Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps 3. Pembersihan Makhluk Halus Penunggu Rumah


__ADS_3

Setelah bertamu ke rumah Bu Yani, ayah dan ibu mengunjungi rumah ketua Rt sesuai dengan tujuan pertama tadi untuk mengurus surat kepindahan.


Saat keluar rumah Bu Yani, ayah dan ibu melihat Pak Rt sedang berbincang dengan salah satu warga di depan rumah nya. Ayah pun menyapa nya.


"Permisi apa Pak Rt nya ada di rumah ?" ucap ayah bertanya.


"Iya saya ketua Rt di lingkungan sini pak, ada keperluan apa ?" saut Pak Rt kepada ayah.


"Oh Bapak ketua Rt nya, perkenalkan saya Romli dan ini Lasmi istri saya. Kami warga baru di lingkungan sini pak, tujuan kami datang kemari untuk melapor dan meminta surat pengantar kepindahan kami" jawab ayah kepada pak Rt sambil menjulurkan tangan nya.


"Oh begitu, silahkan masuk kita bicara di dalam rumah" ucap Pak Rt.


Ayah dan Ibu pun masuk ke dalam rumah Pak Rt. Di dalam ayah dan Ibu berbincang dengan Pak Rt.


"Bapak dan Ibu sejak kapan berada di lingkungan ini ?" tanya Pak Rt.


"Kami belum menempati rumah Pak, kebetulan rumah yang kami beli sedang di renovasi, mungkin minggu depan akan kami mulai tempati" jawab ayah.


"Memang rumah nya sebelah mana Pak ? saya belum mengecek, maklum banyak yang harus saya urus ke kecamatan..hehe" tanya Pak Rt sambil tertawa.


"Itu pak, rumah kami depan pohon belimbing,di block A" jawab ayah.


"hah.. Rumah bekas almarhum pak Priadi ?" tanya pak Rt sedikit terkejut.


"Betul pak, memang ada apa ?" tanya ayah berpura - pura tidak tahu tentang hal aneh di rumah itu.


"Waduh pak kenapa tidak bertanya sebelum membeli rumah, rumah itu sudah terkenal angker di rumah ini. Sampai warga menyebut nya RUMAH TERMINAL GAIB. Bukan saya menakuti, soalnya sering terjadi beberapa kejadian ketika orang melewati rumah itu" jawab pak Rt sambil menulis.


Ayah dan Ibu pun saling menatap saat mendengar cerita dari Pak Rt. Ibu semakin cemas dengan kondisi rumah nya.


"Kenapa rumah itu mempunyai sebutan seram seperti itu pak ?" tanya ayah.


"4 tahun yang lalu banyak warga komplen kepada saya, kata warga setiap mereka melewati rumah itu, sering di ganggu makhluk halus, hal itu membuat warga tidak nyaman. karena saya bertanggung jawab atas keselamatan warga, saya mengundang praktisi supranatural untuk menetralisir rumah itu. Tapi kata nya rumah itu tidak bisa sepenuh nya bersih dari gangguan makhluk halus. Di karenakan rumah itu Tusuk Sate dan menjadi perlintasan makhluk gaib di sekitar sini, maka dari itu warga menyebut rumah itu dengan sebutan RUMAH TERMINAL GAIB" jawab Pak Rt menjelaskan.


"Saya juga berniat sebelum menempati akan meminta seseorang untuk membersihkan dan mengobati rumah itu pak" ucap ayah.


"Sebaiknya saran saya juga begitu pak, supaya keluarga bapak nyaman menempati nya. Ini surat nya sudah selesai" jawab Pak Rt sambil menyodorkan surat keterangan pindah.


"Baik kalau begitu pak, terima kasih untuk waktu dan wejangan nya. Saya dan istri pamit untuk pulang dulu, karena setelah maghrib saya harus berjualan di pasar" ucap ayah berpamitan kepada Pak Rt.


"Iya pak sama - sama, kalau nanti ada sesuatu yang di butuhkan datang saja ke rumah" jawab Pak Rt.


Ayah dan Ibu pun berpamitan pulang. Di perjalanan Ibu hanya diam, karena dalam hatinya sangat cemas. Ayah memperhatikan sikap ibu dan mencoba menenangkan.


"Ibu tidak usah terlalu memikirkan hal yang mereka ceritakan, kalaupun benar kita cari solusi nya agar rumah baru kita nyaman di tempati" ucap ayah menenangkan ibu sambil menggenggam tangan nya.


