Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 13 Berkumpulnya Praktisi


__ADS_3

Pagi pun telah tiba. Kami semua merasa tenang, saat sinar mentari mulai bersinar menyinari rumah kami. Rasa cemas dan khawatir seolah sirna terhempas oleh cahaya mentari.


Pagi itu kami melakukan aktifitas seperti biasa nya. Walaupun mataku mengantuk karena kurang tidur tadi malam, tapi pagi ini aku harus berangkat untuk bersekolah.


Sementara itu ibu dan nenek seperti biasa menyiapkan dan membersihkan keperluan di rumah. Sedangkan Om dan ayah sedang mengobrol di halaman belakang.


Saat waktu sudah menunjukan pukul 09.00, ayah dan om berangkat menuju kantor Rt untuk melapor dan menjelaskan kepada Pak Rt tentang sesuatu yang telah terjadi di rumah kami.


Sesampai nya di Kantor Rt, rupanya Pak Rt dan perwakilan beberapa warga sudah menunggu kedatangan ayah di sana. Mungkin Pak Amir tetangga, kami sudah bercerita kepada pak Rt dan warga tentang kejadian di rumah kami.


Ayah hanya tersenyum saat melihat beberapa perwakilan warga sudah berkumpul, ayah tidak menyangka cepat sekali cerita kejadian rumah menyebar ke telinga warga.


Kemudian ayah menjelaskan kepada pak Rt dan warga dengan semua yang telah terjadi. Ayah pun menceritakan niatan keluarga kami, bahwa pagi ini akan melakukan pembersihan kembali, dan mendatangkan beberapa praktisi ke rumah kami.


Pak Rt dan warga menyambut dengan gembira dari niatan kami itu. Tapi Ayah berpesan kepada pak Rt dan warga, jikalau cara ini kembali gagal, ayah meminta bantuan pak Rt dan warga untuk mencari solusi bersama - sama.


Warga pun bersedia membantu ayah menyelesaikan masalah yang menimpa keluarga nya. Salah satu warga memberikan saran, jika usaha kali ini gagal, warga itu bersedia memanggil salah satu praktisi yang cukup tenar yang ada di kampung nya untuk membantu ayah.


Ayah pun sangat berterima kasih saat itu atas kepedulian warga terhadap keluarga nya. Tak berselang lama ayah pun berpamitan, karena ayah mempunyai janji dengan ustad Arif dan beberapa praktisi di rumah.


Ketika sampai di rumah ternyata Ustad Arif sudah menunggu ayah di rumah. Ustad Arif sedang berbincang dengan ibu dan nenek. Nenek dan ibu sudah menceritakan tentang semua kejadian yang selama ini terjadi di rumah.


Ustad Arif lalu bertanya tentang praktisi yang akan membantu nenek, dan ustad Arif dalam mengusir makhluk halus di rumah ini. Ayah lalu menghubungi praktisi tersebut, ternyata praktisi tersebut sedang berada di jalan menuju rumah.

__ADS_1


Tak berselang lama praktisi tersebut datang, praktisi tersebut bernama ki ageng. Ki ageng adalah praktisi yang mengobati ibu waktu itu, dia merupakan praktisi yang cukup terkenal di kota kami.


Nenek, ustad Arif dan ki Ageng pun berbincang tentang rencana pengusiran makhluk halus di rumah ini. Rupanya ki Ageng sudah menyiapkan sebuah kendi yang telah di ritualkan untuk mengurung makhluk halus yang berada di rumah.


Setelah berbincang akhirnya, mereka pun memulai penangkapan makhluk halus tersebut. Nenek dan ustad Arif bertugas menangkap penghuni lantai atas.


Sementara ki Ageng seorang diri menangkap penghuni lantai bawah. Mereka pun mulai memanjatkan do'a, seketika suasana rumah berubah menjadi, dingin terasa seperti angin yang berputar di dalam rumah.


"Blaaaaaakkkkk.... " suara pintu kamar mandi.


Tiba - tiba pintu di kamar mandi lantai bawah terbuka dan terbanting dengan sendiri nya. Di susul dengan suara bantingan pintu gudang di lantai atas.


