RENGKUH

RENGKUH
BAB 8


__ADS_3

Shani dan Darren tiba di sebuah warung penyetan di pinggir jalan raya. Mereka memesan menu yang sama, yaitu ayam kampung goreng sambal tomat dan masing-masing segelas es teh. Seumur hidup Darren, ini adalah kali pertama ia mencoba makan di warung tenda semacam itu.


"Kamu sering makan di tempat kayak gini?" tanya Darren pada Shani. Dua orang itu tengah menunggu hidangan siap.


"Nggak juga sih, Pak. Cuma kadang-kadang aja kalau pengen." Shani tersenyum.


Darren mengerucut bibir manggut-manggut. Dan tidak lama kemudian suguhan mereka tiba. Shani dan Darren pun mulai menikmati makan malam.


Sesekali Shani mencuri pandang memperhatikan Darren memakan sebuah ayam goreng utuh dengan tangannya. Laki-laki itu tampak sangat lahap. "Enak ya, Pak?" tanya Shani tersenyum menggoda Darren.


"Saya cuma lapar," dalih Darren yang merasa gengsi untuk mengakui jika makanan kesukaan Shani sebenarnya sangatlah enak.


Shani dan Darren kembali melahap makanannya. Setelah selesai dan merasa kenyang, Darren pun beranjak untuk membayar. la sedikit terkejut karena total harga semua makanan yang ia dan Shani makan tidak sampai 100 ribu.


...•○⭕️○•...


"Shani," panggil Darren seraya terus mengemudikan mobilnya menuju kediaman Shani untuk mengantar gadis itu pulang.


"Iya, Pak?" Shani menoleh melebarkan mata pada Darren.


"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Darren percaya diri.


Shani mengerling. "Belum. Emangnya kenapa, Pak?"


"Nggak pa-pa, saya cuma nanya."


Shani terdiam sebentar. "Kalau Bapak sendiri sudah punya pacar belum?" tanyanya balik pada Darren.


"Kenapa tanya-tanya? Kamu mau jadi pacar saya?" sahut Darren dengan santainya menoleh wajah Shani sekilas.


Dada Shani berdesir. "Enggak kok, Pak." Jawabnya salah tingkah. Batin Shani merajuk karena tadi saja Darren menanyainya sudah punya pacar atau belum, tapi setelah ia balik bertanya malah dituduh yang bukan-bukan. Shani merasa omongannya serba salah.


Tidak lama kemudian Shani dan Darren tiba di jalanan depan rumah Shani.


"Saya permisi dulu ya, Pak. Terima kasih juga untuk traktirannya malam ini." Shani tersenyum pada Darren.


"Shani," panggil Darren menghentikan Shani yang hendak membuka pintu mobil.


Shani menoleh pada Darren, dan tiba-tiba laki-laki itu meraih tengkuknya. Tanpa pikir panjang Darren menempelkan bibirnya ke bibir Shani. Shani memelotot mata merasakan saraf di tubuhnya seakan menegang secara spontan.

__ADS_1


Setelah kesadarannya cukup terkumpul, Shani segera mendorong tubuh Darren menjauhinya. la hanya bisa bengong menatap Darren yang juga menatapnya. Apa benar kalau calon bosnya itu baru saja menciumnya?


"Sepertinya saya suka sama kamu," ungkap Darren membuat Shani semakin tampak linglung. Darren membelai pipi kiri gadis itu. Wajahnya dengan Shani masih berjarak sangat dekat.


Shani memalingkan muka enggan menatap mata Darren yang berbinar-binar seakan menggodanya. "Maaf Pak, sepertinya saya sedang salah paham." Shani beringsut mau membuka hendel pintu mobil itu lagi, namun Darren menahan tangannya.


Shani mulai merasa takut. Tiba-tiba ia teringat dengan cerita Andra tentang Darren. Apa Darren akan benar-benar macam-macam padanya?


"Saya bilang, saya suka sama kamu. Kenapa kamu salah paham?" tegas Darren menatap Shani.


Shani menunduk tidak berani memandang mata Darren. "Pak Darren pasti bohong sama saya. Mana mungkin Pak Darren suka sama orang seperti saya. Saya permisi dulu, Pak." Dengan gesitnya Shani melepaskan diri dari intimidasi Darren.


Shani keluar dari sedan hitam itu berjalan cepat masuk ke dalam rumahnya. Ia segera menutup pintu dan bersandar di sana sembari memejam mata mengernyitkan dahi. Shani mengelus dadanya yang terasa berdentuman di dalam.


...•○⭕️○•...


Sudah sehari sejak Darren menyatakan perasaannya pada Shani. Darren terus kepikiran gadis itu. la teringat sentuhan tipis antara bibirnya dengan bibir lembut Shani. Ternyata membuat Shani jatuh ke pelukannya bukanlah hal yang mudah. Tapi Darren tidak akan menyerah dan akan terus mendekati gadis itu.


Darren baru saja keluar kamar menuruni anak tangga rumahnya. Papa dan mamanya tampak tengah menonton TV bersama di sofa ruang keluarga. Darren memicing memperhatikan sebuah siaran berita yang tengah disetel orang tuanya itu.


