Reinkarnasi Putri Lotus Darah

Reinkarnasi Putri Lotus Darah
Pertarungan Merah II


__ADS_3


"tenang saja!. dia akan disembuhkan oleh penyihir yang dia bawa. yang sebelumnya duduk di sampingnya. jika ingin memasuki pertarungan merah maka kita harus membawa penyihir untuk membantu kita menyembuhkan luka dan mengisi stamina kita kembali.",jelas roland.


"wahh ini semakin keren saja",puji alisha.


"benar yang kau katakan ron. tubuhnya seketika mulai membaik dan luka-lukanya hilang. serta penuh dengan semangat."lanjut alisha.


"kita sudah mendapatkan calon pembeli tunggal dari tutul emas namun jangan senang dulu karna masih ada langkah terakhir yaitu hewan tersebut mengakuinya sebagai masternya ",jelas suara tersebut.


🔙



"baiklah aku pasti bisa menaklukan hewan itu",gumam seorang pria yang saat ini berdiri ditengah lapangan pertarungan sambil menatap serius kearah pintu yang sangat besar.


"selamat berjuang",suara pemandu terdengar dengan keras.


kreeekkkk kreeeekkk


dentingan rantai besi mulai memekak di tengah kesunyian stadion, aura yang cukup menyesakkan merembes keluar secara perlahan-lahan.


namun untuk seseorang dengan tingkatan ilmu yang tinggi tidak akan berpengaruh kepada mereka. berbeda dengan seseorang yang tingkat ilmunya lebih rendah dari monster tersebut akan sangat sangat tertekan.


graauuunggg graunggg


"gila. imut sekali",ucap alisha dengan semangat.


semua orang yang mendengar perkataan alisha langsung melongo tak percaya atas apa yang diucapkan gadis mungil tersebut. begitu juga dengan roland dan daren yang menatap alisha dengan ekspresi tak terbaca.


dalam hati mereka semua :dimana letak keimutan hewan itu.


bagaimana tidak? seekor hewan spiritual macan tutul yang memiliki bentuk tubuh amat besar berwarna merah dengan tutul-tutul hitam. memiliki kedua taring yang panjang dan tajam dan kedua bola mata berwarna merah.


cakar-cakar mengkilap terlihat pada bagian keempat kakinya dan ekor hitam panjang yang dipenuhi duri-duri tajam . bahkan bulu-bulu berwarna merah tersebut menambah horor paras hewan tersebut.


bahkan pria yang berada di tengah arena terkekeh geli atas ucapan gadis mungil yang duduk diantara dua pria tampan itu.


"gadis yang lucu",gumamnya.


tanpa aba-aba macan tutul tersebut menyerang buas kearahnya. perkelahian antara kedua makhluk yang berbeda semakin lama semakin sengit.


"wahh pria tampan itu terlalu kasar padanya",ucap alisha dengan tetap fokus kearena stadion.


"cih. masih tampanan aku",gumam roland kesal.


"heh. aku lebih tampan darinya",gumam daren kesal.


sedangkan pria itu tersenyum miring mendengar perkataan alisha.


"sungguh gadis yang menggemaskan",gumam pria tersebut dengan masih terus menyerang macam tutul itu.


seketika macan tutul tersebut terlempar keras kearah dinding stadion yang menyebabkan guncangan pada duduk para penonton.


dengan tertatih-tatih macan tutul tersebut mulai bangkit dan mendekati pria itu dengan menundukkan kepalanya.


sinar terang terlihat di telapak tangannya sedangkan sinar terang menyinari kening macan tutul tersebut.


"ron! cahaya apa itu?",tanya alisha penasaran.


"cahaya itu tanda hewan spritual telah mengakui kita sebagai masternya",singkat roland.


"hanya seperti itu doang? apa tidak ada simbol di tubuh mereka saat melakukan kontrak tersebut?",tanya alisha dengan menatap roland.


"ahh tidak ada. saat kita selesai melakukan kontrak, maka akan terlihat gelang berwarna putih di tangan kita dan juga hewan kontrak kita. tapi hanya mereka yang melakukan kontrak, yang dapat melihat gelang itu sedangkan orang lain tidak akan bisa melihatnya.",jelas roland.


