
Hari Minggu yang cerah ,
" Cit , kita jalan yuk
kata Dwi
" Wiih tumben wi, mau kemana emangnya ?
" Aku mau ketemuan, pacarku yang dari luar kota ada disini , kata Dwi
" Oh ya , kenapa nggak disuruh kesini saja ?
" Malu, kata Dwi
" oke deh , aku temenin , tapi aku telpon Yuka dulu ya
tuut... tuut , Yuka tidak mengangkat telpon nya pagi-pagi begini hari Minggu lagi, dia kemana yah apa jangan-jangan dia selingkuh fikiran kotor ku mulai merasuk , ingin rasanya aku susul dia kesana lalu aku tanya kenapa gak angkat telpon ?
aaaahh rasanya sungguh mau gila .
Sudahlah daripada aku pusing memikirkan ini aku ikut sama Dwi saja deh.
Setelah bersiap-siap akupun pergi bersama Dwi naik angkot , setelah tiba di tempat tujuan
kami memesan minuman sambil menunggu.
Beberapa saat kemudian datanglah dua orang laki-laki, yang satu tinggi berkulit putih dengan rambut panjang sebahu
berpenampilan casual, kalau aku lihat-lihat dia hampir seumuran dengan kami,
yang disebelah nya agak pendek, berkulit coklat dan penampilan nya agak urakan dengan tindik di telinga nya meskipun wajahnya manis sih.
iihh tapi aku bergidik kalau si cowok urakan adalah pacar nya Dwi.
"Hai, sapa si cowok tinggi
Dwi langsung menyambut hangat dan memperkenalkan si cowok tinggi padaku bahwa dia adalah pacarnya.
" Cit kenalin ini Alvin pacarku
syukurlah, kataku dalam hati untung pacarnya Dwi bukan si cowok urakan, hampir saja aku suruh putusin aja.
" Citra , kataku sambil mengulurkan tangan
kamipun berjabat tangan
" oh ya kenalin ini Rudi , teman aku kata Alvin sambil memperkenalkan teman nya yang sedikit urakan
" Rudi, katanya sambil mengulurkan tangan dengan suara nya yang serak-serak basah
" Citra.
kamipun saling bersalaman
Ternyata Rudi adalah orang yang sangat menarik dan lucu di balik penampilan nya yang urakan, obrolan kamipun nyambung.
Ada bagus nya juga Alvin membawa Rudi setidaknya aku nggak jadi obat nyamuk diantara dua insan yang saling merindukan ini
meskipun aku merasa terganggu dengan penampilan nya yang urakan seperti itu.
Rudi sering melempar lelucon yang membuat kami tertawa, meskipun ini pertemuan pertama tapi kami merasa akrab seperti sudah saling mengenal lama.
" Cit minta nomer HP kamu boleh ?
tanya Rudi
" Oh untuk apa ya? jawabku
" Yah buat disimpan saja, siapa tahu besok-besok ada perlu
" oke deh, 0852424xxxxx
__ADS_1
" Aku save ya, sweety kata Rudi
Akupun mendelik keheranan.
"loh kok gitu sih , protes ku
aku sudah punya pacar loh
" Kan emang kamu sweet , katanya
Baru pacar kan, belum .....
" sudah-sudah gak usah bahas , intinya aku punya pacar loh
" yayaya , katanya sambil senyum-senyum
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, hari pun sudah siang
aku mencari handphone ku di dalam tas, yang sejak tadi aku lupakan karena asik berbicara dengan Rudi, aku ingin menghubungi Yuka
Tapi ternyata handphone ku tertinggal di kosan,
" Aduhhhhh.....
" Kenapa, ada apa ? tanya Rudi khawatir
" gak apa-apa , aku lupa bawa handphone kataku sambil nyengir kuda
" Kirain , tangan kamu kejepit jebakan tikus dalam tas , hahahaha
" iihhh sembarangan, kataku sambil cemberut
Wi gimana nih ? nanti Yuka nelpon kataku sedikit berbisik pada Dwi
" Kamu sudah mau pulang Cit, tanya Dwi
kalau begitu ayo kita pulang
" apa ? kamu mau pulang Cit tanya Rudi
aku antar saja ya, katanya tanpa basa-basi
" Gak usah deh , aku pulang naik angkot saja kataku menolak
yah ogah banget aku pulang sama Rudi, apalagi nanti dilihat sama bapak kos bisa gawat aku nanti dilaporin sama Yuka kalau aku pulang di antar cowok.
