Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 5 Muncul Keanehan


__ADS_3

Hari itu aku pergi ke sekolah, saat sampai di sekolah, teman - teman satu gank ku memberikan selamat atas kepindahan ku ke rumah yang baru. Dan mereka meminta ku untuk mengajak mereka ke rumah ku yang baru saat pulang sekolah.


Di sekolah aku mempunyai 5 orang teman yang sangat dekat dengan ku yaitu Riki, Amin, Ega, Yusuf, dan Yuda. Hampir setiap hari ketika di sekolah kami selalu menghabiskan waktu bersama. Tak jarang juga kami pergi ber 6 untuk melepas penat saat weekend, walaupun hanya sekedar kumpul - kumpul tak jelas.


Waktu pulang sekolah pun tiba. Aku mengajak ke 5 teman dekat ku untuk mengunjungi rumah ku yang baru sesuai dengan permintaan mereka.


Memang kami sering bergantian mengunjungi rumah kami masing - masing. Kecuali rumah ku saat itu yang tidak pernah di kunjungi, karena kontrakan ku waktu itu sangat kecil jadi untuk menampung mereka semua saja rasa nya akan sesak dan sulit bergerak.


Sampailah di rumah, teman ku merasa senang melihat rumah ku yang cukup besar dan luas.


" wahhh.. gila, rumah mu besar juga yah" ucap Yusuf kepada ku.


"iya Ren, kita akan sering datang ke rumah mu nih kalau situasinya nyaman begini" saut Yuda menambah ucapan Yusuf.


"Iya silahkan, tiap hari juga tidak apa - apa" jawab ku kepada mereka.


Lalu aku mengenalkan teman - teman ku kepada ibu. Setelah berkenalan dengan ibu, aku mengajak mereka untuk menuju ke kamar ku.


Di dalam kami banyak bercerita dan mengobrol, banyak hal yang kami bicarakan di mulai dari masalah pelajaran, percintaan, sampai masalah keluarga kami masing - masing.


Saat sedang mengobrol tiba - tiba ada suara ibu memanggil ku.


"Rendi.. sini nak sebentar bawa makanan ini" teriak ibu memanggilku.


"Baik bu, sebentar aku ke sana" jawab ku.


Aku pun meninggalkan kamar dan menuju dapur untuk mengambil makanan. Memang hari itu sudah cukup siang, aku lihat jam dinding menunjukan pukul. 13.55 pasti teman - teman ku sudah merasakan kelaparan di dalam kamar sana.


"Mana bu makanan nya?" tanya ku kepada ibu saat di dapur.


"Ini nak, ajak teman - teman mu makan dulu. bawa makanan nya ke kamar". jawab ibu.

__ADS_1


"Ting.. tong.. ting.. tong" tiba - tiba terdengar bunyi seseorang memencet bel rumah kami.


"Ada tamu bu" saut ku kepada ibu.


"Yasudah kamu lihat sana,siapa yang datang" jawab ibu kepada ku.


Lalu aku berjalan menuju pintu masuk rumah, untuk mengecek tamu yang datang. Saat aku sampai di sana ternyata tidak ada siapapun, aku cek hingga ke halaman rumah pun tidak ada orang.


"Siapa nak?" teriak ibu bertanya.


"tidak ada siapa - siapa bu" jawab ku sedikit agak bingung.


"Mungkin konslet bel nya, arus listrik nya tidak sesuai, bel itu masih baru soalnya" Ucap ibu dengan santai.


Aku berfikir ada kemungkinan ucapan ibu benar, mana mungkin ada hantu siang bolong. Tanpa memikirkan apapun, aku langsung menuju dapur kembali untuk membawa makanan.


Aku pun membawa makanan itu ke kamar agar teman - teman ku yang sudah kelaparan itu, bisa menyantap hidangan yang telah di sediakan oleh ibu ku. Mereka makan dengan lahap sampai tidak ada yang tersisa.


Setelah mereka pulang aku segera mandi, karena rasa nya badan ku sudah lengket semua, aroma tubuhku pun sudah seperti aroma cuka dapur ibuku.


Selesai mandi aku melakukan solat maghrib. Setelah solat maghrib, aku merasakan hawa yang tidak enak di dalam rumah. Suasana rumah seperti hening dan ada rasa seram yang aku rasakan.


