
Sampai lah kami di depan kampus yang akan menjadi tempat ku mengenyam pendidikan
STIKES ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan)
ya aku memang bercita-cita menjadi seorang " "Bidan"
Seseorang yang menolong Ibu yang akan melahirkan kehidupan baru, malaikat kecil dan harapan keluarga , pekerjaan yang tidak banyak orang yang mau karena memiliki resiko dan tanggung jawab besar, tapi entah mengapa aku suka profesi itu, aku melihat Bidan di desaku aku senang melihat nya yang sering membantu orang yang sakit dan akan melahirkan.
Setelah sampai di depan kampus aku bertemu dengan seorang teman sekelas ku saat SMA , namun aku tidak begitu akrab saat di kotaku dulu,
namanya Dwi , orangnya kalem, baik dan manis perawakannya tinggi kurus dan kulit nya bersih
" Hai Dwi, sapaku
" Hai Cit, mau daftar kuliah disini juga ?
" Iya aku mau kuliah disini, kamu tinggal di mana wi, dan kesini dengan siapa ? tanyaku
" Aku masih tinggal drumah kakak ku, dan aku kesini di antar kakak ku, kalau kamu ?
" Aku kesini di antar kakak sepupuku, namanya Yuka jawabku berbohong
Yuka kenalin ini teman satu kota ku dan satu kelasku dulu saat SMA,
mereka pun saling berkenalan
" seandainya aku tahu kamu mendaftar Kuliah disini juga , kita bisa sama-sama dari kampung
kataku pada Dwi,
"kamu tinggal dimana Wi ? tanyaku lagi
" aku belum dapat tempat tinggal , kata Dwi
" Wah kebetulan bagaimana kalau kita tinggal sama-sama
ada tempat kost bagus dekat sini, aku berencana tinggal dsana
kalau mau kamu bisa lihat-lihat sebentar setelah pendaftaran
" oke-oke ide bagus , aku juga takut kalau harus sendiri di kota ini, kata Dwi sambil tersenyum
Setelah melewati proses pendaftaran,
pengukuran tinggi, pemeriksaan fisik dan tes tertulis akhirnya kamipun pulang sambil menunggu pengumuman
aku diantar oleh Yuka menuju tempat kost , begitu pun dengan Dwi dia diantar oleh kakaknya menuju tempat kost ku
Kakaknya Dwi suka dengan tempat kost kami
akhirnya aku dan Dwi memutuskan untuk tinggal bersama
sore harinya orang tua ku datang membawa barang-barang yang aku butuhkan
aku memperkenalkan Yuka , yang memang orang tua ku sudah mengenal dan sangat mempercayai nya.
jadi antara orang tua ku dan Yuka tidak ada masalah sama sekali
kehidupan percintaan pertama ku berjalan lancar dan tidak ada hambatan itulah yang selalu aku fikirkan
orang tua ku bermalam di kost ku
Dwi pulang dirumah kakaknya
__ADS_1
Yuka pun pulang kerumahnya
malam itu aku menelepon Yuka
"Hallo,
"Hallo juga jawab Yuka
kenapa kangen ya?
" Iya kangen , aku jadi susah tidur tidak sabar mau ketemu kamu lagi pengen di peluk jawabku
" Kamu berani sekali ya kalau di telpon, kalau ketemu langsung ciut , ejeknya
" hehe besok aku tidak ciut, besok aku mau langsung mau peluk kamu , kata ku menantang
" hahaha aku tunggu loh kata Yuka
" Kalau begitu sudah dulu ya , aku mau tidur supaya cepat pagi dan ketemu kamu
bye ... !!!
aku menutup telpon sambil tersenyum
akupun tertidur di sebelah ayah dan ibuku yang sudah tertidur pulas, rasanya ingin cepat pagi dan bertemu dengan Yuka lagi.
