
"Bagaimana ini, jerit Jessi panik
Siang hari sepulang dari kampus kami memasuki kamar masing-masing lalu terdengar suara Jessi berteriak
kamipun lantas menuju ke kamar Jessi
siang itu hanya ada aku, Dwi, Niar dan Siska
sementara Desi dan kak Dewi masih di kampus
"Ada apa Jess? tanyaku
" Ada yang mencuri laptop ku, kata Jessi panik
" Maksudnya laptop kamu hilang ?
" Iya Wi laptop ku hilang, kata Jessi lagi
" Coba cari lagi di tempat lain, barangkali kamu salah simpan , kata Siska
" Aku yakin sekali kalau laptop aku letakkan di atas meja ini setelah aku pakai semalam
terlebih lagi pintu kamar ku tidak terkunci, terang Jessi kepada kami
" Kalau begitu kita lapor bapak kos, mungkin baka kos tahu ada seseorang yang datang saat kami semua ke kampus , usulku kepada teman-teman
" Tunggu aku akan menelpon Desi terlebih dahulu
Jessi menelpon Desi berkali-kali namun dia tidak mengangkat handphone nya
" Mungkin dia sedang ada pelajaran, kata Siska menimpali
" Kalau begitu ayo kita lapor kepada bapak kos
kamipun menuju rumah bapak kos yang bertempat di belakang kosan,
tok...tok...tok
"Assalamualaikum, pak Danang
"Waalaikumsalam,
jawab seorang laki-laki dari dalam rumah
terlihat seorang laki-laki tinggi kurus berkulit putih dan masih muda , wajahnya tampan tapi tidak menarik, itulah bapak kos kami pak Danang sudah memiliki isteri dan seorang anak perempuan yang baru berusia tiga tahun anaknya cantik , pintar dan periang wajahnya mirip dengan bapak nya
sementara istrinya adalah perempuan yang gendut , pendek dan galak dia selalu melihat sinis ke arah kami setiap hari terlebih lagi jika kami sedang berbicara dengan bapak kos
__ADS_1
konon katanya semua harta yang dimiliki oleh pak Danang adalah milik istrinya
wajar saja sih jika dia bisa mendapatkan pak Danang yang tampan karena dia itu kaya .
Setidaknya itulah gosip yang selalu kami bicarakan jika kami sedang berkumpul bersama teman-teman kosan.
" Ada apa ini ramai-ramai , sahut bapak kos
" Anu pak, kamar Jessi kemalingan
jawabku kepada bapak kos
" Iya pak, kata teman-teman lain bersamaan
" Barang apa saja yang hilang ? apa kamu tidak mengunci kamar saat hendak ke kampus ?
" Tidak pak , aku lupa mengunci kamar
" Baiklah bapak akan ke atas , sebentar bapak akan ambil kunci serep terlebih dahulu
Pak Danang pun masuk ke dalam rumahnya sementara kami menuju ke lantai atas yaitu menuju kamar kosan kami , kamipun berkumpul diruang tengah menunggu pak Danang, tidak lama kemudian muncullah pak Danang beserta istrinya
" Baiklah adik-adik , bagaimana kalau saya dan ibu akan menggeledah kamar kalian untuk memastikan bahwa bukan kalian yang mengambil laptop Jessi
" Silahkan pak, jawab kami serempak
" Betul betul, kata teman-teman kecuali Jessi yang hanya diam
" Kalau begitu segera hubungi Desi dan Dewi jika mereka tidak mengangkat telpon, kirim pesan bahwa kamar akan segera di geledah ucap ibu kos
" Baik Bu, kamipun secara bergantian menelpon Desi dan kak Dewi namun tidak ada jawaban
" Bagaimana, apakah diangkat ? tanya bapak kos
Akupun menggeleng kan kepala , menandakan bahwa usahaku nihil
" Sudah pak geledah saja, ini sudah hampir sore agar teman-teman juga dapat beristirahat kata Jessi
" Baiklah, sahut bapak kos
Kamar kamipun di geledah lemari dan barang-barang kami di bongkar namun tidak di temukan juga laptop Jessi dimana
tibalah kamar Desi di geledah, di meja kamarnya terlihat ada laptop
" Itu laptop aku pak ' seru Jessi
jadi Desi yang mencurinya
__ADS_1
" Tunggu dulu Desi pulang lalu kita minta penjelasan nya , terang bapak kos
" Jadi masalah ini sudah selesai, laptop Jessi sudah di temukan nanti malam kami bicarakan hal ini bagaimana Jessi
" Iya pak, saya akan menunggu Desi pulang
...****...
