ROMANSA REMAJA

ROMANSA REMAJA
Cemburu Buta


__ADS_3

Dwi baru saja pulang lalu memasuki kamar dan mendapati ku sedang menangis.


sementara handphone ku sejak tadi bergetar


aku mengabaikan panggilan telpon dari Yuka yang sudah menelepon ku sebanyak tiga belas kali namun aku tidak mood untuk menjawab nya.


" Kenapa menangis non? tanyanya


" ah , gara-gara si Yuka tuh masa dia telponan sama cewek lain di depan aku


" Loh kok bisa begitu mungkin dia adalah temannya ?


" Iya teman , tetangga depan rumahnya di kampung , kataku sambil mendengus katanya dia sedang putus dengan pacarnya


" Ngapain dia telpon Yuka?


" Nah itu yang aku heran, ngapain dia curhat sama Yuka kalau dia putus sama pacarnya ?


" Hmmm, betul juga ya bagaimana kalau kita ke rumah Yuka , nanti kita pinjam motor pacarnya Jessi kebetulan orangnya katanya mau nginep disini


" Loh emang boleh sama bapak kos ? tanyaku heran karena kosan ini kalau ada cowok nginep resikonya bisa di usir deh


" Yah bapak kos gak tahu lah, heheh


" Wah pinter ya , kataku terkekeh


Akhirnya akupun mengendarai motor kerumah Yuka,


saat tiba disana aku lihat Nina ada di depan rumah Yuka dia sedang menangis dalam pelukan Yuka aku sangat emosi ingin rasanya aku jambak-jambak perempuan itu dan ingin mencaci maki Yuka


Namun aku di cegah oleh Dwi, dia menyarankan ku untuk bicara baik-baik


" Oh , begini ya rupanya kelakuan kamu ?


tanyaku pada Yuka


Yuka dan Nina terlihat kaget


Nina melepaskan pelukannya dari Yuka


" Kenapa ? kaget lanjutkan saja !

__ADS_1


" Citra, ini bukan seperti apa yang kamu fikirkan ? jelas Yuka


" Oh, memangnya apa yang aku fikirkan ?


aku tidak berfikir macam-macam, aku hanya berfikir kalau Nina sedang curhat lalu kamu menghibur nya sambil memeluknya sebagai seorang teman yang menguatkan teman perempuan nya, begitukan kejadian nya? tanyaku marah


" Iya , persis seperti apa yang kamu katakan Citra aku tidak memeluk Nina sumpah Citra aku gak macam-macam


Nina jelasin dong sama Citra apa yang sebenarnya terjadi jangan diam saja bentak Yuka pada Nina


Nina hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa dia hanya mundur di belakang Yuka seolah-olah meminta perlindungan


" Aku kesini ingin memastikan saja sebenarnya apa yang terjadi, ternyata kalian disini malah berduaan peluk-pelukan ? gak pantes tahu


" Citra tolong dengar penjelasan ku ,


" Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, dan kamu perempuan ambil saja Yuka kalau kamu mau, kamu suka kan sama dia ?


kataku menunjuk wajah Nina


" Citra tolong dengar penjelasan ku dulu, terlihat Yuka mengacak rambut di kepalanya


lagipula kamu yang datang kemari sendiri aku tidak mau hubungan aku dengan Citra jadi rusak karena hal ini


" Maaf Yuka aku tidak tahu mau berbicara apa kepada Citra, aku takut karena dia bertingkah seperti preman, aku takut dipukuli oleh Citra, bela Nina kepada dirinya sendiri


" Sekarang kamu pulang, masalah kamu mungkin bisa kamu selesai kan sendiri, usir Yuka pada Nina


" Aku tidak bisa Yuka, aku mau kamu menolong ku , sambil Nina menghambur memeluk Yuka


" Heh, kalian berdua aku muak melihat kalian bertengkar seperti itu, cukup sudah Yuka kataku menahan diri .


