Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 16 Tertimpa penyakit


__ADS_3

Pagi itu setelah aku menceritakan mimpiku kepada ayah, aku langsung berjalan menuju kamar. Entah kenapa hari ini aku merasa lemas sekali.


Karena kebetulan hari ini adalah hari minggu dan sekolah libur, aku pun melanjutkan tidur ku. Ku pakai jaket ku yang tersimpan di dalam lemari, lalu aku berbaring, ku tarik selimut ku hingga menutupi badan ku, lalu aku tertidur.


Aku tertidur cukup lama saat itu, hingga aku terbangun oleh suara ibu yang mengetuk pintu kamarku. Ketika bangun aku merasa suhu badan ku tinggi dan entah kenapa kulit ku gatal - gatal.


Aku berdiri dan melangkah untuk membukakan pintu, saat berdiri pun aku merasakan sedikit sempoyongan. Fikirku mungkin aku memang kurang sehat hari ini.


Kemudian aku membuka pintu, saat pintu di buka, ibu kaget melihat wajahku sedikit bengkak dan tangan ku keluar bintik - bintik merah. Hari itu aku belum bercermin, maka dari itu aku tidak menyadari bintikan merah di badan ku.


Kemudian aku menuju cermin kamar ku, untuk melihat bintik di badan ku. Ternyata benar, gatal yang kurasakan di seluruh tubuh di sebabkan oleh bintikan merah ini.


Ibu kemudian mengecek suhu badan ku, setelah di cek ternyata aku mengalami demam. Lalu ibu menyuruhku untuk berganti pakaian hangat dan bersiap - siap untuk pergi ke klinik.


Kemudian aku dan ibu pun pergi ke klinik. Sesampai nya di sana, aku di periksa oleh seorang dokter pria yang usia nya sudah lanjut. Beliau bernama Dr. Hasim, Dr. Hasim memeriksa seluruh tubuhku.


Hasil dari pemeriksaan itu, ternyata aku mengalami penyakit cacar air. Dr. Hasim pun memberikan beberapa macam jenis obat untuk kesembuhan ku.


Setelah selesai berobat, kemudian aku dan ibu pulang ke rumah. Badan ku terasa sangat lemas saat itu, di perjalanan pulang menuju rumah pun aku sudah merasa sempoyongan.


Aku merasa tidak mengerti dengan sakit yang aku derita, kalau di ingat dari pola hidup ku aku sangat teratur. Mungkin karena beberapa hari ini aku selalu mimpi buruk, sehingga istrahat ku menjadi kurang.


Sesampai nya di rumah, aku pun langsung berbaring di ruang tengah. Badan ku tak karu - karuan rasanya, ibu pun langsung berjalan ke dapur untuk membawa makanan untuk ku.

__ADS_1


Sambil menunggu ibu menyiapkan makanan, aku berbaring di atas sofa. Tak terasa aku tidur terlelap, saat sedang tertidur aku kembali bermimpi tentang wanita kecil itu.


Di dalam mimpi aku melihat wanita kecil itu sedang mengelus kepalaku yang sedang tidur di atas sofa. Tapi dia tetap menggunakan baju yang sama dan warna kulit yang pucat.


Di dalam mimpi samar - samar aku mendengar dia berkata.


"kaka sakit karena wanita seram itu" suara wanita kecil di dalam mimpi ku.


Aku pun kemudian langsung terbangun, aku merasa aneh saat terbangun. Yang di maksud wanita kecil itu siapa, siapa wanita seram yang dia bicarakan.


Memang dari beberapa hari kemarin saat aku bermimpi tentang wanita kecil itu. Aku tidak menganggap hanya sekedar bunga tidur belaka, aku merasa ada sesuatu yang ingin di sampaikan wanita kecil itu.


Saat sedang melamun memikirkan wanita kecil tersebut, nenek menyapa ku.


"heh .. tidak baik melamun nak, apalagi dalam keadaan sedang sakit" saut nenek ku sambil memegang kepalaku.


Lalu aku pun menyantap makanan yang telah ibu sediakan. Memang terasa mual saat makanan itu masuk ke dalam perutku, tapi mau bagaimana lagi, aku harus memaksakan mengisi perut ku karena mau meminum obat dari dokter.


Setelah makan, ibu lalu menyuruhku untuk mandi. Kata ibu ada obat cair yang tadi di berikan dokter, dan cara penggunaan nya mesti di masukan ke rendaman air hangat.


Aku pun lalu menuruti perintah ibu, aku lihat ada air hangat di dalam ember besar. Warna air nya berwarna ungu seperti tinta pulpen, bau nya juga cukup menyengat khas dari obat - obatan kimia.


Aku lalu merendamkan seluruh badan ku kedalam ember yang berisai air hangat dan obat tersebut. Rasanya hangat, dan cukup nyaman di badan ku.

__ADS_1


Namun hanya saja bau nya yang membuat ku sedikit kurang nyaman. Cukup lama aku berendam, sekitar 15 menit aku merendamkan badan ku di dalam ember besar itu.


Setelah selesai, aku pun memakai baju kembali. Lalu ibu mengoleskan bedak yang di beri dokter ke seluruh tubuh ku. Setelah selesai lalu aku pun meminum obat.


Aku kembali berbaring di atas sofa. Lama kelamaan mata ku terasa berat, mungkin karena efek dari obat yang aku minum. Lalu aku pun kebali tertidur.


Cukup lama aku tertidur, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00 malam. Saat terbangun, aku melihat ada nenek di samping ku sedang menjaga ku.


Nenek yang melihat ku terbangun lalu memegang kepalaku. Mungkin nenek ingin mengecek suhu tubuhku, karena sebelum aku tidur tadi suhu tubuh ku cukup tinggi.


Rupanya suhu tubuhku sudah sedikit turun, tidak seperti tadi sore. Aku lalu bangun dan duduk di samping nenek. Saat itu terlintas dalam fikir ku, untuk menceritakan semua mimpi ku dan wanita kecil itu kepada nenek.


Lalu aku menceritakan semua yang aku alami kepada nenek. Nenek lalu berbicara pada ku, bahwa nenek sudah mengetahui nya dari tadi sore, saat aku pergi ke dokter bersama ibu.


Nenek lalu berbicara, bahwa nanti nenek akan membuatkan air do'a untuk ku. Nenek memintaku untuk bersabar, dan meyakinkan aku, bahwa aku akan sembuh dengan cepat.


Aku hanya menganggukan kepala saat itu. Setelah bercerita nenek pun mengajak ku untuk tidur bersama nenek di kamar, agar nenek bisa menjaga ku.


Aku pun menuruti ajakan nenek, kemudian aku dan nenek pun berpindah menuju kamar. Malam itu aku tertidur cukup nyenyak, hingga aku tak bermimpi apapun.


Hingga aku terbangun keesokan pagi nya. Pagi itu saat baru terbangun badan ku masih terasa lemas, namun saat aku melihat kulit tangan ku. Aku melihat, kulit tangan ku sudah mulai sedikit mengering.


Mungkin karena obat yang di berikan dokter kemarin cukup manjur terhadap kulit ku. Aku lalu berjalan perlahan menuju dapur untuk menemui ibu dan nenek.

__ADS_1


Aku berniat untuk memberitahu ibu dan nenek bahwa, obat yang kemarin di berikan dokter untuk ku cepat bereaksi terhadap tubuh ku.


Ibu dan nenek pun merasa senang mendengar nya. Aku merasa sangat bersemangat pada hari itu, berharap cepat sembuh jika meminum obat dari dokter secara teratur.


__ADS_2