" udah , sini aku antar ya
aku gak mau jadi obat nyamuk disini
barangkali juga Alvin dan Dwi punya tempat tujuan lain goda Rudi pada dua sejoli itu
" Yah udah Cit diantar sama Rudi aja , kata Dwi lagian lebih cepat juga
" oke deh, kataku
akupun menuju ke kosan dengan mengendarai motor, ternyata mereka membawa motor masing-masing
seperti sesuatu yang sudah direncanakan fikirku.
Kamipun sampai di kosanku, lalu aku mengucapkan terimakasih
"Makasih ya Rud sudah nganterin
" Loh aku gak disuruh singgah dulu nih, kan sedang panas, protes nya
" maaf ya Rud , kosan aku nggak boleh terima tamu cowok kataku ber alasan
sebenarnya aku malas saja kalau mengajak nya naik ke kamarku , nanti apa kata orang dan teman-teman apalagi aku juga punya pacar seperti nya gak pantas saja untuk menerima tamu cowok.
" kalau begitu aku pamit ya, nanti aku telpon kamu ya
__ADS_1
akupun hanya tersenyum, lalu aku berlalu pergi ke kamar ku tanpa menunggu nya pulang terlebih dahulu.
kenapa rasanya hatiku gelisah
aku rasa seperti sudah menghianati Yuka aku rasa ini bukan sesuatu yang benar dan boleh dilakukan aku takut Yuka melakukan hal yang sama disana.
Langsung saja aku mengambil handphone dan mengecek nya, ternyata tidak ada panggilan ataupun SMS masuk dari Yuka satupun.
Aku menelepon kembali nomor Yuka, tapi tetap tidak diangkat,
" Seandainya tau begini aku sama Dwi saja tadi
fikirku sambil melempar kan handphone begitu saja.
Tidak terasa aku tertidur , aku terbangun saat ada yang mengetuk pintu kamar
" Cit buka pintunya dong, seru Dwi dari luar pintu
akupun segera membuka pintu kamar
" sudah pulang Wi, sama siapa?
" sama Alvin tadi, dianterin
tapi orang nya sudah pulang
" aku ketiduran, sudah jam berapa nih Wi ?
" sudah jam 4 sore, katanya
aku segera mengecek handphone ternyata ada 5 Panggilan tak terjawab dari nomer baru, aku sangat kecewa karena aku fikir itu panggilan dari Yuka
ada SMS baru masuk
" Hai, ini aku Rudy save nomer ku ya sweety
Aku bergidik , males banget sih gumamku dalam hati.
Lalu aku membiarkan saja SMS itu tanpa membalasnya dan tidak menyimpan nomernya.
lalu ada telpon dari nomer yang sedari tadi aku tunggu, akupun mengangkat telpon tanpa bicara.
" Hallo, katanya di ujung telepon
kok nggak jawab? marah ya
" Hallo, jawabku
kamu kemana saja sih, aku telponin aku SMSin dari pagi gak ada kabarnya kamu jalan sama cewek ya disana? kamu selingkuhin aku?
baru aja sebentar pisah kamu sudah selingkuh
" Dengerin aku dulu Cit, aku nggak selingkuh tadi aku diajak latihan sampai sore dan aku nggak bawa hp . Hpku ketinggalan
" Hari Minggu masa nggak libur, setidaknya ada kabar dong.
" maaf ya Cit, tadi aku buru-buru bangun kesiangan lalu diajak latihan pagi, orang disini sangat disiplin Cit jangan marah-marah lagi ya
aku kan kangen pengen cerita tapi malah dimarahin
" Maafin aku ,aku takut kamu selingkuh disana,
karena kita jauh. kataku melembut
"Aku gak akan pernah selingkuhin kamu, aku cuma sayang sama kamu Cit, aku ingin kamu dampingi aku selamanya
Begitulah akhirnya kami bertengkar dan berbaikan lewat handphone, sangat sulit bagiku menjalani hubungan LDR lagi,
kalau dulu saat SMA aku tidak terlalu cemburu atau posesif karena Yuka selalu menghubungi setiap hari dan perasaan ku belum berkembang sebesar ini.
akankah hubungan kami baik-baik saja dengan komunikasi yang buruk ?
__ADS_1