Aku merahasiakan apa yang aku rasakan saat itu, karena kalau aku bercerita kepada ibu, takut malah membuat ibu dan adik ku tidak nyaman, karena di rumah tidak ada ayah sedang berjualan di pasar.


Aku berkumpul bersama ibu dan adik ku di ruang tengah sambil mrnonton televisi, lumayan lah untuk mengalihkan pikiran ku yang ku rasakan tadi.


Saat sudah mulai larut malam, terdengar ada yang membuka pagar. Lalu aku melihat dari jendela untuk mengecek siapa yang datang. Ternyata itu suara ayah yang pulang, melihat ayah pulang rasa takut dan cemas ku perlahan sirna dan tenang.


"Assalamu'alaikum" suara ayah masuk rumah.


"Walaikumsalam" saut kami bertiga.

__ADS_1


"Tumben belum pada tidur" sapa ayah kepada kami.


"Belum ngantuk yah" jawabku.


Lalu ayah pun pergi untuk membersihkan diri, setelah itu ikut berkumpul dengan kami di ruang keluarga sambil menonton televisi. waktu semakin larut, jam sudah menunjukan pukul 24.00.Kami pun bergegas untuk tidur dan pergi ke kamar masing - masing.


Aku pun memasuki kamar, saat memasuki kamar aku tidak merasakan keanehan. Aku menaiki kasur, berbaring dan membaca do'a lalu tertidur. Saat aku sedang tertidur aku mengalami mimpi buruk.


Di dalam mimpi, aku seperti berada di suatu ruangan dengan cahaya yang redup. Kemudian aku tiba - tiba melihat sosok Hitam besar, dengan rambut gimbal sebahu, matanya merah, dan mempunyai taring sangat panjang dia atas dan di bawah mulut nya.


Perlahan dia menghampiri ku, aku berusaha berjalan menjauh. Namun dia semakin mendekat, lalu aku berlari sekuat tenaga dengan perasaan sangat takut. Dia pun ikut berlari mengejarku.


Di dalam mimpi, aku merasa aku telah jauh sekali berlari. Aku merasa heran, di dalam ruangan tapi aku berlari tiada ujung dan tidak ada jalan keluar. Hingga di dalam mimpi aku terjatuh dan tiba - tiba aku terbangun.


Saat terbangun, aku merasakan tubuh ku bergetar ketakutan. Jantung ku berdegup sangat kencang, aku merasa ranjang ku juga ikut bergetar karena badan ku yang bergetar sangat hebat karena ketakutan.


Saat aku mencoba menenangkan diri, tiba - tiba aku melihat dari sudut tembok atas kamar ku ada sosok bayangan hitam kecil berbentuk bulat. Namun semakin lama semakin membesar hingga membentuk sosok yang berada dalam mimpi tersebut.


Aku juga merasakan ranjangku bergetar, seperti melayang terangkat ke atas. Aku mencoba membaca do'a dalam hati, tapi aneh nya semua do'a yang ku hapal malam itu seperti hilang, aku tidak mengingat satu pun.


Aku berteriak sangat kencang saat itu memanggil ayah dan ibu, tapi mengapa tidak ada yang mendengar dan menolongku. Aku berusaha memberanikan diri untuk turun dari ranjang, yang ku rasakan sedang melayang.


Saat aku menuju tepi ranjang, ternyata benar ranjang ku melayang dari lantai. Aku berteriak dangat kencang sambil memejamkan mataku.


Namun aneh nya aku merasakan terbangun lagi dari tidur, aku mendengar sayup sayup suara adzan subuh berkumandang. Aku merasakan bukan kah tadi aku sudah terbangun, tadi itu bukan seperti mimpi tapi seperti kenyataan. Tapi mengapa aku terbangun kembali dalam tidur.


Saat aku sedang memikirkan kejadian yang aku alami barusan. Terdengar ketukan pintu kamar ku.


"Tok.. tok.. tok.." suara ketukan pintu kamar.


"Rendi, bangun nak solat subuh dulu. Ayah sudah menunggu untuk pergi ke mesjid" suara ibu membangunkan ku.

__ADS_1


Aku lalu membuka pintu dan menuju kamar mandi. Berjalan menuju kamar mandi pun aku masih bertanya - tanya dengan peristiwa yang aku alami barusan, karena seumur hidup aku belum pernah mengalami nya.


__ADS_2