Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 12 Pengobatan


__ADS_3

Aku tidak mengingat apapun saat itu, aku merasa seperti tertidur. Ketika aku tersadar, aku sudah di kelilingi oleh keluarga ku. Aku terbangun lalu bertanya dengan semua yang terjadi.


Ayah berkata bahwa aku di masuki oleh sosok gaib penunggu rumah. Lalu Aku teringat, sebelum aku tak sadarkan diri pundak ku terasa berat, lalu ada sesuatu yang menghantam tubuhku, mungkin karena itu.


Aku pun bangun dari tempat ku tertidur. Aku melihat di sebelah kanan ku, ibu sedang di obati oleh praktisi yang datang bersama ayah tadi. Aku melihat ibu seperti kesakitan, seperti ada sesuatu yang akan keluar dari dalam tubuh ibu.


Kemudian ibu muntah saat itu, seperti mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh nya. Ibu terlihat sesudah di obati, namun ibu berkata setelah muntah tadi badan nya terasa lebih baik.


Malam yang sangat mencekam itu pun berlalu. Keesokan hari nya, aku mulai bersekolah, setelah beberapa hari ijin tidak masuk sekolah karena membantu ayah merawat ibu.


Saat di sekolah semua sahabat ku bertanya, alasan aku tidak masuk sekolah beberapa hari. Aku hanya menjawab jujur saja, bahwa aku membantu ayah merawat ibu yang sedang sakit.


Sekolah pun berjalan seperti biasa, aku belajar dan bercengkrama bersama teman - teman ku. Setidak nya walau hanya sesaat, aku bisa melupakan semua masalah yang terjadi di rumah ku saat bersekolah.


Sekolah pun usai hari itu, aku pulang menuju rumah. Aku merasa senang saat sampai di rumah, karena aku melihat ibu ku sudah sembuh dan bisa menjalankan aktifitas nya seperti biasa.


Aku melihat juga nenek sedang bermain dengan adik ku. Dan om sedang mengobrol dengan ayah di balkon lantai atas. Lalu aku berjalan ke kamar untuk berganti baju.


Hari itu suasana cukup tenang, Bel yang selalu berbunyi di siang hari, sekarang tidak berbunyi lagi karena ayah sudah mencabut aliran listrik nya.


Dan gangguan gaib pun, tiba - tiba menghilang siang itu. Kami menjalankan aktifitas secara normal seperti keluarga pada umum nya siang itu.


Namun ternyata perkiraan ku salah, ketika hari sudah memasuki malam. Gangguan itu kembali datang, saat kami sedang berkumpul di ruang keluarga.


Tiba - tiba shela berlari dan menangis, saat dia sedang mengambil air minum di dapur. Shela saat itu melihat sesosok pocong berdiri di jendela dapur.

__ADS_1


Saat ayah mengecek ke ruang dapur, ternyata sosok tersebut sudah menghilang. Ayah pun sudah sangat kebingungan. Entah harus dengan cara apalagi, agar makhluk gaib yang berada di rumah, tidak mengganggu atau mengusir mereka.


Nenek kemudian meminta ayah untuk esok hari, memanggil praktisi semalam. Nenek berniat untuk mengusir makhluk itu kembali esok hari.


Ayah pun menuruti nenek, dia menghubungi praktisi suoranatural tersebut untuk mendatangi rumah esok hari. Tak lupa, ayah juga menghubungi Ustad Arif untuk membantu.


Ternyata gangguan gaib tidak sampai di situ mengganggu keluarga kami malam itu. Saat keluarga sudah terlelap dan malam sudah sangat larut, om ku berniat untuk membuang air kecil ke kamar mandi.


Saat dia keluar kamar, om ku melihat rambut yang terjuntai sangat panjang dari pintu kamar mandi. Rambut itu terjuntai sangat panjang hingga menaiki tangga, om ku pun melihat dan bermaksud mencari ujung dari rambut tersebut.