Ibu pun hanya mengangguk mendengar ucapan ayah. Lalu mereka mengambil motor yang terparkir di rumah baru, kemudian langsung bergegas pulang.


3 minggu telah berlalu, proses renovasi rumah sudah selesai. Rumah nampak terlihat lebih bersih dan cerah, kesan seram yang melekat dulu saat awal, seolah sirna.

__ADS_1


Kami berencana menempati rumah itu lusa, karena sebelum menempati, ayah berencana hari ini dan besok khusus untuk membersihkan dan mengobati rumah itu dahulu, agar terhindar dari gangguan gaib pada saat di tempati oleh keluarga kami.


Malam hari pun tiba, waktu nya ayah dan ustad Arif untuk melakukan pengobatan dan pembersihan rumah baru kami, dari gangguan makhluk halus.


Mereka berkumpul di rumah kontrakan kami sebelum menuju rumah baru. Ustad Arif membawa 2 orang teman nya, pak Idris dan pak Herdi. Kedua nya juga memiliki kelebihan dalam hal gaib, sama seperti ustad Arif.


Tak berselang lama berkumpul, mereka bergegas pergi ke rumah baru kami. Di dalam perjalanan Ustad Arif merasakan dalam ilmu kebathinan nya, bahwa makhluk halus penghuni rumah itu mengetahui bahwa mereka sedang menuju ke sana untuk melakukan pengobatan.


sampailah mereka di rumah yang di tuju, ayah merasakan keanehan saat itu. Ayah merasa malam ini hawa nya sangat berbeda dengan hari - hari sebelum nya, saat ayah berkunjung ke rumah ini.


"Ustad Arif , kenapa rumah ini nampak berbeda? beberapa hari saya sering ke sini, tapi tidak merasa hawa seseram ini" ucap ayah berbisik kepada ustad Arif.


"Pasti berbeda kang Romli, mereka sudah mengetahui saat kita dalam perjalanan menuju ke sini, bahwa kita akan melakukan sesuatu terhadap rumah ini" jawab Ustad Arif kepada Ayah.


Mereka pun mulai memasuki rumah tersebut, dari awal ayah membuka kunci dan membuka pintu rumah, sudah terjadi kejanggalan. Pegangan pintu seperti ada yang menahan dari dalam, seolah mereka tidak di perbolehkan memasuki rumah.


"Lahh, kok pegangan pintu nya macet? padahal pegangan ini baru di ganti dengan yang baru" ucap ayah merasa heran.


melihat kejadian tersebut, Ustad Arif pun membacakan beberapa ayat suci Al - qur'an.


"cekleek, Braaaaaaaakkk..." suara pintu yang semula macet, tiba - tiba terbuka sampai membuat ayah terdorong jatuh ke dalam rumah.


"aduuuuuh" ucap ayah meringis ke sakitan.


Pak Idris pun menolong ayah yang terjatuh, lalu mereka melanjutkan untuk masuk ke dalam rumah.


"Astaghfirulloh.." ucap Ustad Arif kaget, saat memasuki rumah.


"Kang Romli, ini rumah banyak sekali penunggu nya dan sangat penuh sekali di dalam rumah ini" jawab ustad Arif sambil mengamati sekeliling rumah.


Saat sedang mengamati rumah tiba - tiba terdengar ada suara di dalam kamar mandi.


"hemmm.. hemmm.. hemmm.." Suara berat geraman dari dalam kamar mandi.


"Astagfirulloh, suara apa itu?" Ucap pak Herdi terperanjat dari tempat dia berdiri.


Ustad Arif pun berlari segera mengecek ke kamar mandi, untuk menuju sumber dari suara itu. Namun ternyata tidak ada apapun di sana. Saat itu ayah sudah mulai menyadari, bahwa ucapan warga tentang rumah ini ternyata benar - benar nyata.


"Sebaik nya kita mulai saja proses pembersihan nya, sebelum situasi semakin tidak terkendali" Ucap Ustad Arif kepada kedua teman nya.


Mereka bertiga pun bersiap melakukan pembersihan rumah dari makhluk halus. Mereka bertiga membacakan ayat suci Al -qur'an dengan suara lantang dan melakukan gerakan seperti sedang menarik sesuatu.


Saat mereka sedang melakukan hal itu, bunyi gaduh dari lantai atas terdengar.


"Gruuuduugg.. gruuuduuuug..braaaakk" Suara langkah berlari - lari dari lantai atas dan barang berjatuhan.


"Se angker ini kah situasi rumah ku tuhan" gumam ayah dalam hati, dan merasa ketakutan.