Desi pun pulang dari kampus, kami mendengar keributan dari kamar, lalu kami keluar ternyata Jessi sedang menyerang Desi dengan kata-kata tak pantas
Plak , terdengar suara tamparan di susul dengan suara Jessi yang menyudutkan Desi
" Hei kamu pencuri , kenapa baru pulang sekarang ku sudah menunggu dari tadi
" Dengar dulu penjelasan ku Jess, aku tidak bermaksud mencuri laptop kamu aku hanya mengamankan nya saja karena tadi pintu kamar kamu yang tidak terkunci lalu aku melihat ada laptop kamu di atas meja dan itu sangat mencolok aku memutuskan untuk menyimpan nya di kamar ku saja agar aman, terang Desi
" jangan banyak alasan kamu, sudah jelas kedapatan kamu masih saja mengelak kamu begitu sangat kekurangan ya sehingga kamu rela mencuri ?
" Kamu sudah sangat keterlaluan Jess, jerit Desi
Kamipun datang menghampiri mereka berusaha merelai pertikaian yang terjadi
" Jangan banyak omong kamu Des, bukti sudah di depan mata, apa kamu tidak malu hah ?
aku akan segera melaporkan kamu ke pihak berwajib agar kamu tidak melakukan hal yang sama terhadap teman-teman yang lain, kata Jessi lagi
" Stop, stop berhenti kalian berdua sebaiknya hal ini kita bicarakan baik-baik tidak usah kita melaporkan ke Polisi biar bagaimanapun kami semua adalah teman , kataku kepada merka berdua
" Yuk , kita duduk di ruang tamu ajak Dwi
Dengan muka masam Jessi mengikuti kami seolah-olah tidak rela, begitupun Desi dia hanya tertunduk saja entah dia kesal atau malu kami tidak dapat melihat ekspresi wajahnya dengan benar.
setelah duduk akupun mulai berbicara
" Ayo kita dengarkan penjelasan dari Desi terlebih dahulu
"Saat hendak pergi ke kampus, aku yang terakhir di kos ini kalian seperti nya sudah pergi semua kalian sendiri tahu kan kalau kamar Jessi paling depan , tentunya aku melewati kamar nya sebelum berangkat aku melihat kamarnya terbuka sedikit dan tidak terkunci, jadi bukannya aku sengaja membuka kamar kamu ya Jess lalu aku melihat meja kamu yang ada laptop di atasnya dan itu sangat menarik perhatian aku memutuskan untuk menyimpan nya di kamar ku saja daripada nanti laptop kamu hilang lagipula aku menyimpan laptop kamu di atas meja kan ? jika aku berniat mencuri nya tentu saja aku akan menyembunyikan nya di tempat yang tidak terlihat
kamipun manggut-manggut mendengar penjelasan Desi yang memang masuk akal
" Bagaimana Jess ? apa kamu masih tidak mempercayai Desi
" Iya aku percaya dengan penjelasan Desi,
Des maafkan aku yang sudah salah paham terimakasih ya , kata Jessi seraya memeluk Desi
"Iya sama-sama ,maaf juga aku tidak memberitahu dari awal kalau aku yang menyimpan laptop kamu
__ADS_1
Merekapun saling memaafkan dan kamipun kembali ke kamar masing-masing dengan perasaan lega