
Terlihat Rudi berjalan kearahku yang masih diam mendengarkan celotehan Julia
yang kadang tertawa kadang menangis
seperti orang kesurupan , dalam hatiku
" Julia , ngapain kamu dekat-dekat dengan Citra?
jangan kamu berbicara sembarang
" Aku gak bicara sembarangan aku berbicara fakta, kalau kamu tuh playboy
selalu mempermainkan wanita
yang jika kamu sudah dapatkan
kamu akan membuangnya begitu saja
" Dasar cewek aneh, dengus Rudi
" Kamu tuh sudah bikin sakit hati aku dan mencampakkan aku Rudi , setelah apa yang kamu lakukan kepada ku, kamu malah membawa cewek ini
"sebaiknya kalian selesai kan masalah Rumah tangga kalian berdua ya, lagipula aku juga tidak tahu apa-apa jadi jngan bawa-bawa aku.
Berisik tau dengar kamu ngoceh sedari tadi
Sambil aku beranjak malas , ketempat yang lebih sepi.
" Jangan lupa antar aku kalau sudah selesai ya
kataku pada Rudi dan meninggalkan mereka berdua
Aku menghela nafas panjang, ngapain juga aku sampai disini , seandainya aku pulang kerumah saja mungkin lebih nyaman
Aku sangat takut mengecek handphone ku yang beberapa kali tadi bergetar
aku takut itu panggilan telpon dari Yuka
apa yang harus aku katakan nanti padanya
aku akan cek begitu sampai di kos sajalah
aku pura-pura sedang tidur saja.
"Selingkuh itu tidak ada enaknya, gumamku
Rudi terlihat menghampiri ku, lalu dia menjelaskan padaku bahwa dia tidak
ada hubungan apa-apa dengan Julia
" Citra, aku gak ada hubungan apa-apa sama Julia dia saja yang berharap lebih padaku
Wajahnya terlihat panik saat menjelaskan itu
" Wow , aku sangat tertarik Rud dengan pembahasan ini....
yang pertama kamu yang paksa aku kesini,
yang kedua aku sama sekali tidak tertarik
dengan hubungan antara kalian.
jadi kapan kita pulang ?
sebenarnya aku takut untuk berbicara pada Rudi karena sifat pemaksaannya, apalagi dia sudah terpengaruh dengan alkohol
" Setelah jam 12 , kita pulang aku janji
kata Rudi
__ADS_1
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kali ini Rudi selalu berada di sampingku , sesekali dia merangkul, memegang dan mencium tanganku
Risih sekali rasanya,
tapi sejujurnya aku menikmati nya juga
gerakannya begitu luwes dan santai
maklumlah mungkin dia sudah berpengalaman
perasaan yang sungguh aneh
aku melihat Julia dikejauhan tatapannya seolah-olah ingin menerkam ku
tapi apa salahku ?
Rudi juga sudah menyangkalnya
Terdengar suara riuh orang menghitung mundur
10...9...8...7...6...5...4...3...2...1
...****...
suara terompet dan petasan bersahutan
riuh gegap gempita menyambut pergantian tahun
aku yang baru pertama kali merasakan nya takjub
" Aku sengaja memaksa kamu ,
karena aku ingin membuat pengalaman pertama kamu hanya sama aku
maafin aku Citra sudah kasar sama kamu
jangan berfikiran negatif tentang aku
Lalu dia mengecup pipiku akupun sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak
dia sangat agresif beda dengan Yuka dan kak Yudi yang sangat ber hati-hati dalam gerakan dan tindakannya
Kalau aku bingung menyikapi hal ini
di satu sisi aku merasa bahwa laki-laki ini sangat kurang ajar
disis lain, ada sesuatu yang sangat menarik
dalam diri Rudi
" Kalau begitu ayo kita pulang, aku sudah ngantuk nih, ucapku
" Jalanan masih macet, kita tidak akan bisa sampai rumah dengan mudah
kata Rudi
" Pokoknya aku tidak mau tau, aku mau pulang sekarang juga
" siap sweetyku...