"Braaaaaaaakkk... " suara pintu lantai atas.


Saat aku sedang mememandangi nenek, tiba - tiba aku melihat samar - samar sesosok pria besar berwarna hitam dan berbulu lebat keluar dari kamar ku sedang menghampiri nenek ku dan ustad Arif.


Aku sangat khawatir saat melihat sosok itu menghampiri nenek. Aku berteriak untuk mengingatkan nenek, namun seperti nya nenek tidak mendengarku.


Lalu aku memberitahu ayah bahwa ada sosok makhluk tinggi besar dan berbulu hitam menghampiri nenek. Ayah berteriak kepada ustad Arif memberitahu tentang sosok yang menghampiri mereka.


Ustad Arif mendengarnya dan dia seperti mencoba menahan nya. Ki ageng yang telah selesai menetralisir lantai bawah rumah, lalu melangkah ke lantai atas untuk membantu nenek dan ustad Arif.


Ki Ageng memasukan satu persatu makhluk gaib tersebut ke dalam kendi yang di bawa nya, beserta dengan sosok hitam yang menyerang nenek dan ustad Arif.

__ADS_1


Lalu aku melihat ada sosok wanita berbaju merah di lantai atas, sedang duduk di atas lemari sedang mengamati mereka. Aku tidak mengerti, mengapa semenjak berpindah ke rumah ini, aku jadi bisa melihat makhluk halus.


Ki Ageng mencoba menangkap sosok wanita tersebut seorang diri, namun dirinya terpental. Lalu mereka melawan nya secara bersama- sama. Cukup alot tetapi akhirnya bisa memasukan wanita tersebut ke dalam kendi.


Situasi saat itu sangat mencekam sekali. Bingkai foto yang terpajang di dinding rumah bergoyang, bahkan sampai ada yang terjatuh. Aku merasa seperti ada di dalam sebuah film horor saat itu, tapi ini kenyataan.


Setelah lama mereka bertiga melakukan pembersihan rumah dari makhluk halus, akhirnya selesai. Seketika suasana rumah menjadi tenang dan normal kembali.


Nenek, Ustad Arif dan Ki Ageng terlihat sangat kelelahan. Mereka sangat kewalahan menghadapi penghuni gaib rumah ini. Mungkin penghuni rumah ini terlalu banyak dan energi nya sangat kuat.


Aku pun langsung membawa kan beberapa gelas air untuk mereka. Setelah beristirahat beberapa saat, lalh mereka pun menceritakan tentang apa yang terjadi kepada kami.


Ternyata mereka kewalahan melawan kuntilanak merah, dia adalah sosok terkuat di rumah ini dan menguasai tempat ini. Namun mereka berkata, bahwa sosok merah tersebut sudab di pindahkan ke dalam kendi yang di bawa Ki ageng.


Lalu Ki Ageng menyarankan agar kendi yang dia bawa, di kubur di halaman depan rumah. Karena jika tidak di kubur di halaman rumah, ki ageng khawatir kendi pecah dan membuat makhluk penghuni rumah tersebut kabur lalu kembali mendiami rumah.


Setelah mendengar saran dari Ki Ageng, ayah kemudian bergegas menggali tanah di halaman rumah untuk mengubur kendi tersebut.


Saat sedang menggali, tiba - tiba ada pak Rt menghampiri rumah. Dia bermaksud bertanya kepada ayah tentang hasil dari pembersihan makhluk gaib penunggu rumah yang kami lakukan tadi.


Pak Rt pun terlihat senang mendengar kabar dari ayah, bahwa proses pembersihan berjalan dengan lancar. Mungkin selama ini beliau juga ikut khawatir dengan keselamatan dari warga nya.


Aku berharap semua usaha yang kami lakukan membuahkan hasil. Karena keluarga kami sudah sangat lelah, selama menempati rumah ini selalu di ganggu oleh makhluk halus.

__ADS_1


Karena rasa bersyukur proses berjalan lancar. Ayah berniat untuk melakukan acara syukuran selepas ashar. Keluarga kami pun menyetujui nya. Lalu ayah memberitahu kepada pak Rt dan warga agar datang di acara tersebut untuk berdo'a bersama.


__ADS_2