
brrakk brakk praankkk terlihat ruangan selir pertama yang berserakan pecahan barang.ya setelah dari kediaman alisha dia kembali ke kediamannya untuk meluapkan amarah dan kekesalannya yang sudah tak tertahankan.
"perempuan tak tau diri itu beraninya mengolok-ngolok dan melawan diriku,akan aku hancurkan kau,akan kubunuh kau dan kucabik-cabik dirimu aaahhhhhhhh",kata selir pertama dengan amarah melemparkan barang lagi.beberapa saat kemudian selir ketiga dan juga tyrande tiba namun apa yang mereka lihat saat ini ruangan yang berserakan dan perabotan yang sudah pecah dan rusak.
"apa yang terjadi bu ? kenapa keadaan ruangan ibu hancur berantakan seperti ini",tanya tyrande. "iya apa yang terjadi kakak pertama",sahut selir ketiga.
"wanita pengecut itu sudah berani melawanku dan menghina serta mengancam diriku,sekarang dia menjadi berbahaya dan liar aku sudah tidak bisa untuk menundukannya seperti dulu,dia akan menjadi batu penghalang yang sangat mematikan untuk kita",jawab selir pertama dengan mata menerawang kedepan.
__ADS_1
"wanita pengecut? maksud ibu alisha sampah itu?itu tidak mungkin terjadi,bagaimana bisa dia melawan dan mengancam ibu,apa yang terjadi !darimana dia mendapatkan keberanian itu",ujar tyrande.
"aku tidak percaya dia jadi berubah menjadi seperti itu,seharusnya kita membuat dia mengkonsumsi lebih banyak racun dan mati lebih cepat dulu",kata selir ketiga dengan geram.
"iya benar ibu selir ketiga jika dia sudah berani melawan maka bisa jadi dia akan mengaku di pengadilan besok ,bagaimana ini bu kita dalam bahaya",tanya tyrande.
"dasar wanita tak tau diri itu beraninya ingin bermain-main dengan kita! iya ibu kami sudah menjalankannya tinggal menunggu hasilnya saja",jawab tyrande dan senyum yang sudah mengembang di wajah tiga wanita itu.
__ADS_1
Disisi lain Brevi loud frost benar-benar terkejut jika ibu dan kakaknya terluka cukup parah namun yang lebih membuat dia terpukul adalah ibu serta kakaknya akan dipersidangkan di kerajaan dan yang membuat dua orang tersayangnya jadi seperti itu karna orang yang selama ini dia benci hingga mendarah daging yaitu si pengecut alisha.brevi meminta agar ayahnya tidak melakukan persidangan itu,dia melakukan berbagai cara agar ayahnya dapat mengurungkan niatnya namun yang di dapatnya adalah sebuah penolakan.kemudian brevi pergi kekediaman selir pertama untuk meminta pertolongan pada selir pertama dan berharap selir pertama membantunya karna mereka cukup dekat ,ternyata selir ketiga dan Tyrande zso frost sudah berada ditempat ini. namun tidak seperti apa yang diharapkannya selir pertama malah menolaknya dan selir ketiga beserta tyrande hanya acuh tak acuh. "aku tidak bisa menolongnya,kau tau kan bagaimana raja kine menyayangi alisha dan apapun yang dikatakan atau yang dimintanya maka kine akan menurutinya,ditambah lagi batu suci yang tidak bisa di manipulasi oleh sihir apapun",ujar selir pertama. "maksud kalian ingin membiarkan ibu dan kakakku begitu saja?bagaimana bisa kalian melakukan itu,kalian harus membantu ibu dan kakakku",jawab brevi dengan berteriak marah.
"apa kau pikir aku bisa melakukan segalanya?aku juga punya batas-batas yang tidak mudah untuk aku langgar ,aku juga tidak ingin mengundang badai kematian datang.jangan lupa bukan aku yang membuat ibu serta kakakmu dalam situasi ini tapi perempuan pengecut itu dan aku hanya bisa menjaga nyawa kita tetap aman",bantah selir pertama.
"apa yang harus aku lakukan,jika ibu dan kakakku dihukum mati atau bisa jadi masuk ke penjara kejam!",ujar brevi dengan ekspresi sedih.
"Balas dendam kepada wanita sampah itu",ujar tyrande.
__ADS_1
brevi memperlihatan kilatan dendam di kedua matanya,didalam hatinya ya jika sampai terjadi apa-apa dengan ibu dan kakakku,maka aku akan menghancurkanmu alisha dan kau harus merasakan bagaimana sakit nya hatiku.