RENGKUH

RENGKUH
BAB 18


__ADS_3

Awal bulan yang sangat bersejarah bagi Argantara Group. Hari ini Wirawan sudah resmi lengser dari jabatannya. Dan hari ini juga Darren telah resmi menjadi CEO.


Semua karyawan di perusahaan mulai mengepaskan diri dengan atasan anyar mereka, terutama Shani. Sudah 2 minggu lebih 2 hari sejak status gadisnya dicemari Darren, dan syukur tidak ada tanda-tanda kehamilan bagi Shani. Shani yakin tidak akan hamil karena mulai hari itu ia langsung mengkonsumsi pil KB darurat selama 3 hari berturut-turut, dan semalam saat ia mengecek urine dengan tespek hasilnya juga negatif.


Shani hanya ingin merubah semuanya. Hidupnya sudah rusak karena ulah Darren, tapi kejadian hari itu masih bisa ia tutupi. Asalkan ia tidak hamil dan memperparah keadaan.


Shani bersumpah demi apa pun, ia tidak akan lagi berhubungan dengan Darren selain tentang pekerjaan. Lagi pula sejak hari itu Darren juga tidak menampakkan batang hidungnya. Lebih tepatnya, Shani-lah yang menjauh dari Darren. Shani cuma ingin melindungi diri, dan menghindari Darren adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan. Setidaknya untuk menjauhi hal-hal yang bersifat pribadi.


...•○⭕️○•...


"Ini gaji kamu untuk 1 bulan kemarin. Sesuai janji saya, 2 kali lipat. Juga ada bonus di dalamnya," ujar Wirawan pada Shani.


Dua orang itu sekarang tengah berada di sebuah restoran. Wirawan sengaja mengajak Shani ketemuan saat jam istrirahat siang berlangsung. Ini adalah obrolan privasi dan rahasia, jadi Wirawan enggan membahasnya di kantor. Lagi pula dirinya sudah bukan pimpinan perusahaan lagi. Selain menghindari karyawan lain supaya tidak tau jika Shani mendapat gaji dobel, semata-mata juga untuk menghindari Darren.


"Terima kasih, Pak." Shani pun segera memasukkan amplop cokelat itu ke dalam tasnya.


"Ya sudah saya permisi dulu. Kalau kamu ingin makan siang silakan saja, tapi saya tidak bisa bergabung," ungkap Wirawan pada Shani.


"Iya, Pak."


Wirawan pun pergi meninggalkan restoran itu dan Shani. Shani menghela napas lega, dan kemudian ia bergegas memesan menu siangnya. Setelah memesan, tiba-tiba saja seseorang menghampiri Shani membuat gadis itu terkejut.


Shani membisu enggan menyapa. Ia hanya menundukkan pandang. Shani sudah berjanji tidak lagi mau berurusan dengan orang itu.


"Apa yang dikasih Papa ke kamu?" tanya Darren membuat batin Shani berjingkat. Pelan-pelan Shani mulai menatap Darren. "Gaji bulan lalu." Jawabnya dingin.


Sedari tadi Darren memang memperhatikan Shani dan Wirawan yang tengah mengobrolkan sesuatu dari kejauhan, tapi ia tidak tau apa yang sedang diobrolkan 2 orang itu. Darren hanya melihat jika papanya menyodorkan sebuah amplop kepada Shani. Dan tebak Darren sepertinya isinya adalah uang.


"Gaji?" Darren mengernyit. "Kenapa harus ketemuan di sini? Kenapa nggak di kantor aja ngasihnya?"


Shani cepat-cepat mencari alasan. "Emang apa salahnya? Aku belum sempet terima gaji akhir bulan lalu, dan ini udah tanggal 1. Lagian Pak Wirawan juga mau kasih gajiku di kantor. Beliau udah ada di perjalanan, tapi kebetulan aku di sini. Jadi kita ketemuan aja secara mendadak."


Berkat alasan termasuk akal dari Shani, Darren pun percaya. Shani juga tidak menampakkan ekspresi mencurigakan. Aktingnya kali ini sangat hebat sehingga mampu mengelabuhi Darren.


Darren terdiam beberapa detik sembari terus menatap wajah Shani. "Kenapa akhir-akhir ini kamu sulit dihubungi? Apa kamu berusaha mengindari aku?" lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Nggak ada lagi yang perlu dibahas, dan nggak ada lagi alasan buat kita berhubungan."


Darren terkekeh. "Setelah semuanya kamu bisa bilang begitu? Apa kamu lupa kalo kita masih pacaran?"


Shani tersenyum menyeringai, sikapnya terlihat angkuh. "Apa kamu masih anggap aku ini pacar kamu?" Shani memberi sedikit jeda sebentar, dan Darren masih diam menyimaknya. "Maaf, tapi aku udah anggap kita putus sejak 2 minggu yang lalu."


Darren tertegun seiring pesanan makan siang Shani tiba. Tanpa mengucap permisi pada Darren, Shani langsung menikmati hidangannya. Bersikap sok dingin dan tidak peduli sangat bukan tipe Shani, namun ia sudah berniat untuk menjaga jarak dari Darren.