Ayah melihat ustad Arif bersama kedua teman nya, seperti sedang berkelahi dengan beberapa orang. Dan gerakan mereka itu seperti berat menahan sesuatu yang ingin menghantam tubuh mereka.

__ADS_1


Saat ayah sedang memperhatikan mereka, tiba - tiba ada yang memanggil nama ayah berbisik di telinga ayah.


"Romli" suara halus wanita berbisik di telinga ayah.


"huaaaa, hey siapa itu ??" ucap ayah terperanjat kaget mendengar suara perempuan yang berbisik di telinganya.


"Kang Romli ambil botol yang kita bawa tadi, saya menaruh nya di depan rumah" Ucap Ustad Arif berteriak sambil menahan suatu tekanan yang sangat berat.


"Baik.. baik tunggu" ucap ayah sambil berlari menuju arah depan rumah.


Saat ayah akan mengambil botol yang di taruh di halaman depan rumah, tiba - tiba ayah melihat sosok wanita tinggi berambut panjang berantakan menjurai ke depan, berbaju putih lusuh, dan wajah nya hancur dengan bola mata terbelalak keluar sedang menghadang nya berdiri di dekat pintu.


"aaaaaaahhhh.. ustaaad tolong.. pergi kamu.. aaaahhh" teriak ayah sangat ketakutan melihat sosok wanita tersebut.


Setelah melihat perempuan tersebut ayah pun langsung tak sadarkan diri. Ustad Arif yang mendengar teriakan ayah langsung berlari menghampiri ayah dan melihat ayah sudah terkapar tak sadarkan diri di lantai.


Mereka bertiga berusaha menyadarkan ayah dengan semua kemampuan yang mereka miliki. Namun ayah tak kunjung sadar.


Dalam hati mereka bertiga sudah merasa khawatir dan cemas, namun mereka terus berusaha sekuat tenaga agar ayah tersadar.


Tiba - tiba ayah terbangun, mereka bertiga mulai merasa lega. Tapi saat ayah terbangun tingkah nya berbeda. Tatapan matanya tajam, bertingkah seperti wanita dan tertawa mengikik seperti suara perempuan, seperti ada yang memasuki tubuh ayah. Mereka sadar ada yang tak beres dengan tubuh ayah.


"Siapa ini?" tanya ustad Arif kepada sosok yang memasuki tubuh ayah.


"hihihihi.. " suara tertawa ayah yang di masuki tubuh ayah.


"Cepat jawab, atau saya bakar kamu" ucap ustad Arif.


"hihihi.. sombong sekali kamu manusia, apa yang kalian lakukan di tempatku" jawab sosok yang memasuki tubuh ayah.


"Kami ingin kalian pergi dari sini, karena rumah ini akan segera di tempati" jawab kembali ustad Arif sambil memegang kepala ayah.


"Kalian tidak akan bisa mengusir kami dari sini, tak akan kuat kalian melawan kami, jumlah kami lebih banyak dari pada kamu manusia.. hihihi.. " jawab kembali sosok yang memasuki tubuh ayah.


"Saya tidak peduli, akan saya binasakan kalian semua" ucap ustad Arif yang geram.


"hihihi.. lakukan saja jika kalian bisa manusia sombong, kami akan pergi jika kalian memenuhi syarat kami" ucap kembali sosok yang memasuki tubuh ayah.


"Apa itu cepat sebutkan ?" tanya Ustad Arif.


"TUMBAL ...hihihi..aku akan membawa anak ini ke alamku.. hihi" ucap sosok yang memasuki tubuh ayah.


"Tidak akan aku biarkan kamu membawa kang Romli, jangan meminta tumbal nyawa. ganti dengan yang lain agar kalian pergi dari sini ?" tanya kembali ustad Arif.


"baiik.. hihihi.. aku meminta kepala kambing hitam dan kalian kubur di depan sana" ucap sosok yang memasuki ayah sambil menunjuk ke halaman depan.


"Baik jika itu syarat yang kalian minta, besok kami akan melakukan nya, jika itu bisa membuat semua kalian pergi dari rumah ini. sekarang kamu keluar dari tubuh ini" ucap Ustad Arif.


"hihihi.. baik aku keluar manusia.. hihihi" ucap sosok yang memasuki ayah.

__ADS_1


Sosok itu pun keluar dari tubuh ayah, mereka bertiga memangku ayah keluar dari rumah. Karena situasi makin sulit dan tak terkendali, Ustad Arif menyarankan untuk pulang dan kembali lagi besok, untuk menjalankan syarat mengubur kepala kambing hitam di halaman rumah.


__ADS_2