ROMANSA REMAJA

ROMANSA REMAJA
diculik


__ADS_3

Malam itu benar-benar kami nikmati bersama , aku bermalam dirumah Yuka melepaskan segala kerinduan yang terpendam selama ini.


Kami saling berpelukan erat tubuhnya dan tubuhku seolah tak bisa dipisahkan, kami berdua melupakan batasan-batasan yang harusnya di jaga oleh pasangan yang belum menikah, ada terbersit penyesalan dihatiku atas hal yang telah aku lakukan, namun semua sudah terlanjur dan aku sangat yakin kalau aku dan Yuka saling mencintai dan tidak akan berpisah. Yuka pun berjanji padaku tidak akan meninggalkan ku dan akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu .


Aku melupakan pesan ibuku bahwa hanya satu yang perlu dipertahankan oleh wanita yaitu kehormatan nya.


" Maaf Citra, aku melakukan itu karena aku takut kamu nantinya akan meninggalkan ku, jika aku melakukan ini pasti kamu akan takut pergi dariku, karena kamu wanita yang sudah tidak utuh lagi, ucap Yuka menenangkan ku.


Setelah malam itu, kami menjadi lebih sering melakukannya dan menurut kami itu sudah menjadi hal yang lumrah dan tidak ada canggung lagi diantara kami.


Tidak seperti hal yang sering aku dengar, jika kamu memberikan segalanya pada kekasih mu sebelum menikah maka dia akan bosan dan meninggalkan mu, tapi yang aku lihat Yuka sama sekali tidak berubah bahkan lebih cenderung selalu menuruti keinginan ku dan semua itu membuat aku semakin bahagia.


Rudi sama sekali tidak pernah sekalipun menghubungi ku lagi sejak malam tahun baru itu, aku juga berharap dia tidak akan menghubungi ku selamanya , karena itu akan merusak kebahagiaan ku.


Aku menjalani hari-hari ku lebih ceria daripada sebelumnya, akupun tidak segan memamerkan kemesraan dengan Yuka dihadapan teman-temanku.


...... ***......


Disuatu siang sepulang kuliah, Yuka mengabari bahwa dia sakit dan tidak bisa kekosan ku, dia meminta ku untuk datang menjaganya, sebenarnya tanpa diminta pun aku pasti dengan senang hati menjaganya, akhirnya aku berganti pakaian menggunakan dress selutut dan rambut panjang ku aku biarkan tergerai.


Aku pun menunggu angkot di pinggir jalan karena tidak mungkin Yuka menjemput ku


tak menunggu lama ada sebuah angkot yang menghampiri, di dalamnya ada dua orang anak SD yang seperti nya akan pulang kerumahnya setelah bersekolah, lalu aku naiklah ke dalam angkot tersebut.


Namun angkot tersebut melaju kearah yang berlawanan dengan arah tujuanku, akupun berkata kepada supir angkot yang seperti nya seusia denganku


" Loh kak kenapa angkotnya kearah sana, berlawanan arah dengan tujuanku

__ADS_1


" iya kak kita antar dulu anak-anak ini, rumahnya tidak jauh dari sini hanya sekitar 100 meter lagi kira-kira


" oh, oke


Akupun duduk kembali dengan tenang dan tanpa perasaan curiga


tak lama kemudian anak-anak tersebut turun dari angkot, namun angkot tersebut melaju dengan kencang bukan mengarah ke tempat tujuanku, dia menuju tempat yang tidak aku kenali menuju tempat yang sepi menjauhi jalan raya, perasaan takut menjalar di seluruh tubuhku, aku menekan tombol panggil nama Yuka di handphone ku, berkali-kali aku telpon namun dia tidak mengangkat nya rasanya aku ingin menangis, namun aku tidak mau menunjukkan rasa takutku kepada orang ini, ingin rasanya aku melompat dari angkot yang sedang melaju kencang itu, namun aku takut mati , oh Tuhan apa yang harus aku lakukan


aku di culik supir angkot meskipun terdengar bodoh namun aku sering mendengar banyak kejadian seperti itu, bahkan ada yang sampai diperkosa dan di bunuh aku sampai bergidik ngeri, sekarang aku hanya berdoa dan terus berharap agar Yuka mengangkat telpon ku.


