ROMANSA REMAJA

ROMANSA REMAJA
Ragu


__ADS_3

Setelah Yuka sudah sehat aku kembali ke kosan melakukan aktivitas seperti biasa


Di sore hari yang indah setelah mandi


drrt....drrt....drrt


kulihat Panggilan telpon dari Rudi


" Hallo, kataku mengangkat telpon


" Hallo , Citra


" Iya , ada perlu apa kak ? tanyaku


" Gak boleh ya telpon kamu, akukan rindu sama kamu ?


" Maaf ya kak, jangan bicara seperti itu aku nggak nyaman sama sekali, ingat ya kak aku sudah punya pacar kalau bicara seperti itu aku tidak akan mengangkat telpon Kaka lagi, jawabku tegas


" Iya bolehlah kamu punya pacar, orang menikah saja dapat bercerai apalagi sekedar pacaran, seganteng apa sih pacar kamu tuh


" Kalau tidak ada keperluan aku matikan telpon nya ya ka akupun mematikan telepon


Dih, kenapa sih nelpon aku lagi padahal aku sudah tenang selama beberapa minggu ini dia menghilang kenapa dia muncul lagi sih,


bikin merinding saja.


Tapi lucu juga dia ya, pantang menyerah apa dia sangat cinta sama aku ya perjuangan banget, beda dengan Yuka yang kurang usaha yang datar-datar saja kurang berjuang kelihatan nya hanya aku saja yang suka sama dia yang cinta sama dia aku yang nempel terus sama dia menyedihkan sekali sih aku ini.


Malam harinya Yuka datang kekosan dengan mengendarai motor nya, aku melihat nya dari atas balkon dan aku menjemput nya di tangga


kegirangan, aku selalu bahagia jika melihat Yuka hatiku seakan ingin lompat dari tempat nya, akupun menghambur memeluk Yuka yang membuat Yuka tersenyum melihat tingkahku


" Kamu sudah baikan sekarang ? tanyaku sambil memegang perutnya


" Iya aku sudah baikan, kan kamu yang ngerawat aku dengan baik


" Mamah kamu tahu kalau kamu sakit?


" Iya aku sudah memberi tahu nya kemarin supaya dia tidak khawatir dan datang dari kampung, kasihan kalau sampai datang jauh kan sudah ada kamu yang rawat aku


" Yuka, kamu itu sayang gak sih sama aku ?

__ADS_1


" Kenapa kamu tanya seperti itu? harus bagaimana lagi untuk membuktikan kalau aku sayang sama kamu?


" Kamu seperti kurang usaha tahu pacaran sama aku, jawabku cemberut


" Mau bagaimana lagi, Kitakan masih sama-sama susah dan minta uang sama orang tua , ya kita pacaran gak bisa mewah-mewah atau sering-sering keluar seperti orang lain


" Bukan itu maksud aku, maksud aku kamu saja Waktu ngajak pacaran cuma bilang,


citra kamu mau gak jadi pacar aku, kalau mau syukur kalau tidak ya tidak apa-apa ?


" Hahah, itu karena aku malu sekali Cit , jawabnya terkekeh


" Kalau begitu, sekarang ulangi dong katakan selayaknya ngajak orang pacaran,


aku contohin ya " Citra aku sayang sekali sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku " sambil pegang tanganku dan tatap mataku


" Hahaha aku tidak bisa Citra, aku malu


jawabnya sambil tertawa


" Pokoknya aku ngambek kalau kamu gak bisa tembak aku seperti orang-orang


" Hahaha kamu kenapa sih sayang, habis kesambet apa ? tanya Yuka menggodaku


terdengar suara handphone Yuka bergetar, kulihat nomer baru tertera disana


" Hallo, Yuka menjawab telpon nya


" Hallo, terdengar suara lembut seorang perempuan di ujung telepon, yang membuat hatiku panas dan emosi namun masih kutahan


" Oh, hai Nina tumben nelpon ada apa ya? tanya Yuka


Hah, dia tahu siapa yang menelepon hanya dari suaranya saja?


terlebih lagi Yuka menjauh dariku sembari terus berbicara dengan Nina. Hatiku makin panas dan was-was


Nina adalah tetangga depan rumah Yuka di kampung yang setahun lebih tua dari Yuka, kulit nya putih dan wajahnya Cantik hanya penampilan nya saja kurang menarik dia pendek dan badannya sedikit berisi.