Namun saat dia mencari ujung rambut itu dari bawah, ternyata rambut itu berujung pada sesosok wanita berbaju putih dengan wajah hancur sedang berdiri di atas pintu gudang dan menatap om ku yang sedang berada di bawah.


Lantas om ku pun terjatuh ke atas sofa, dia berteriak ketakutan, dan badan nya menggigil terduduk di atas sofa. Kami yang sedang terlelap lantas terbangun dan berhamburan keluar kamar karena kaget mendengar teriakan om ku.


Kami semua menghampiri om ku yang sedang ketakutan di atas sofa sambil memejamkan mata nya. Nenek mencoba memegang om, sambil membacakan do'a untuk menenangkan nya.


Saat mendengar cerita om ku, bulu kudu ku langsung berdiri. Perempuan yang di ceritakan om ku, mirip seperti perempuan yang di ceritakan pak Rt, yang di lihat oleh warga yang melintas melewati rumah kami.


Saat om sedang bercerita terdengar suara tertawa seorang perempuan dari arah gudang.


"hihihi.." suara perempuan tertawa.


Kami pun terperanjat kaget mendengar suara tertawa itu. Nenek menatap ke atas lalu sambil berkata.


"kamu lihat besok pagi, akan aku habisi kamu karena sudah mengganggu keluarga kami" ucap Nenek.

__ADS_1


Saat nenek berkata seperti itu, di dalam gudang seperti ada yang memukul pintu gudang dengan cukup keras.


"Duaaagg.. duaaggg" suara pukulan pintu.


kami pun kembali terperanjat, sebegitu angker kah rumah ini. Kami yang berjumlah banyak sekalipun di rumah, makhluk gaib di sini masih berani menunjukan eksistensi nya, fikirku saat itu.


Lalu Nenek menyarankan agar seluruh keluarga tidur bersama di ruangan keluarga. Sementara nenek akan melakukan solat malam, lalu berdzikir untuk melawan makhluk halus ini.


Saat itu memang kami merasa agak tenang karena tidur berkumpul di ruang keluarga. Tapi suara orang berlari - lari di atap, dan suara ketukan dari dalam gudang membuat kami tidak bisa tidur.


Mungkin suara - suara itu karena nenek sedang melawan makhluk halus tersebut. Kami merasa khawatir saat itu dengan kondisi nenek.


Suasana di dalam rumah sangat gaduh sekali. Lalu Ayah menyarankan agar kami semua pun melakukan solat malam dan mengaji bersama.


Kami menuruti perintah ayah, lalu kami melakukan solat malam dan mengaji bersama di ruang keluarga. Saat sedang solat malam suasana masih sangat gaduh.


Tapi ketika kami mulai melantunkan ayat suci al-qur'an, suara itu perlahan menghilang. Walaupun suara itu sudah menghilang kami terus saja mengaji.


Hingga tak terasa adzan subuh pun berkumandang. Kami semua pun bergegas menuju mesjid yang berada di sekitar rumah kami.


Di perjalanan pulang saat selesai melakukan solat subuh. Pak Amir menghampiri ayah, pak Amir adalah tetangga sebelah kami. Pak Amir bertanya tentang kejadian semalam.


Karena dari rumah pak Amir, Pak Amir mendengar suara yang sangat gaduh di rumah kami. Seperti ada orang yang sedang berkelahi.


Sampai keluarga pak Amir tidak bisa tidur semalam, karena gaduh nya suara dari dalam rumah kami. Ayah pun mengatakan bahwa memang semalam terjadi sesuatu di rumah kami.

__ADS_1


Lalu ayah meminta maaf kepada pak Amir.Sudah mengganggu waktu istrahat keluarga pak Amir, karena aktifitas di rumah kami. Dan ayah berkata, akan menjelaskan nya siang nanti di kantor Rt, bersama warga lain nya.


__ADS_2