Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 11 Praktisi supranatural


__ADS_3

Keesokan hari nya aku pergi ke rumah pak Rt untuk menyampaikan pesan ayah. Pak Rt, merasa sangat cemas dengan semua kejadian yang telah aku ceritakan.


Pak Rt menyampaikan kepadaku, bahwa dia akan mencari dulu informasi tentang Praktisi supranatural, yang akan mengobati penyakit aneh yang di derita ibuku.


Setelah itu aku pun berpamitan pulang. Sesampainya di rumah, aku kemudian menghubungi nenek ku, dan keluarga besar ibu di kampung, memberitahu bahwa ibu ku mengalami penyakit yang aneh.


Lalu Nenek ku berkata bahwa, siang ini dia akan berangkat bersama om ku untuk mengunjungi rumah. Aku cukup gembira mendengar nya, karena di rumah ku jadi semakin banyak orang, suasana rumah tidak terlalu menyeramkan.


Lalu aku memberitahu ayah bahwa nenek akan berkunjung ke rumah hari ini. Kemudian ayah, menyuruhku untuk pergi membeli makanan untuk menyambut kedatangan nenek ku.


Aku pun pergi membeli makanan. Sementara itu, ayah di rumah merawat ibu dan shela. Saat aku sedang berada di luar, ternyata ayah mengalami kejadian mistis di rumah.


Waktu itu ayah sedang menjaga ibu,sambil melipat pakaian di ruang keluarga dan bermain bersama shela. Saat ayah sedang melipat pakaian, tiba - tiba ayah mendengar seperti ada suara anak kecil yang sedang bermain di dalam ruangan gudang.


Lantas ayah pun saling menatap dengan ibu saat mendengar suara itu. Shela adik ku yang juga mendengar suara itu, menangis dan melompat ke pangkuan ayah yang sedang melipat pakaian.


Padahal, hari itu baru pukul 10.00 pagi, tapi aktifitas gaib di rumah ku seperti tidak ada hentinya. Ayah kemudian menelpon om Rusman yang sedang berada di pasar untuk menutup toko dan pulang untuk membantu ayah di rumah.


Di lain tempat saat aku sedang berbelanja makanan. Aku menerima pesan chat dari pak Rt. Pak Rt berkata bahwa dia telah menemukan ahli spiritual yang bisa mengobati ibu ku.


Aku merasa tenang mendengar kabar gembira ini. Aku berharap upaya kami untuk mengobati ibu berbuah hasil. Aku pun menyelesaikan berbelanja dan pulang, karena tidak sabar ingin segera mengabari ayah.


Sampailah aku di rumah. Saat aku sampai di rumah, aku melihat ada pak Rt sedang berbincang dengan ayah di ruang tamu. Fikirku mungkin mereka sedang membicarakan pengobatan ibu.


Aku pun melanjutkan langkah ku memasuki rumah. Ku taruh makanan yang ku beli tadi sesuai dengan tempat nya. Setelah selesai aku menghampiri ibu dan memijat badan nya.

__ADS_1


Tak berselang lama, terdengar suara gaduh di halaman depan. Aku pun menengok sambil memijat ibu. Saat ku tengok ternyata itu nenek ku dan om ku.


Cukup cepat memang nenek sampai, karena perjalanan dari kampung ke rumah kami hanya memakan waktu 2 jam. Aku dan shela pun bersalaman dan memeluk nenek.


Nenek meneteskan air mata, karena tak kuasa melihat keadaan ibu yang terbaring lemah tidak berdaya. Nenek pun bertanya tentang hasil dari pengobatan ibu.


Saat itu ibu menjawab, bahwa sakit yang ibu derita tidak ada penyakit nya. Nenek pun terheran - heran mendengar nya, lalu nenek melihat sekeliling rumah dan berkata.


"Rumah ini tidak layak huni neng, tapi kita tidak boleh mengalah dengan mereka. Kita lawan saja dan pasrahkan kepada allah" Ucap Nenek kepada ibu.


Nenek ku memang mempunyai kelebihan dalam hal gaib, dari sewaktu muda dulu nenek sering mengamalkan beberapa amalan yang di berikan oleh buyutku,maka dari itu nenek sangat sensitif dengan hal seperti ini.


Setelah nenek berkeliling rumah, lalu nenek pun mengobrol di ruang keluarga bersama kami. Saat kami sedang mengobrol, tiba - tiba ayah berpamitan untuk keluar bersama pak Rt.


