
Meskipun kami sudah berpacaran selama dua
tapi kami sama sekali belum saling mengenal
secara dalam
Sembari makan kami kebanyakan diam, ternyata dia orang nya pendiam khas laki-laki, beda jika di telpon atau SMS
sementara aku orang nya pemalu jika baru bertemu
" Kamu aslinya pendiam ya , tanya nya padaku
" eh , gak kok aku aslinya cerewet hanya malu-malu saja kan baru ketemu, aslinya mah malu-maluin jawabku sambil terkekeh
selesai makan kami langsung kembali ke rumahnya , sebenarnya aku deg-degan hanya berduaan dengan laki-laki apalagi kami berdua masih sama-sama muda dan rasa penasaran kami sangat besar.
aku mencoba bersikap setenang mungkin meskipun jantungku sebenarnya seperti akan melompat keluar dari tempat nya
aku tidak tau apa yang dia fikirkan , apakah yang dia fikirkan sama dengan yang aku fikirkan , ntahlah.
"Aku mau mandi ya , kataku
dimana kamar mandinya ??
" oh iya sebenarnya aku juga mau mandi , apa mau mandi bareng tanyanya .
oh my God , aku terkejut setengah mati
" nggak kok aku cuma bercanda , kenapa kaget sekali , ucapnya seraya tertawa
itu kamar mandi sebelah sana sembari menunjuk ke arah belakang dekat dapur
aku berlalu ke kamar mandi tanpa menjawab apapun.
Setelah mandi dan berganti pakaian, aku memakai bedak bayi dan lip balm agar tidak terlihat pucat rambut panjang ku yang masih lembab aku biarkan tergerai, setelah itu aku keluar dan terlihat dia duduk di depan televisi sambil menonton, aku duduk di kursi bersebrangan dengan tempat nya duduk
" Kamu cantik sekali katanya
aku hanya tertunduk malu dengan wajahku yang kemerahan karena seperti nya aliran darahku mengalir deras karena jantung ku yang memompa dengan cepat .
aku ingin membuang segala fikirkan kotor yang ada di kepala ku ini ,
"kenapa duduknya jauh-jauh begitu lanjutnya seraya mendekat kearah ku.
dia duduk di samping ku sambil berkata
" kamu kenapa kebanyakan diam , gak suka ya ketemu aku ?
" eh , gak kok jawabku gugup
ya meskipun kita sudah lama pacaran tapi kan kita belum terlalu saling kenal
aku cuma takut salah bertingkah itu saja
" boleh aku pegang tangan kamu gak, katanya
" boleh jawabku,
kamipun saling berpegangan tangan sambil mengobrol kesana kemari
setelah pukul sembilan malam , aku sudah mengantuk
__ADS_1
"Yuka aku sudah mengantuk, aku mau tidur
aku tidur dimana ya ?
" kamu tidur di kamar depan saja, nanti aku tidur di kamar tengah saja katanya santai
tapi apa kamu nggak takut tidur sendirian , mau aku temani ? tanyanya menggoda
" uhh kamu ada-ada saja , yang ada kita ga tidur kalau berduaan , seruku
" ya sudah selamat tidur ya , ucapnya seperti tidak rela berpisah
akupun berbaring di kamar, tapi anehnya aku tidak bisa tidur padahal aku sangat mengantuk , fikiranku melayang-layang membayangkan tidur berdua dengan dia, aku rasa dia juga memikirkan hal yang sama tapi malu-malu seperti diriku
setelah cukup lama berbaring , pintu kamarku di ketuk
tok...tok ...tok !!!
