ckckck anak ini benar-benar mempunyai sifat angkuh seperti kine) ucap seria melalui pikiran alisha.
(namanya juga ayahku. seperi kata pepatah buah tidak jatuh jauh dari pohonnya) jawab alisha melalui pikirannya.
(huhh iya-iya) sahut seria lagi***.
"benar alisha . orang-orang yang iri pasti selalu melakukan hal rendah untuk menjatuhkan kita",sahut pangeran daren.
(wah ternyata si mulut besar ini juga bisa berkata bijak) dalam pikiran alisha dan roland.
🔙
🔜
"oiya sekarang kita akan kemana?",tanya roland.
"aku juga tidak tau",jawab daren.
"apa kita kembali? tapi tidak akan seru kalau seperti itu",pikir roland.
"kembali lebih baik",ucap alisha.
"kenapa? itukan terlalu cepat elis.
bagaimana jika kita pergi ke Trumble?",ajak roland.
"hmm boleh juga untuk dicoba. benarkan lisa?",setuju daren dengan menoleh ke arah alisha.
kedua pria tersebut menatap alisha, yang seakan-akan menyiratkan untuk berkata ayo kita ketempat itu.
"apa? kenapa kalian menatapku dengan wajah kasian seperti itu? lagi pula untuk apa aku ikut sedangkan aku nggak tau tuh apa itu trumble",jawab alisha malas.
"elis yakin tidak tau apa itu trumble?",tanya roland tak percaya.
"iya? bahkan baru dengar kata itu", ucap alisha polos.
"haihh bagaimana bisa kau tak tau lisa. padahal inikan diwilayah kerajaan mu sendiri lisa",lanjut daren.
"hei. memangnya kau tau apa itu trumble?",ujar alisha dengan salah satu alis terangkat.
"dan berhenti memanggilku lisa", lanjut alisha lagi.
"tidak...",jawab daren polos.
"kenapa? si tanah muka datar saja boleh memanggil lisa dengan panggilan kecil? jadi tentu saja aku juga harus boleh dan kau juga harus memanggil aku Ren",lanjut daren lagi.
"ihh ku kira kau tau makanya mencibirku. tapi apaan malah tidak tau juga",jawab alisha ketus.
"kau berani memerintahku?",tanya alisha dengan tatapan tajam.
sedangkan daren hanya menatap datar alisha, padahal dalam hatinya sudah takut setengah mati karna tatapan tajam tersebut. namun harga dirinya terlalu malu untuk menunjukannnya.
"maaf lisha. aku baru dua kali kekerajaan ini jadi tidak terlalu tau banyak tempat. sekali lagi aku minta maaf lisha. aku hanya ingin kita lebih menjadi dekat",ucap daren dengan mata alah puppy eyes.
"tidak boleh",jawab roland.
" cihh baiklah-baiklah ren",jawab alisha singkat dan malas.
"elis.....",ujar roland lesu.
"tidak papa ron. jika aku tidak memanggilnya begitu bisa-bisa dia akan meributkan hal itu secara terus menerus. kau tau kan dia bagaimana?",jelas alisha dengan berbisik kepada roland.
__ADS_1
alisha sudah merasa sangat pusing menghadapi tingkah laku kedua pemuda ini.
jadi lebih baik menuruti saja setidak nya hal tersebut tidak menjadi beban untuknya.
"baiklah elis",jawab roland pasrah.
sedangkan roland menatap daren dengan tajam dan dingin. yang hanya diabaikan oleh daren.
"lisa memang yang terbaik",ujar daren dengan senyum yang sangat menawan.
alisha seakan melayang dibuat senyuman yang dilontarkan daren.
(daren sangat tampan dengan senyum lima jari itu. ohh astaga bisa-bisa penyakit narsisku bisa kambuh jika daren tersenyum seperti itu setiap saat. aaahhhh mataku susah melihat, betapa silaunya senyuman daren) dalam hati alisha.
"aku juga jarang keluar kerajaan. kalian berdua taukan bagaimana ayahku?",ujar alisha.
(Tiran) dalam hati daren dan roland serempak.
"aku akan jelaskan elis. trumble itu adalah tempat pertandingan perebutan hewan spiritual. mereka akan memberi harga pada hewan tersebut dan jika semakin banyak orang yang ingin membelinya maka mereka semua harus bertarung dulu. jika salah satu dari mereka menang, maka setelah itu dirinya harus melawan hewan spiritual tersebut untuk mengakuinya sebagai tuan mereka.",jelas roland lebar.
"cukup menarik.",jawab alisha.
"ayo pergi",sahut daren.
"haih. sepanjang jalan nanti pasti aku akan menjadi pusat perhatian",ucap alisha kesal.
"tidak akan elis. aku akan membuat sihir pembatas sampai ke tempat trumble. jadi tidak akan ada yang melihat kita",jawab roland dengan senyum lembut.
"terima kasih ron",ucap alisha.
"sama-sama elis",jawab roland dengan tatapan lembut.
"memangnya dunia ini serasa milik kalian berdua apa?",tanya daren kesal.
"serah deh. ayo jalan",jawab alisha singkat yang mulai berjalan.
