Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 7 Interaksi Gaib Bermunculan


__ADS_3

Ada rasa penasaran ingin melihat sumber dari suara itu, namun semua rasa penasaran itu terkalahkan oleh rasa ketakutanku. Aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada sumber suara itu. Aku berharap semoga saja itu benar suara tetangga ku.


"Hey.. siapa di sana? apakah ada seseorang?" tanya ku sedikit menaikan nada.


Ketika ku berteriak suara ketukan itu langsung berhenti. Aku coba fokus memperhatikan, dan mendengarkan suara itu beberapa menit, namun ternyata suara berhenti tidak terdengar lagi.


Fikir ku mungkin itu benar seseorang, karena ketika aku bertanya, suara itu langsung berhenti. Aku pun kembali membaringkan badan ku dan memainkan game ku kembali.


Mungkin kurang lebih ada sekitar 30 menit suara itu berhenti dan aku terlarut ke dalam permainan game hp ku, hingga lupa dengan suara ketukan tadi.


Namun tiba - tiba suara itu terdengar kembali, dengan suara yang lebih nyaring dari sebelum nya.


"Tookkkk... Tookkk.. Tookkk.." suara ketukan.


Aku langsung terperanjat saat itu, gila fikir ku suaranya terdengar lagi, bahkan suaranya semakin keras. Bulu kuduku mulai berdiri, detak jantung ku pun berdetak cepat. Kurasakan ketakutan ku mulai menjalar ke seluruh tubuh.


Aku ingin membangunkan ibu, namun aku kasihan melihat nya tertidur sangat pulas. Aku seperti linglung saat itu, bingung dengan apa yang harus aku lakukan.


Aku mencoba membesarkan volume suara televisi, bermaksud agar suara ketukan itu tidak terlalu terdengar di telingaku. Namun yang aku lakukan percuma, suara itu malah semakin menjadi - jadi dan seperti makin nyaring terdengar di telingaku.


Aku coba berbaring dan menutup seluruh badan ku dengan selimut, dari kaki hingga kepala dan ku tutup telingaku. Hanya itu satu - satu nya cara yang bisa ku lakukan untuk mengatasi ketakutanku.


Di dalam selimut, tubuh ku bercucuran mengeluarkan keringat dingin, karena rasa ketakutanku. Saat itu aku berharap agar ayah segara pulang dari pasar, agar situasi ini segera berakhir.


Aku berusaha memejamkan mata ku agar tertidur namun sulit, ku tutup telingaku dengan telapak tangan sangat kencang, mencoba agar suara itu tidak terdengar.


Saat itu kurasakan waktu begitu sangat lama sekali berjalan. Ketakutanku semakin menjadi - jadi hingga aku menangis. Aku berdo'a terus menerus dalam hati, hingga tak sadar aku terlelap dalam ketakutan.


Aku tak tahu suara itu berlangsung berapa lama, aku hanya mengingat ibuku membangunkan ku saat adzan subuh sedang berkumandang.


"Rendi, bangun nak solat subuh dulu" Ucap ibu membangunkan ku.


"Iya bu" jawabku sambil membuka selimut yang menutup seluruh badanku.


"ya ampun nak, matamu kenapa bengkak begitu" teriak ibu kaget melihat mataku yang sembab.


"Nanti sepulang dari mesjid aku ceritakan bu" jawab ku sambil terduduk, lalu melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sepulang solat dari mesjid, ayah pun mengajak aku duduk untuk mengobrol.


"Matamu kenapa sembab begitu nak" tanya ayah.


"Semalam aku ketakuatan ayah" jawab ku.


"Ketakutan kenapa? bukan kah kalian tidur di ruang tengah bersama?" tanya ayah.


"Semalam aku dan ibu mendengar ada suara seseorang sedang mencangkul di belakang rumah. Lalu setelah ibu dan shela tertidur, aku mendengar ada suara orang mengetuk benda" Ucapku.


"Mungkin itu suara tetangga Rendi" saut ayah.


"Mana mungkin ayah, aku sudah menegurnya. Namun setelah aku tegur suara nya makin kencang" jawab ku sambil menaikan nada karena kecewa atas jawaban ayah.


"Sudah - sudah kamu segera mandi,sarapan lalu berangkat sekolah. Biar nanti siang ayah cek ke belakang rumah" saut ayah.


"Baik ayah" saut ku sambil melangkah berjalan meninggalkan ayah.


Siang hari nya ayah mengecek halaman belakang, dan ayah tidak menemukan jejak dari cangkulan atau apapun di sana. Ayah mulai bertanya - tanya tentang suara yang di ceritakan ibu dan aku.


Lalu ayah meninggalkan tempat itu, sesampainya di rumah ayah langsung memegang telepon genggam dan ayah menghubungi Ustad Arif.