Akan tetapi saat dulu aku dan Yuka belum berpacaran, dia pernah mengatakan kepadaku kalau dia pernah menyukai Nina saat kecil dia juga pernah mengatakan kalau aku dan Nina adalah saingan karena sama-sama memiliki wajah yang cantik.


Cukup lama Yuka berteleponan dengan Nina, kadang dia tertawa kadang dia berwajah serius

__ADS_1


aku hanya diam saja menahan marah kepada Yuka, teganya dia menerima telpon dari perempuan lain dihadapan ku dan menjauhi aku, dia sama sekali tidak menjaga perasaan ku


Setelah lima belas menit kemudian Yuka kembali datang setelah menutup telpon dari Nina


" Kenapa Nina telpon kamu hah ? tanyaku dengan nada yang tinggi


" Gak ada apa-apa, dia hanya cerita masalah nya kepada ku, kalau dia putus dengan pacarnya


" Lalu , apa urusan kamu ? kenapa dia harus telpon kamu, dia mau pacaran sama kamu setelah putus dengan pacarnya ? begitu maksudnya ?


" Tunggu, bukan begitu ada masalah yang gak bisa aku beritahu sama kamu nanti kalau masalahnya beres , aku akan kasi tahu kamu kok, kamu jangan marah ya kata Yuka mencoba menenangkan ku


" Jadi kamu merahasiakan sesuatu dari aku demi cewek itu? aku pacar kamu loh Yuka kataku sambil menangis


" Kamu jangan salah faham


" Jadi kamu masih suka sama cewek itu? tanyaku pada Yuka


" Tentu tidak Citra, aku sama sekali tidak pernah sekalipun suka dengan Nina, aku sudah menganggap dia seperti kakak aku


" Dulu kamu pernah bilang suka sama dia?


kataku terus menyudutkan Yuka


" Oh, itu saat aku masih kecil dan belum tahu apa-apa, sudah dong jangan marah ya


" Kamu juga bilang kalau dia cantik


" Iya memang dia cantik, tapi aku tidak suka sama dia , sumpah aku hanya suka sama kamu Citra


" Bohong kamu, sekarang kamu pulang aku gak mau lihat kamu lagi, aku benci sama kamu Yuka kita Putus saja kataku lemah


" kamu jangan bicara seperti itu Citra, aku gak mau putus dari kamu nanti kita bicara lagi saat kamu sudah tenang, aku akan pulang dulu nanti aku telpon kamu ya ?


Aku masuk ke kamar dan tidak memperdulikan Yuka pulang , rasanya dada ini sesak aku cemburu dan sakit hati,


untuk apa cewek itu menelpon Yuka saat putus dari pacarnya?


tapi apakah benar aku ingin putus dari Yuka kalau Yuka menganggap serius ucapanku tadi bagaimana ya ? aduuuh bodohnya aku bagaimana kalau aku benar-benar putus lalu Yuka berpacaran dengan Nina, karena mereka sama-sama baru putus dari pacar masing-masing. Jangan-jangan Yuka tidak pulang kerumah melainkan bertemu dengan Nina malam ini lalu mereka saling menghibur dan mereka tidur sama-sama ?


aku semakin pusing di buatnya hatiku semakin sakit memikirkan semuanya harusnya tadi aku tidak perlu marah harusnya tadi aku ikut kerumah Yuka saja supaya memastikan mereka tidak kembali ber teleponan atau mereka bertemu

__ADS_1


Rasanya aku ingin menyusul kerumah Yuka saat ini , namun hari sudah malam dan aku takut naik angkot sejak kejadian itu aku hanya bisa meratapi nasibku sendiri saat ini di kamar ini


__ADS_2