"Zui?" celetuk Darren membuat papa dan mamanya menoleh padanya.


Darren menghampiri kedua orang tuanya itu dan ikut menonton berita di televisi. Batin Wirawan menyeringai puas mendapati Darren yang terbengong memperhatikan berita tentang Zui di TV. Hampir saja putranya itu terjebak ke dalam masalah besar.


Zui Cafe resmi ditutup. Zui dan beberapa orang yang telibat ditangkap oleh pihak yang berwajib. Mereka terkena denda yang luar biasa juga terancam hukuman penjara.


...•○⭕️○•...


Hari Senin tiba. Seperti biasanya, Shani pergi mengantor dengan sebuah ojek online. Hari ini ia merasa gugup sekali.


Kejadian Darren yang menciumnya malam minggu lalu membuat Shani dilema jika harus bertemu dengan Darren di Argantara Group. la juga masih punya 3 minggu untuk berurusan dengan Darren. Mana bisa Shani bergelut dengan pekerjaan dan masalah pribadi secara bersamaan?


Waktu berlalu hingga pukul 9 lebih. Tapi tanda-tanda kemunculan Darren masih belum ada. Baguslah, setidaknya Shani masih bisa bernapas lega.


"Sha, lo ditunggu Pak Darren di ruangannya Pak Wirawan."


Andra yang baru saja masuk ke ruangan sekretariat langsung menghampiri Shani dan mengatakan amanah Darren yang membuat telinga dan batin Shani berjingkat. Baru saja Shani bersyukur karena tidak ada tanda-tanda kemunculan dan perintah Darren. Lalu apa ini?


"Bilangin ke Pak Darren kalo gue masih sibuk," titah Shani semena-mena membuat Andra terbengong.

__ADS_1


"Lo mau kena amuk Pak Darren?" Suara Andra melengking.


Shani yang menunduk sok menyibuk dengan kertas-kertas HVS sontak mendongak memelotot pada Andra. "Jangan kenceng-kenceng, Andraaa!"


Untung saja di ruangan itu hanya ada Shani dan Andra, jadi setidaknya suara Andra yang nyaring seperti toa masjid masih aman dari telinga-telinga tukang gosip. Apa jadinya kalau orang-orang Argantara Group mengetahui Shani dan Andra yang cara bicaranya pakai lo sama gue. Mereka pasti akan menjadi bahan gibahan juga tercap tidak profesional dalam bekerja.


...•○⭕️○•...


Dan dengan berat hati Shani pun menghampiri Darren ke ruangan Wirawan. Ternyata di ruangan itu hanya ada Darren. Lalu ke mana Wirawan?


"Selamat pagi, Pak. Ada apa Bapak memanggil saya ke sini?" tanya Shani pada Darren. la masih berdiri sekitar 1 meter dari tempat duduk Darren di kursi hitam yang biasanya Wirawan tempati.


"Selamat pagi." Dan baru kali ini Shani mendengar Darren menyapanya balik. "Untuk 1 minggu ini saya akan magang menjadi CEO Argantara Group. Jadi kamu harus memanajeri saya."


"Tapi Pak, bukannya memanajeri CEO itu tugasnya Andra?"


"Jangan menunjuk orang lain. Untuk saat ini saya adalah pimpinan kamu. Jadi saya punya hak untuk memilih pegawai mana saja yang boleh memanajeri saya," tegas Darren.


Shani hanya menyimak tidak bisa melawan atas semua titah Darren.


"Selama seminggu ini kamu bertukar tugas dengan Andra. Saya sudah menyuruh Andra untuk memberesi tanggung jawab kamu di sekretariat. Dan kamu, mulai 1 minggu ke depan harus stand by di sini."


"Maksud Bapak?"


"Kamu di sini saja temani saya," jelas Darren pada Shani.


Serasa disambar geledek di ruangan itu, Shani hanya bisa tertegun. Ia harus menuruti semua perintah Darren setidaknya dalam 1 minggu ke depan. Entah apa yang akan direncanakan Darren untuknya, Shani hanya bisa pasrah.


"Iya, Pak." Jawab Shani dengan suara lemah.


Shani masih terus di ruangan itu bersama Darren. Darren menyuruh Shani untuk mengecek beberapa data penting di laptopnya. Mereka berdua duduk di sofa empuk dengan berhadapan tapi disekat oleh meja kaca.


"Siang nanti kamu ikut saya ke butik," ujar Darren pada Shani.


"Ke butik? Untuk apa, Pak?" Shani bertanya.


"Dua hari lagi adalah anniversary pernikahan orang tua saya. Saya ingin membeli sesuatu untuk mereka," jelas Darren.


Shani mengangguk. Mungkin Darren akan membelikan sebuah gaun untuk mamanya atau juga jas mahal untuk papanya. Shani pikir Darren itu anak yang perhatian.

__ADS_1


...•○⭕️○•...


Ayo beri LIKE, KOMEN, dan HADIAH supaya author rajin update.


__ADS_2