"ah dan satu lagi. akan tertulis nama si tuan di gelang hewan kontraknya dan nama si hewan spiritual tertulis gelang tuannya.",lanjut roland.

__ADS_1


"hmm apa semua orang yang memiliki hewan kontrak memakai gelang berwarna putih? apa tidak ada warna lainnya?",tanya alisha penasaran.


"tidak ada. namun jika gelang putih tersebut tiba-tiba terdapat warna merah pada tuannya maka hewan kontrak nya sedang terluka atau dalam bahaya begitu juga sebaliknya untuk sihewan kontrak. namun jika gelang tersebut sepenuhnya berwarna merah dan hancur maka itu artinya mereka sudah mati",jelas roland lagi.


"ohh. oiya ron apakah kau punya hewan kontrak?",tanya alisha.


"ya elis. kami ras penyihir mempunyai hewan kontrak dari lahir",jawab roland.


"wahh benarkah? benar-benar hebat. oiya bagaimana bentuk nya? apakah dia sangat imut? apakah dia sangat besar dan tinggi? aku benar-benar penasaran ron",tanya alisha dengan menggebu-gebu.


roland terkekeh geli atas tingkah kekanak-kanakan gadis mungil ini.


"setelah dari sini ron akan menunjukannya pada elis",jawab roland dengan senyum.


"sebaiknya kau tidak melihat makhluk jelek penyihir lisha",sahut daren.


"apakah makhluk penyihir itu jelek?",tanya alisha dengan wajah polos.


"benar. sangat sangat jelek",sahut daren.


bugghhh


"aww. mengapa kau memukul kepalaku?",tanya daren dengan kesal.


"kau telah mengotori pikiran elis yang polos ini",jawab roland dengan datar.


"jangan dengarkan dia elis. yang dikatakannya tadi itu adalah bualan",jelas roland dengan senyum hangat.


"cihh dasar wajah penuh kepalsuan",gumam daren jengkel yang ditatap tajam oleh roland.


"selamat untuk tuan yang sudah diakui sebagai pemilik macan tutul tersebut. silahkan bayar di registrasi bagian dalam stadion.",buka suara pemandu acara.


alisha menatap heran dengan pria yang berdiri diatas kepala macan tutul tersebut. bagaimana tidak? pria itu menatap alisha dengan intens dan tak berapa lama dirinya tersenyum kepadanya.


"apakah dia tersenyum kepadaku?",gumam alisha.


bagian tengah lapangan sebagai pijakan macan tutul tersebut perlahan-lahan terbuka yang membuat macan tutul tersebut masuk kedalamnya.


"mereka kemana?",tanya alisha bingung.


"ah mereka akan ketempat administrasi untuk membayar harga dan mendapatkan cincin ruang semesta untuk menyimpan hewan spiritual itu",jelas roland.


"cincin ruang semesta?",ulang alisha.


"iya cincin ruang semesta hampir sama kegunaannya dengan kantong ajaib",sahut daren


"keren",jawab alisha.


"hewan spiritual selanjutnya tidak kalah menarik dengan sebelumnya yaitu serigala salju",teriak pemandu acara.


"aku yakin pasti serigala itu cantik sekali",ucap alisha berbinar-binar.


"apa elis ingin serigala salju itu?",tanya roland.


"ya. aku ingin serigala salju itu",ucap alisha dengan bertepuk tangan pelan.


"harga awal di buka 900 koin emas batas harga 2900 koin emas. penentuan harga di mulai",,teriak pemandu acara dengan semangat.


orang -orang mulai antusias untuk menaikan harga dengan penuh energik terutama seorang gadis mungil berambut putih tersebut.


batas harga sudah sampai membuat para pembeli berdiri di lapangan arena dengan warna darah yang cukup kontras.


"elis. biar aku saja yang turun kepertarungan merah",ujar roland.


"tidak aku saja ron",tolak alisha.


"kau akan terluka lisha. jika kau tidak ingin digantikan ron, biar aku saja",bujuk daren.

__ADS_1


"benar elis. jika kau yang turun kau bisa terluka",bujuk roland dengan wajah memelas.