Tiba-tiba angkot tersebut berhenti di sebuah bangunan semacam asrama, terlihat beberapa angkot berjejer di halaman asrama.


Supir itupun turun dari tempat kemudinya dan mengajak ku turun


" Ayo turun, kita istirahat dulu disini cuacanya sangat panas nanti kalau sudah agak dingin aku antar ke tempat tujuan kamu.


" Maaf kak , kalau aku bikin salah maafin aku, tolong antar kan aku ke tempat ku pertama kali naik saja kak, kalau tujuanku terlalu jauh


kataku dengan suara bergetar hampir menangis


"Kalau mau pulang silahkan pulang sendiri,aku masih mau istirahat jawab nya kamu tidak tahu daerah sini kan? ayo silahkan pulang


"kak tolong antar aku, aku tunggu Kaka sampai selesai istirahat , tapi aku tidak mau turun biar aku di dalam angkot saja, keringat ku mengalir deras entah pengaruh Jawa panas atau rasa takut dalam diriku


" Turun saja , nanti kamu kepanasan di dalam mobil, itu angkot loh gak ada AC nya aku juga gak bakal ngapain-ngapain kamu


Gak bakal ngapa-ngapain aku ?? hah yang benar saja kataku dalam hati, lantas apa motifnya sampai aku diculik sejauh ini sama dia kalau gak ada niat mau ngapa-ngapain, ciiihh umpatku dalam hati.

__ADS_1


Yuka tidak kunjung mengangkat telpon dariku, sempat terlintas di benakku akan menghubungi Rudi tapi aku takut ini akan menjadi masalah lain lagi, Sudahlah aku hanya berdoa dan berpasrah, aku hanya mengirimkan pesan kepada Yuka


" Yuka tolong, aku seperti nya di culik supir angkot, aku berada di kawasan x, masuk lorong sempit tidak ber aspal dan papan nama terakhir yang aku lihat adalah Lapas" begitulah bunyi pesanku kepada Yuka


Namun setelah beberapa saat kemudian, supir angkot yang tadi datang menghampiri ku.


" Aku sudah selesai istirahat, ayo aku antar kamu ke tempat tujuanmu"


" Hah , yang benar ? aku tidak diapa-apain ini ?


terimakasih banyak kak " mataku berkaca-kaca


" Emang kamu mau diapain ? aku cuma mau istirahat sebentar soalnya aku ngantuk banget


katanya enteng sembari memasuki tempat kemudi supir dan menyalakan mesin mobilnya


Lalu kami melaju kembali kejalan raya yang aku kenali, kali ini arahnya sesuai tempat tujuan yang aku inginkan banyak penumpang yang naik dan turun, sedari tadi aku hanya diam karena syok atas apa yang terjadi padaku beberapa saat lalu.


Aku tidak tahu apa yang difikirkan sopir muda ini menculikku tadi tapi syukurlah apapun niatan nya tidak terjadi hal buruk padaku.


Akupun turun di perempatan jalan saat hendak membayar ongkos dia tak menerima uangku, bodohnya juga kenapa aku harus membayar ongkos angkot seolah tidak terjadi apa-apa tadi.


Yuka belum membalas pesanku sedari tadi, ada apa ya ? keadaan Yuka mungkin sangat parah sehingga tidak bisa membalas pesanku.


Akhirnya aku naik ojek menuju rumah Yuka


Sesampainya disana aku langsung masuk kedalam rumah karena tidak dikunci

__ADS_1


Aku mendapati Yuka tergeletak lemas di kamarnya apakah dia pingsan ?


__ADS_2