"dasar pengganggu kesenangan orang lain saja",ucap roland dingin dengan tatapan tajam dan mulai berjalan di sisi kiri alisha.
"apaan sih. hei tunggu aku",ujar daren dengan langkah cepat dan berjalan disisi kanan alisha.
sedangkan bawahan mereka menahan tawa atas tingkah laku majikan mereka ini dan mulai menyusul.
" tapi tunggu! sepertinya kau tau banyak tentang area kerajaan ku roland?",selidik alisha.
"ohh tentu saja. karna ayah dan kakak kedua ku sering kekerajaanmu elis untuk melapor keadaan hutan wilayah Utara. hanya saja aku tidak ikut untuk menghadap raja kine karna sudah di wakilkan oleh kakak keduaku jadi aku hanya pergi jalan-jalan saja sampai ayah dan kakak keduaku mengirim pesan untuk pulang.",jelas roland kembali.
" lalu mengapa tadi kau mengatakan akan datang kekerajaan? bukannya sudah ada kakak keduamu? jadi tidak mungkin untukmu ikut kekerajaan",ujar daren yang mulai senang .
" tidak. aku akan ikut kesana karna kakak keduaku ada urusan di union jadi aku menggantikannya untuk menghadap raja kine.",jelas roland lagi.
"cih. sialan",gumam daren.
"apa yang kau gumamkan?",ujar roland dengan tatapan tajam.
"eehh sebentar. menggantikan kakak kedua? ini maksudnya gimna sih aku nggak ngerti.jika ayah datang tanpa anaknya kan tidak apa-apa sih",ucap alisha yang penuh kebingungan.
"itu tidak boleh elis / lisha",jawab roland dan daren serempak.
" kenapa? kenapa tidak boleh?",tanya alisha penasaran.
(apa elis/lisha lupa tentang etika?) dalam hati roland dan daren.
__ADS_1
"itu adalah etika untuk datang ketempat seseorang elis. sebagai Golongan perak, Golongan emas dan Berlian harus mengikuti tata kerama tersebut. untuk menunjukan rasa hormat dalam bertamu."jelas roland lagi.
"Golongan perak yaitu menteri, penasehat ataupun sejenisnya. Golongan emas yaitu, kerajaan, bangsawan, dan union. lalu untuk Golongan berlian yaitu Sulea. seperti itulah", sahut daren.
"ribet amat sih",ujar alisha.
"memang seperti itu elis. sepertinya elis lupa tentang etika itu?",tanya roland.
sedangkan alisha menjadi bungkam. dirinya tak tau harus mengatakan apa. sepertinya tidak semua ingatan alisha masuk ke otaknya. hanya ingatan secara garis besar yang masuk ke otaknya sebagai daya ingat.
roland yang melihat alisha diam saja dan sedikit kebingungan membuatnya melanjutkan perkataannya.
"memang sih pasti elis sedikit lupa. karna terlalu banyak aturan yang harus kita ingat dan kita lakukan, padahal usia kita saat itu baru 5 tahun.",lanjut roland senyum canggung.
"ahh itu. aku pernah sakit jadi membuat sebagian daya ingatku menghilang",jawab alisha dengan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
( Huh ternyata tidak semua ingatan alisha masuk keotakku. tapi apa-apaan sih semakin banyak mengetahui tentang dunia ini, malah semakin pusing dan ribet.) dalam hati alisha kesal.
"kau pernah sakit lisha? ",tanya daren khawatir.
"apakah kau masih sakit elis?",tanya roland dengan raut khawatir.
"iya ren aku pernah sakit karna keracunan dan ron jika memang aku masih sakit, apakah ayahku akan mengizinkan aku pergi keluar kerajaan saat ini?",ujar alisha.
"tidak. hufftt berarti elis sudah sembuh",lega roland.
"tapi berani sekali orang yang meracunimu lisha",ucap daren geram.
"ya seperti itu lah urat takutnya sudah putus mungkin",jawab alisha kesal.
"aku yakin pasti orang itu sangat menderita dibuat raja kine",ucap daren bergidik ngeri begitu juga roland
"benar.",singkat alisha.
(tapi itu hanya kambing hitamnya. sedangkan pelaku utamanya masih bersantai-santai. namun hal itu tidak akan bertahan lama untuknya) dalam hati alisha.
daren dan roland merasa sangat merinding dengan suasana yang berubah secara drastis.
Sedangkan di tempat berbeda SRINGGG.
"kenapa tiba-tiba aku merasa terancam dan takut?",ujar seorang tersebut dengan merinding.
"sudahlah tidak usah membahas itu lagi",ucap alisha malas.
"apakah tidak apa-apa kita membawa mereka",ucap daen sambil mengarahkan jempolnya ke belakang.
"tidak masalah. disana juga banyak yang seperti kita bahkan lebih parah", ucap roland santai.
"berarti disana terdapat banyak bangsawan juga ya",ucap alisha.
"iya benar elis. walaupun tingkat kebangsawanannya tidak setingkat dengan kita. biasanya dari mereka ada yang membeli hewan spiritual atau pun ada yang hanya menonton saja.",jelas roland.
"baiklah kita sudah sampai",lanjut roland lagi.
Roland Merdel
Daren Azizzle
__ADS_1