"Selama aku belum bilang untuk mengakhiri hubungan kita, kita masih kita. Kamu tetap milikku, Shani," celetuk Darren membuat Shani melambatkan kunyahannya.


"Milikku?" gumam Shani tersenyum kecut menatap piring nasinya, lalu beralih menatap Darren. "Kita nggak terikat apa-apa. Kita nggak tunangan atau bahkan menikah. Berhenti bilang kalau aku ini milikmu! Aku bukan barang yang seenaknya buat kamu akui."


Darren menatap tajam mata Shani. la mulai muak dengan topik pembicaraan gadis itu yang seakan membuang perasaannya begitu saja. Shani yang ia lihat saat ini bukan Shani yang sebenarnya.


Darren beranjak berdiri terus diikuti tatapan Shani padanya. Darren melangkah ke samping kursi Shani. "Kita perlu bicara di mobil," kata Darren pada Shani.


Shani enggan merespon, ia malah membuang muka dan kembali menyibuk dengan makan siangnya. Darren yang melihat itu langsung membuang napas kesal. Ia lalu menyambar lengan kanan Shani memegangnya erat.


"Ikut aku," seru Darren pada Shani.


Darren tidak mau mengulur waktu lagi. la langsung menarik Shani untuk berdiri dan membawanya keluar dari restoran itu. Shani tentu memberontak tidak mau. Tapi ia merasa malu jika harus berteriak-teriak di tengah-tengah keramaian tempat makan itu. Jadi Shani pun hanya bisa mengikuti langkah Darren yang cepat.


...•○⭕️○•...


"Darren, lepasin!" bentak Shani setelah sampai di tempat parkir tepat di samping kiri mobil Darren seraya mengibaskan kuat tangannya hingga pegangan Darren terlepas. "Apa sih mau kamu?"


"Masuk ke mobil," titah Darren pada Shani. Dan ia langsung menggeret Shani ke dalam mobilnya karena gadis itu hanya diam menatapnya dengan ekspresi bingung sekaligus tidak percaya. Kemudian Darren pun melajukan sedan hitamnya itu.


Shani hanya membisu menatap lurus jalanan depan. Ia bimbang dengan dirinya sendiri. Satu sisi Shani ingin menjauhi Darren, tapi di sisi lain hatinya berbicara enggan. Shani tau dirinya sudah jatuh cinta dengan laki-laki berengsek yang gila, dan itu membuatnya membenci dirinya sendiri.


"Apa yang pengen kamu bicarain?" Dan Shani pun akhirnya bertanya pada Darren, ia tentu tidak ingin menyita banyak waktu bersama si berengsek itu.


Darren menghela napas gusar, ia bingung harus memulai dari mana.


"Darren," panggil Shani ketika Darren hanya diam saja.

__ADS_1


"Apa kamu hamil?" tanya Darren tiba-tiba.


Shani menyeringai. "Apa itu yang kamu harapin?" tanyanya balik.


Darren menoleh pada Shani seraya mengerem mobilnya pelan-pelan menghentikannya ke pinggir jalanan sepi. Jujur saja jika harapan Darren memang begitu. Dalam relung hati Darren yang paling dalam, ia akan sangat senang jika Shani hamil, karena itu akan menyelamatkannya dari perjodohan konyol yang papanya buat.


"Jawab yang jujur," tegas Darren pada Shani.


"Aku nggak hamil, dan kamu nggak usah pusing buat mikirin tanggung jawab. Kamu nggak perlu nikahin aku, karena aku baik-baik aja walaupun udah dilecehin kamu." Jawab Shani menohok.


"Aku tetep bakal nikahin kamu. Dan kamu nggak bisa nolak itu."


"Apa?"


"Aku pikir kalo kamu hamil, semuanya pasti berjalan sangat mudah," ungkap Darren dengan santai.


Shani menatap Darren keheranan. Ia sungguh tidak mengerti atas maksud laki-laki itu. Kenapa Darren menginginkannya untuk hamil?


"Apa kita perlu lakukan itu lagi?" Darren tersenyum nakal.


"Kamu gila?"


Darren beringsut mendekat ke arah Shani. Ia menatap mata gadis itu dengan jarak sangat dekat. Darren pun mengelus pipi kanan Shani.


"Kamu jangan berani-beraninya lagi macem-macem sama aku!" ancam Shani menekan nada suaranya sembari menatap tajam mata Darren.


"Mungkin kalo kamu hamil aku nggak akan kepikiran buat ngelakuinnya lagi. Jadi gimana? Kapan? Di mana?" Darren merayu.


Mata Shani berkaca-kaca. Ucapan Darren sangat merendahkan harga dirinya juga menyakiti perasaannya. "Serendah itu aku di mata kamu?" tanya Shani menyedihkan.


"Aku nggak ngerendahin kamu. Tapi aku cinta sama kamu," jelas Darren diakhiri dengan kecupan singkat di bibir Shani.


...•○⭕️○•...


Ayo beri LIKE, KOMEN, dan HADIAH supaya author rajin update.

__ADS_1


__ADS_2