"walaikumsalam,ehh.. Pak Romli apa kabar?" Saut Ustad Arif.


"Kabar baik Ustad Arif, ustad Arif bagaimana kabar nya?" Tanya ayah.


"alhamdulillah saya baik" saut Ustad Arif.


"Gini ustad maaf sebelum nya mengganggu waktu ustad Arif, ada yang mau saya tanyakan" ucap ayah.


"ahh tidak apa, saya sedang tidak sibuk. Ada apa pak Romli?" saut ustad Arif.


"Begini semalam saat saya sedang berada di pasar, istri dan anak saya mengalami kejadian aneh di rumah kami. Mereka mendengar seperti ada yang mencangkul, dan suara ketukan dari belakang rumah. Barusan saya cek ke belakang tidak ada bekas apapun di tanah, awal nya saya fikir itu tetangga" jawab ayah.


"waduuh, menurut orang tua jaman dahulu, kalau malam - malam mendengar ada yang mencangkul, itu suara dari sejenis buto ijo yang sedang mencari makan pak" jawab ustad Arif.


"Astaghfirulloh, lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya ayah.

__ADS_1


"Untuk saat ini perbanyak berdo'a saja pak, nanti kalau saya ada waktu senggang, saya berkunjung ke rumah pak Romli untuk mengecek nya" jawab Ustad Arif.


"Baik kalau begitu, terima kasih ustad Arif. Maaf keluarga saya selalu merepotkan" Ucap ayah.


"Tidak apa - apa pak Romli tidak usah sungkan, sudah selayak nya sesama umat muslim saling membantu" saut ustad Arif.


"Baik kalau begitu terima kasih banyak ustad, Assalamu'alikum" ucap Ayah.


"Sama - sama pak, Walaikumsalam" saut ustad Arif sambil menutup telepon.


Setelah menutup telepon, terlihat dari raut wajah ayah bahwa dia merasa sangat khawatir dengan kondisi keluarga nya. Ayah berfikir bahwa malam ini dia tidak akan pergi ke pasar, ayah ingin tahu sejauh mana interaksi yang di lakukan penghuni gaib rumah ini.


Lalu ayah berbicara kepada ibu bahwa hari ini ayah akan libur berjualan. Ayah mengatakan bahwa ayah sangat khawatir, dengan ibu dan anak - anak saat ayah tidak ada di rumah.


Siang hari pun datang dan aku pun pulang ke rumah. Hari itu ada yang berbeda, saat aku pulang ke rumah ternyata ada ayah sedang bermain dengan adik ku shela. Karena biasa nya ayah pergi berjualan selepas dzuhur dan pulang larut malam.


"Assalamu'alaikum" ucap ku ketika sampai d rumah.


"Walaikumsalam" jawab ayah dan adik ku shela.


"Ayah tidak berjualan?" tanya ku.


"Tidak Ren, ayah mau istrahat d rumah hari ini" saut ayah.


"Syukurlah, jadi nanti malam aku tidak ketakutan lagi" ucap ku.


Lalu aku naik ke atas tangga untuk menuju ke kamar ku. Aku merasa sedikit tenang hari itu, karena malam ini ada ayah d rumah. Sebelum nya aku selalu merasa gelisah ketika membayangkan malam tiba, karena setiap malam selalu terjadi hal yang aneh di rumah ini.


Setelah selesai membersihkan diri, aku turun ke ruang tengah untuk makan dan berkumpul bersama keluarga ku. Saat aku sedang berada di dapur untuk mengambil makan, tiba - tiba terdengar suara bel berbunyi.


"Ting.. tong.. ting.. tong.." suara bel berbunyi.


"Ibu bel berbunyi sendiri lagi" ucap ku dari ruang dapur.


"Begini lah ayah, selama ayah tidak ada di rumah, setiap siang bel selalu berbunyi sendiri. padahal beberapa hari yang lalu, sudah di perbaiki tukang dan tidak ada masalah setelah di cek" ucap ibu kepada ayah.


Ayah hanya terdiam, kemudian pergi ke arah bel dan mencabut kabel dari bel tersebut. Aku melihat raut wajah kemarahan dari ayah.

__ADS_1


"Apa setelah aku cabut aliran listrik nya kalian bisa membunyikan bel lagi !!??" teriak ayah di dalam rumah dengan nada tinggi.


Aku menyadari bahwa ayah kesal saat itu, karena penghuni rumah gaib ini selalu mengganggu keluarga kami. Tapi aku khawatir, setelah ayah berteriak menantang penghuni gaib rumah ini, nanti malam terjadi sesuatu yang lebih parah dari kemarin.


__ADS_2