Keesokan paginya , aku diajak oleh ibuku untuk membeli berbagai keperluan yang masih kurang aku mengajak Dwi sekalian.
aku berbelanja sampai siang hari
aku lupa membawa handphone dan tidak mengabari Yuka sampai siang hari
sepulang belanja , aku mengecek handphone banyak panggilan dan SMS dari Yuka
tuuut....
baru satu kali berdering teleponku langsung diangkat
" Hallo, katanya kangen pengen cepat-cepat pagi, mau ketemu kok malah gak ada kabar, telpon gak di angkat SMS gak di balas , cecarnya di ujung telepon
" hehe maaf tadi pagi aku langsung berbelanja sama Ibu dan Dwi, terus aku lupa bawa handphone , maaf ya Yuka jawabku sambil memelas, kamu marah yah ???
marah ??
" Gak Cit , ngapain marah mana bisa aku marah sama kamu .
" kapan kamu kesini ? tanyaku
" Ini aku sudah mau ke kost kamu , jawabnya
" oke aku tunggu ya , sembari menutup telpon
Yuka telah sampai dan turun dari sepeda motor nya , lalu menyapa kedua orang tua ku.
Orang tuaku menyambut Yuka dengan ramah , terutama ayahku dia orang yang sangat baik , sehingga Yuka bisa enjoy dan santai
Yuka pun membantu ayahku mengangkat lemari dan menyusun yang berat-berat di kamar, sisanya kami perempuan yang membersihkan .
Setelah selesai ,
tidak terasa hari sudah hampir sore orang tua ku akan kembali kerumah
orang tuaku berpamitan dan memberi pesan-pesan agar aku menjaga diri di kota ini.
__ADS_1
Dia pun berpesan kepada Yuka agar menjaga ku baik-baik , dia mempercayakan aku padanya
Malam pun tiba jam menunjukkan pukul 20.00 malam kami semua sangat lelah, setalah mandi dan makan malam
Yuka pun berpamitan pulang sebenarnya aku ingin lebih lama dengan dia
tapi di kost ku ada jam malam pukul 21.00 tamu pria di haruskan pulang.
" Aku pulang dulu ya, kata Yuka berpamitan
" Iya hati-hati , jawabku sambil melambaikan tangan
tidak ada yang istimewa karena ada Dwi diantara kita
Setelah Yuka pulang aku dan Dwi menyempatkan diri menyapa tetangga kost kami, yang kebetulan sama-sama mahasiswa baru seperti kami juga
mereka semua ramah dan baik
suasana kost cukup ramai kami berbincang-bincang saling memperkenalkan diri
- Jessi mahasiswa baru beda jurusan
anaknya cantik, putih , matanya sipit
dia cerewet dan pandai bernyanyi terlihat seperti anak gaul
- Dewi senior kami satu tingkat , orangnya kalem dan pendiam
- Desi mahasiswa baru yang ramah dan manja
adalagi penghuni kamar lain namanya Siska dan Niar dia mahasiswa baru juga tapi sepertinya enggan bergaul dan lebih sering mengurung diri di kamar
setelah saling memperkenalkan diri dan berbincang-bincang kamipun kembali ke kamar masing-masing dan tidur.
Pagi pun tiba,
pagi-pagi sekali Dwi sudah bangun
Dwi rajin dan pintar memasak sangat berbeda dengan ku yang sama sekali tidak bisa memasak.
masakannya sangat enak.
sebenarnya aku dan Dwi belum terlalu saling mengenal secara pribadi
jadi dia belum tahu kalau ternyata Yuka itu pacarku bukan saudara sepupu.
Tidak lama kemudian Yuka pun datang
lalu aku mengenalkan Yuka pada Dwi bahwa Yuka adalah pacarku , Dwi pun tidak terlalu kaget dia mengatakan bahwa kami cocok dan serasi.
Dwi tidak terlalu banyak bicara dan kepo dengan urusan pribadi , aku rasa akan cocok menjadi roomate nya tanpa ada masalah.
Dwi juga tidak keberatan jika Yuka sering-sering datang ke kostan kami.
Hari-hari ku terasa bahagia berada di kota ini , karena berdekatan dengan Yuka
Yuka sangat baik dan menyenangkan, membuat ku betah berada di kota ini meskipun jauh dari keluarga.
aku berharap semoga hal baik ini selalu mengikuti ku,
percintaan yang sempurna
sahabat yang baik
__ADS_1
pendidikan yang lancar tanpa ada hambatan