Fikirku, ayah dan pak Rt mungkin akan menemui praktisi supranatural yang di ceritakan oleh pak Rt. Lalu Kami pun melanjutkan obrolan kami.


Nenek yang saat itu sedang berada di samping ibu, tiba - tiba berdiri dan berjalan menaiki tangga. Dan menuju ke gudang yang berada di lantai atas.


Karena om ku khawatir dengan nenek, om pun mengikuti nenek. Lalu nenek membuka pintu gudang, nenek termenung di depan pintu gerbang sambil melihat ke dalam gudang.


Lalu tiba - tiba nenek berbicara sendiri, dari tingkah nenek, seperti nya nenek sedang berbicara dengan salah satu makhluk yang ada di dalam gudang tersebut.


Awal nya nenek berbicara santai saja seperti mengobrol, tapi lama - lama nenek seperti marah. Nenek berteriak memaki dan menantang makhluk halus yang ada di rumah kami.


Saat nenek memaki makhluk halus penunggu rumah, tiba - tiba terdengar suara dari atap, seperti ada seseorang yang sedang berlari - lari.

__ADS_1


"grudug.. grudug.. grudug.." suara dari atas atap.


Setelah suara dari atap atas, kemudian pintu kamar ku terbanting menutup dengan keras. Seperti ada yang mendorong pintu tersebut. Mendengar beberapa fenomena itu, nenek malah semakin menantang makhluk tersebut.


Nenek berpesan kepada kami untuk tenang jangan panik. Saat beberapa fenomena sedang terjadi di dalam rumah, datanglah ayah bersama praktisi sepiritual yang di bicarakan tadi siang.


Ketika tiba di rumah, ayah pun kaget dengan situasi rumah, lalu ayah menghampiri ibu yang sedang terbaring untuk menjaga nya. Ayah memeluk ibu dan adik ku shela.


Melihat gangguan makhluk halus yang begitu hebat di dalam rumah. Praktisi Sepiritual itu pun segera membantu nenek, untuk melawan makhluk halus tersebut.


Suasana semakin mencekam, terdengar suara jendela kamarku seperti terbanting - banting. Cukup kencang suara benturan itu, sampai terdengar ke lantai bawah.


Aku lihat dari lantai bawah, nenek berdoa dan mengangkat tangan kanan nya, seperti sedang menarik sesuatu. Sedangkan praktisi sepiritual yang datang bersama ayah tadi seperti kewalahan melawan makhluk halus tersebut.


Praktisi tersebut terjatuh sambil terbatuk - batuk. Aku kaget karena melihat praktisi itu batuk mengeluarkan darah dari dalam mulut nya. Pak Rt berlari membantu praktisi tersebut untuk berdiri.


Seketika suasana rumah yang awal nya hanya seram, sekarang menjadi mencekam. Kemudian aku berlari menghampiri nenek karena khawatir. Saat sampai di tempat nenek berdiri, aku benar - benar melihat dengan mata kepalaku sendiri.


Ada sesosok wanita cantik dengan muka sangat pucat, berambut panjang sebahu,memakain baju kain berwarna merah, berdiri di hadapan nenek. Wanita itu itu menatap nenek sangat tajam.


Nenek menghadapkan tangan nya ke wanita tersebut, sambil bibir nya komat kamit. Entah do'a apa yang nenek baca saat itu. Yang jelas aku melihat nenek seperti menahan sesuatu dengan tangan nya.


Dari gerakan tubuh dan tangan nya aku melihat, seperti nya nenek sedang menahan sesuatu yang sangat berat. Mungkin nenek mencoba untuk mengusir sosok wanita tersebut.


Tapi aneh nya saat aku melihat wanita tersebut tidak takut sama sekali, mungkin karena wajah nya tidak menyeramkan. Hanya saja memang tubuhku, dari kaki sampai ujung kepala merinding sangat hebat.

__ADS_1


Rasa nya bulu yang ada di tubuh ku seperti ingin keluar. Saat itu aku menggenggam tangan om ku sangat erat. Tiba - tiba aku merasakan pundak ku terasa berat, dan bagian punggung ku terasa hangat.


Blaaaakk.. tiba - tiba aku merasakan ada sesuatu yang menghantam punggungku. Lalu pandangan ku mulai gelap,dan tak sadarkan diri.


__ADS_2