
begitulah hari-hari yang kujalani dengan Yuka kadang kami bertengkar karena hal-hal kecil, Setiap menelpon selalu saja ada pertengkaran dan semua itu disebabkan oleh ku yang selalu cari gara-gara .
Sampai suatu sore kak Yudi datang ke kosan kebetulan Dwi sedang tidak ada dan aku sendirian di kamar
" Hai kak, kapan datang? Dwi sedang tidak ada dia sedang keluar , kataku
" Kamu sudah makan ? tanyanya tidak memperdulikan perkataan ku barusan
" Belum kak, jawabku sambil menggeleng
" Yuk keluar makan sama aku, katanya
" Loh aku belum mandi kak
" Gak apa-apa masih cantik kok
Diapun menarikku keluar lalu menyuruh ku masuk ke dalam mobilnya
" Kita makan dekat-dekat sini aja yah karena sudah sore , aku laper banget dan males makan sendirian terus aku kepikiran kamu deh.
celoteh nya sambil tersenyum tanpa dosa
Aku hanya terdiam saja anehnya aku tidak marah aku senang dengan perlakuan nya yang spontan
" nah kita makan dsini saja yah, katanya
aku dan dia pun turun
benar-benar tempat yang sangat dekat hanya kurang lebih 100 meter dari kosan
" Kamu mau makan apa ? tanyanya padaku
" Aku mau makan bakso saja kak
" Bu pesan bakso nya 2 mangkok ya , satu tidak pakai bawang
Loh kok dia tahu aku gak suka pakai bawang padahal ini pertama kalinya aku makan sama dia, mungkin Dwi yang beritahu dia yah. pikir ku dalam hati
Setelah sampai dua mangkuk bakso , lalu dia mengambil bakso yang tanpa bawang ternyata dia tidak suka , padahal aku sudah geer duluan aku kira dia sepeka itu.
Aku geli sendiri dalam hati
Lalu aku menyingkirkan bawang-bawang yang menghiasi mangkuk baksoku.
" Loh kok di buang, ga suka ya ? kenapa gak bilang
" Aku kira kakak pesan yang polos buat aku, kataku sambil cemberut
" Hahaha , aduh maaf ya mau tukar ?
__ADS_1
katanya sambil menyodorkan mangkuk baksonya
" gak usah kak, kan bisa dibuang daunnya
" ternyata kita banyak kesamaan ya, kamu gak marah kan aku todong jalan ? kata kak Yudi
" aku menggeleng , gak aku sama sekali nggak marah kak, aku senang kok jalan sama kakak
" Berarti bisa dong lain kali kita jalan lagi , matanya berbinar-binar
" iya bisa kak, jawabku
" Bu tolong bungkus kan empat bakso ya buat di bawa pulang "
kata kak Yudi pada penjual bakso
setelah kami selesai makan,
aku hanya diam saja menunggu
setelah pesanan selesai kamipun pulang menuju kosan
" Nih bakso buat teman-teman kamu, makasih ya sudah nemenin aku makan sore ini, kata kak Yudi sambil menyodorkan bakso yang dia pesan tadi
" Wah terimakasih banyak nih kak kata Jessi sambil menyambar kantongan plastik itu
"sering-sering saja bawa Citra ya kak , lanjut Jessi
Kami semua tertawa mendengar candaan teman-teman
Aku menikmati kebersamaan ku dengan kak Yudi , tapi Rudi sama sekali tidak berhenti menghubungi ku meskipun selalu aku abaikan
...*****...
Ini adalah akhir bulan Desember sebentar lagi Tahun baru
sejujurnya aku tidak pernah keluar saat Tahun baru meskipun saat bersama Yuka entah kenapa , mungkin karena kami malas atau tidak suka keramaian atau karena kami hanya nyaman berdua saja.
Tapi tahun ini Yuka tidak berada di sampingku, disaat semua orang keluar bersama pasangan nya aku akan sendirian di Rumah ini dong baru di bayangkan saja sudah sedih rasanya
Kak Yudi semakin sering menelpon dan menanyakan kabar, atau sekedar singgah membawakan martabak telur kesukaan semua orang.
Dia juga sering mengajakku jalan keliling kota
hal yang tidak pernah aku lakukan bersama Yuka , akan tetapi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam hatiku untuk menghianati Yuka
Sampai disuatu sore kak Yuka mengajakku ke pinggir pantai yang indah
" Citra aku sering ajak kamu jalan, sering telpon kamu pasti kamu tau kan maksud aku apa ?
__ADS_1
kayaknya gak perlu aku jelaskan lagi
bagaimana pendapat mu ?
" Hmmm gimana ya kak, tapi aku sudah punya pacar
" Tapi jauh kan , kata kak Yudi
" Iya jauh,
"Tidak apa-apa , aku juga sebenarnya sudah punya pacar, tapi sama dia juga jauh
aku sayang sama kamu Cit, dan aku mau kita lebih dari sekedar teman , kita jalani saja dulu nanti kalau pacar kamu datang , aku bisa menjauh dan kalau kamu sudah putus dengan pacar kamu, aku mau terima kamu kembali karena ini sudah resiko aku berpacaran dengan kekasih orang.
kata kak Yudi serius
" Bagaimana ya kak, tapi tidak apa-apa kalau pacarku kembali, apa Kakak benar-benar rela dan tidak akan marah ?
" Iya aku janji , aku gak akan marah tapi ingat, jangan salahkan aku kalau kamu akan nyaman sama aku daripada pacar kamu loh ..
" Hahaha , oke deh kak aku mau jalan sama kakak, tapi kakak jangan coba mencari tahu tentang pacar aku dan satu lagi kita backstreet ya dari teman-teman terutama Dwi
" Loh kenapa? tanya kak Yudi heran
" soalnya teman-teman aku juga dekat dengan Yuka, aku gak mau kakak di anggap sebagai perusak hubungan antara aku dengan Yuka dan aku nggak mau aku ataupun kakak di pandang negatif oleh mereka.
Kamipun resmi berpacaran, entah setan apa yang merasuki kepalaku, bisa-bisanya aku berselingkuh dari Yuka setelah 3 tahun kami berpacaran.
Aku hanya berdoa dan memohon agar Yuka disana tidak melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan disini, atau setidaknya dia tidak ketahuan olehku jika berselingkuh.
Sementara Rudi masih saja meneror ku
entah apa yang ada di dalam fikirannya
mungkinkah dia merasa penasaran karena aku sama sekali tidak menggubris nya, atau dia ter obsesi kepadaku atau dia sangat menyukai ku
oohh tidak mungkin kalau dia sangat menyukai ku, dari tampang nya saja dia seperti lelaki yang mempunyai pacar sepuluh atau lelaki yang tidak bisa bertahan bahkan hanya satu Minggu untuk berpacaran dengan satu perempuan.
Entah kenapa setiap kali aku memikirkan tentang Rudi bulu kudukku seakan berdiri
aku tidak mau terlibat dengan lelaki semacam itu.
Tapi setidaknya sekarang ada kak Yudi di samping ku jadi kalau si Rudi macam-macam aku bisa melaporkan nya pada kak Yudi.
Padahal jika saja Yuka tidak jauh-jauh dari aku hal seperti ini tidak mungkin terjadi
pasti duniaku hanya berputar antara aku dan dia saja.
Alam bawah sadar ku melakukan pembelaan bahwa penyebab aku selingkuh karena Yuka yang meninggalkan ku padahal aku sudah jauh-jauh menyusulnya sampai kesini.
__ADS_1