" iyuuhh , jawabku
Entah mengapa Rudi selalu mengikuti apa yang aku mau, meskipun aku berkata kasar dia tidak pernah marah dia selalu memperlakukan dengan baik dan sangat manis,
mungkinkah ini ciri khas seorang playboy?
Akupun menaiki motor Rudi
Ternyata benar jalanan sangat macet dan penuh sesak untuk berjalan sepuluh meter saja membutuhkan waktu setengah jam
__ADS_1
Maju tak bisa mundur pun tak bisa,
aku hanya bisa pasrah
" Apa aku bilang , jalanan macet kan ?
katanya meledek
aku hanya terdiam saja menyesali kebodohanku,
kenapa aku harus ikut Rudi keluar pada malam tahun baru , kenapa tadi aku tidak teriak saja
aaarrrgggghhh
" Sini pegangan , ntar kamu jatuh loh.
diapun menarik tanganku untuk merangkul pinggang nya, secara otomatis badanku tertarik dan memeluknya
" Begini kan enak, gak dingin lagi deh, sahutnya lagi
Di tengah macet yang sesak, aku bertanya pada Rudi
" Kenapa sih kamu seperti ini sama aku .?
" Simpel saja, karena aku suka sama kamu
aku ingin memiliki kamu
" Tapi jangan seperti ini,
aku sudah punya pacar dan tidak baik untuk mengganggu pacar orang
aku dan pacarku juga akan menikah setelah aku lulus kuliah nanti , mungkin satu atau dua tahun lagi
" Manusia itu gampang berubah, jangankan satu atau dua tahun, besok saja hati orang bisa berubah, katanya
" Berarti kamu juga bisa berubah, mungkin hari ini kami suka sama aku, kejar-kejar aku tapi setelah kamu dapatkan aku
kamu membuang ku
sama seperti yang kamu lakukan pada Julia
" Itu perkara yang beda, aku baru merasakan hal seperti ini padamu citra
" Cih, gombal gombal
aku dan Yuka tidak mungkin berpisah cinta kami tak akan berubah, meski jarak dan waktu memisahkan
" Yah terserah kalau kamu tidak percaya , bebas katanya
setelah pukul tiga pagi kami berhasil melewati jalan yang penuh sesak, dan jalanan mulai terasa lenggang
"Sekarang kita mau pulang ke kosan kamu atau nginep di hotel dekat-dekat sini ?
Yaelah baru saja aku percaya sama ini cowok malah sudah bikin ilfil lagi, brengsek ya tetap brengsek sih, meskipun ini sudah subuh dan aku ngantuk tapi kalau harus nginep di Hotel bareng cowok yang baru aku kenal kayaknya gak benar deh , tapi kalau pulang ke kos ini sudah sangat jauh malam, teman-teman pasti sudah pulang nanti aku dikira pencuri dan bapak kost sudah pasti tau kalau aku jalan sama cowok lalu aku di laporin ke Yuka terus ....
" Hei kok malah bengong , mau bagaimana ? atau mau kerumah aku ?
Lebih ogah lagi fikirku, tapi kalau aku gak tidur sekarang, besok pagi kan aku mau ke Pulau sama kak Yudi masa batal sih.
" Kita keliling-keliling kota saja sampai pagi , ide cemerlang itu tiba-tiba saja muncul di otakku
" Seriusan ? tapi aku ngantuk nih tapi kalau di peluk kayaknya aku gak bakal ngantuk deh goda Rudi
Akhirnya kamipun keliling kota sampai pagi hari, beberapa kali kami istirahat di halte dan ngobrol-ngobrol aku melihat Rudi menahan diri dengan sangat keras, beberapa kali dia berusaha mencium ku namun selalu aku tolak ternyata dia tidak se Brengsek itu karena dia tidak memaksa, aku tidak menyalahkannya
Mungkin karena dia bersama Wanita semalaman sehingga hormon kelelakiannya mendorong nya untuk melakukan hal itu.
Itulah mengapa aku lebih memilih untuk keliling kota hingga pagi.
__ADS_1