"hehe kalian berdua tenang saja aku tidak akan terluka dan kalau pun aku terluka, bukankah aku punya seorang penyihir disini yang bisa menyembuhkanku",jawab alisha dengan senyum.


"tapi....",bantah daren yang langsung di jawab oleh alisha.


"kalian tenang saja. aku tidak selemah itu",ucap alisha.


seketika daren dan roland menghela nafas berat.


"baiklah. ingat jangan paksakan dirimu elis. jika sudah sampai batasnya kau harus menyerah",perintah roland.


"hati-hati lisha. kami akan memantau dari sini",sahut daren.


"baiklah-baikla",jawab alisha dengan patuh.


alisha menjadi pusat perhatian diarena pertarungan tersebut, bagaimana tidak gadis mungil cantik berambut putih dengan pakaian mewah kebangsawanan.


"apa gadis mungil itu tidak takut?",ucap orang 1.


"ntahlah. liatlah tubuh rapuhnya itu. haahh sudah pasti dia akan kalah telak nantinya",sahut orang 2.


"benar. sungguh gadis malang",sahut orang 3.


alisha yang mendengar hal tersebut hanya acuh tak peduli, berbeda dengan roland dan daren yang langsung mengeluarkan aura membunuh. membuat mereka gemetar ketakutan serta keringat dingin mengalir deras diantara pelipis mereka.


alisha memilih samurai berwarna hitam pekat sebagai senjata nya.


"sebaiknya kau berhati-hati gadis kecil",ucap pria setengah baya yang berjarak cukup jauh di sampingnya.


"kau juga pak tua",sahut alisha datar.


"PERTARUNGAN DIMULAIII",teriak pemandu acara.


"mari bersenang-senang",gumam alisha dengan mulai mengayun samurai nya.


hanya dengan sekali serang alisha sudah banyak membuat lawannya menyerah bahkan semua orang yang melihat hal tersebut berdecak kagum. mereka hampir tak percaya gadis mungil yang mereka remehkan tadi malah dengan gampangnya menumbangkan lawannya.


🔜


terlihatlah dua pria setengah paruh baya namun tidak melunturkan ketampanan wajah mereka.


"waahh sepertinya anak-anak kita sangat bersenang-senang ya. bahkan mereka sampai sekarang belum kembali",ucap raja airel sedangkan raja kine mendengus tidak suka.


"seharusnya mereka sudah kembali. padahal rapat kita yang panjang itu sudah selesai tapi mereka belum juga kembali",ujar raja kine.


"ayolah. lagi pula mereka kan anak muda",ucap raja airel dengan senang.


"walaupun aku menyetujui mereka keluar kerajaan bukan berarti aku akan menyetujui hal yang lebih dari itu",jelas raja kine tidak suka.


"ayolah. kita kan bisa menjadi besan",goda raja airel.


"jangan bermimpi untuk hal itu",putus raja kine.


"huhh dasar. oiya Rikei dan Hiko akan datang bukan?",tanya raja airel dengan memakan kue kering.


"ya. ada masalah dengan hutan wilayah utara . sihir didalam hutan wilayah utara berantakan bahkan sihir otoritas merdel hampir kacau karna hal tersebut.",ucap raja kine dengan berfikir


"sepertinya istirahat panjang kita akan segera berakhir", raja airel.


"lapor yang mulia raja kine dan yang mulia raja airel. tuan putri sulung dan pangeran daren telah kembali. mereka juga datang bersama tuan muda ketiga otoritas penyihir bangsawan merdel yang mulia",jelas salah satu pengawal yang diberi perintah untuk melapor jika kedua anak mereka kembali.


"untuk apa pemuda bengis itu kemari", ucap raja kine yang seketika berdiri tegak.


"hmm apa rikei yang menyuruhnya? bukankah selama ini dia datang bersama anak keduanya tumben sekali",sahut raja ariel bingung.


"dia datang bersama putriku? heh aku tidak suka dia berada di dekat putriku",ujar raja kine yang langsung berjalan cepat keaula kerajaan begitu juga dengan raja airel.

__ADS_1


__ADS_2