"kamu sudah tidur cit ?
terdengar suara Yuka di seberang sana
" Belum , seraya membuka pintu
aku ngantuk tapi gak bisa tidur, mungkin karena baru pertama kali aku jauh dari orang tua ku
jawab ku ber alasan,
Padahal kenyataannya aku tidak bisa tidur karena aku sebenarnya ingin tidur sembari berpelukan dengan Yuka .
kalau di fikir-fikir aku merasa geli sendiri karena fikirkan kotor ku , hahaha
akhirnya akupun keluar kamar , kami mengobrol di depan televisi
" Cit , kamu pernah pacaran sebelum sama aku ? tanyanya
" aku belum pernah pacaran kamu pacar pertama ku jawabku
" Kamu juga pacar pertama ku Cit dan aku berharap kamu juga jadi yang terakhir buat aku.
Sebagai anak muda yang baru berusia 17 tahun , seperti nya percakapan ini terlalu jauh , tapi aku terlalu terpesona sehingga akupun berharap tinggi dan jauh sekali
" Kamu pernah ciuman sebelum nya Cit , tanya Yuka mengagetkan ku,
malam-malam , kami cuma berduaan
dia mengatakan hal yang dari siang tadi aku fikirkan
" Aku belum pernah pacaran , jadi aku belum pernah ciuman kalau di cium aku pernah , kataku
" eh , sama siapa ? tanyanya kaget
" sama orang tuaku lah, kataku seraya tertawa
dia pun tertawa sambil menggelitik pinggang ku, akupun tertawa sambil kegelian
entah kapan badan kami akhirnya saling bertindihan , ada suatu yang keras di bawah sana tapi aku pura-pura tidak tahu.
lalu dia berkata
" mau berciuman ?
__ADS_1
aku diam saja
tiba-tiba bibirnya menempel di bibirku, dengan gerakan kaku, aku diam saja diapun hanya diam saja , kami sama-sama tidak memiliki pengalaman sama sekali, hanya sebentar saja dia lalu bangkit dan melepaskan tubuhnya dari tubuh ku.
" Maaf Cit , katanya
aku terbawa suasana
Aku diam saja, aku tidak mengatakan apa-apa karena aku juga sebenarnya ingin merasakan ciuman itu seperti apa.
" Bagaimana besok ? jadi mendaftar kuliah tanyanya
" iya jadi , kataku
" oke aku antar dan temani ya
" kamu gak sibuk tanyaku lagi
" tidak, tempat ku belum membuka pendaftaran jadi aku pastikan sampai kamu lulus dan di terima aku pasti siap siaga menemani kamu
" terimakasih ya, kamu memang pacar yang baik , kataku
" gak di peluk , tanyanya
" sini aku peluk, kataku sambil membuka kedua tanganku
diapun menyusup kedalam pelukan ku
" kita pelukan sampai besok ya, katanya
akupun mengangguk tanda setuju
akhirnya malam itu kami tidur dengan saling berpelukan
Pagi harinya aku terbangun lebih dulu, rasanya sebagian badanku keram
karena tidak bergerak sama sekali saat tidur
"Bagaimana tidur nya nyenyak ? tanya Yuka
" yah begitulah kira-kira, bagaimana mau nyenyak kamu tidur sambil ngorok , kataku berbohong
" oh ya ? masa ? padahal aku tidur tidak pernah sekalipun ngorok , jawabnya panik dan salting
" mana ada orang tau kalau dia tidur ,
" iya juga yah , jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi apa benar aku ngorok ?
" iya jawabku sambil menjulurkan lidah,
" hei , kamu bohong ya
diapun mengejar ku , lalu menggendong ku dari belakang , perbedaan tinggi kami yang lumayan jauh aku hanya se pundaknya jadi dengan mudahnya dia mengangkat ku sambil mengayunkan badanku, rasanya kami seperti pengantin baru saja , hehehe akupun tersenyum dalam hati.
" Yuka turunkan aku, aku mau mandi nanti kesiangan
lalu dia menurunkan aku dan berdiri di depan ku, dia mengecup bibirku singkat dan berlalu pergi.
aku berbalik badan , ada sensasi aneh, malu dan senang yang belum pernah aku rasakan sebelumnya
akupun mandi dan bersiap-siap , kami sarapan di luar karena sejujurnya aku belum bisa memasak dan itu buka masalah besar bagi Yuka .
__ADS_1