" Dan kamu, perempuan aneh seenaknya kamu bilang kalau aku seperti preman, kalau aku preman sudah aku cakar-cakar wajah cantik mu itu, aku membentuk tanganku seperti cakaran pada wajahnya


Akupun mengajak Dwi untuk pulang aku setengah berlari menuju sepeda motor yang kami parkir di seberang jalan


Yuka melepaskan Nina dan berlari mengejar ku, Namun aku sudah terlanjur pergi bersama Dwi dengan dia yang mengendarai sepeda motor itu, padahal Dwi memiliki masalah rabun jauh akan tetapi daripada kondisi ku yang sedang emosi keadaan nya jauh lebih baik untuk mengendarai sepeda motor itu, Dwi sangat berhati-hati dalam berkendara sambil sesekali menenangkan ku, sesampainya di depan kosan Dwi menabrak mobil pick up yang sedang parkir dipinggir jalan dan kamipun terjatuh


untung tidak parah kami hanya tertawa-tawa dengan kejadian itu


" Hahaha, kita selamat sampai depan kos tapi depan kos malah nabrak kataku sambil tertawa dan menaikkan sepeda motor

__ADS_1


" Aku tidak lihat kalau ada mobil yang sedang parkir disana, kata Dwi sambil tertatih


Untung saja sepeda motor pinjaman itu tidak lecet sedikit pun, dan kami mengembalikan kunci motor itu dengan aman setelah berterima kasih kami kembali ke kamar.


" Wah , kamu lihatkan si Nina itu Wi? seperti ular


" Iya, aku lihat tadi dia seperti tersenyum waktu kamu marah-marah kepada Yuka


" Benarkan Wi ? apa jangan-jangan dia suka sama Yuka


" Bisa jadi dia suka kepada Yuka kata Dwi membenarkan perkataan ku


" Aneh juga si Yuka itu, mau saja dia di peluk-peluk sama Nina, memang doyan kali dia pokoknya aku tidak akan memaafkan Yuka


biar saja dia sama si Nina ular itu aku sudah tidak perduli


" Oh , no no no !! jangan dong, enak saja masa sih kamu mau di kalah sama si Nina itu kamu harus rebut Yuka kembali, kamu tunjukkan sama si Nina itu kalau Yuka adalah punya kamu.


" hmmm, tapi pasti Yuka sedang mesra-mesraan sama Nina sekarang


" Pasti Yuka nyusul kesini, percaya deh sama aku , jawab Dwi percaya diri


tidak berselang lama terdengar suara motor Yuka memasuki teras kosan dan dia menaiki tangga


" Tuh kan apa aku bilang? pasti dia nyusul


" Dwi tolong bilang sama Yuka kalau aku sedang tidak ingin bertemu dia dulu aku butuh waktu untuk berfikir dan menenangkan diri


Dwi mengangguk tanda mengerti, lalu dia keluar kamar dan menemui Yuka sebelum Yuka mencapai kamar kami, terdengar suara Yuka sangat sedih dan menyesal


" Apa aku tidak bisa bicara dengan Citra sekarang ? tanya Yuka


" Maaf ya, tadi Citra berkata kalau dia ingin menenangkan diri dan berfikir dahulu mungkin besok dia sudah sedikit baik dan bisa berbicara dari hati ke hati


" Kalau begitu aku pulang dulu, tolong katakan kepada Citra kalau aku dan Nina tidak ada hubungan apa-apa, nanti aku akan minta Nina untuk menemui Citra


" Jangan lakukan itu Yuka, kamu sungguh ingin melihat Citra menghajar Nina? sebaiknya kamu urungkan niatmu itu biarkan saja beri saja Citra ruang dan waktu aku yakin dia masih sayang sama kamu dia pasti akan membaik besok


" Baiklah, tolong jaga Citra katakan kalau nanti aku akan menghubunginya


" oke, sekarang kamu pulanglah, jam malam sudah hampir habis aku tidak ingin ada masalah, meskipun kamu adalah sepupu bapak kos tapi kami tidak ingin menjadi contoh yang buruk

__ADS_1


__ADS_2