Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps 14 Suasana Tenang


__ADS_3

Keesokan harinya saat ku terbangun, aku merasakan hal yang berbeda. Aku kembali merasakan nikmat nya terbangun dari tidur lelap ku semalam, tanpa merasa cemas dan gelisah.


Aku hanya tersenyum kecil pagi itu, berharap keadaan tenang ini berlangsung selamanya. Semua pengalaman buruk yang aku dan keluarga ku alami selama ini, ku anggap sebagai mimpi buruk saja.


Aku lekas merapikan tempat tidur ku pagi itu, untuk bersiap - siap merapikan diri untuk berangkat ke sekolah. Aku pergi ke kamar mandi untuk merapikan diri.


Terdengar bunyi gaduh di dalam dapur, itu adalah bunyi ibu dan nenek yang sedang memasak di dapur. Mereka sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga.


Setelah merapikan diri dan mempersiapkan peralatan sekolah, aku pun turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama. Di sana terlihat ayah sedang menyuapi adik ku, beserta keluarga lain sedang menikmati hidangan yang ibu dan nenek siapkan.


Terliat dari raut wajah mereka, mereka nampak sangat bahagia. Tidak ada lagi raut wajah kesedihan, cemas dan gelisah yang terpancar dari wajah mereka.


Setelah selesai menyantap makanan ku, aku pun berpamitan untuk pergi sekolah. Karena kebetulan om ku ada urusan di luar, om ku mengajak ku untuk pergi bersama dan mengantarkan ku ke sekolah.


Sepanjang perjalanan kami bercerita, om ku menceritakan masa kecil ku dan menceritakan betapa bahagia nya dia saat aku terlahir, karena kebetulan aku adalah cucu pertama dan keponakan pertama dari keluarga ibu ku.


Setelah panjang kami bercerita, tak terasa sudah sampai di sekolah. Aku pun turun dari mobil untuk masuk menuju gedung sekolah. Saat masuk rupa nya teman - teman ku sudah menunggu di ruang kelas.


Hari itu aku mengikuti pelajaran seperti biasa nya, tidak ada yang berubah. Hanya saja aku sedikit tertinggal pelajaran, karena beberapa waktu lalu aku tidak masuk sekolah selama satu minggu.


Tak terasa bel pulang pun telah berbunyi, jam pelajaran pun telah usai. Aku pun bergegas untuk pulang. Saat sedang berjalan keluar gerbang sekolah, aku melihat mobil om ku terparkir di sebrang jalan.


Ada apa pikirku, tumben sekali om ku menjemput ku. Lalu aku menghampiri nya, ku tengok dari kaca mobil rupanya om ku sedang tertidur. Entah berapa lama dia menunggu ku di tempat ini.


Aku pun mengetuk kaca mobil itu.


"Tok.. tokk.. tokk.." suara ketukan jendela.


"Om.. bangun" ucap ku sambil mengetuk jendela.


Lalu om ku terkejut terbangun, dia membuka jendela dan pintu mobil yang terkunci.


"Kamu sudah pulang?" ucap om ku.

__ADS_1


"Sudah, tumben sekali om menjemputku" saut ku.


"Tadi Tante Winda menelpon, bahwa dia dan suami nya sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Lalu meminta om untuk menjemputnya di bandara, jadi om sekalian menjemput mu" Jawab om ku.


"Oh begitu, ayo berangkat kalau begitu, agar tante winda tidak lama menunggu di sana" saut ku.


Kami pun berangkat menuju bandara, di jalan om ku bertanya tentang sebuah boneka.


"Ren, om mau tanya?" ucap om ku.


"tanya apa om?" saut ku.


"Tadi saat om di suruh nenek untuk membersihkan gudang, om menemukan banyak sekali boneka. Apa itu punya adik mu shela?" tanya om ku.


"Boneka?? perasaan boneka shela cuman 2 deh om, dan selama kami tinggal di rumah ini belum pernah membeli lagi boneka" jawab ku.


"Jadi itu boneka siapa?" tanya om ku.


"Mana aku tahu om. Mungkin bekas pemilik rumah ini sebelum nya, coba tanyakan kepada ayah" jawabku.


Sampailah kami di bandara dari kejauhan aku melihat Pria dan perempuan cantik putih, tinggi, postur nya seperti biola namun perut nya sedikit mengembang dengan rambut panjang terurai sebahu.


Perempuan cantik itu adalah tante Winda dan pria yang di samping nya adalah om Andi suaminya. Lalu aku berteriak memanggil nama nya dan melambaikan tangan.


Tante winda pun melambaikan tangan kembali sambil tersenyum manis. Lalu Tante winda dan om Andi berjalan menghampiri kami. Mereka langsung menaikan barang ke dalam bagasi mobil dan masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil pun seketika menjadi ramai, karena tante ku ini lumayan cerewet dan sedikit ramai orang nya.


"Rendiii..... sudah besar kamu sekarang?" tanya tante Winda.


"Hehe.. iya tante. Tante perut tante kenapa jadi bengkak begitu, apa yang telah di lakukan om andi sama tante? " tanya ku menggodai mereka.


Sontak mereka semua pun tertawa mendengar pertanyaan candaku kepada tante winda.

__ADS_1


"Iya nih Ren, perut tante bengkak perbuatan om Andi" jawab tante sambil tertawa.


Om andi hanya tersenyum mendengar jawaban tante winda sambil mengelus kepalaku.


"Ren, tante dengar ibu kamu sakit?" tanya tante winda.


"Iya tante, tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh" saut ku.


"Syukurlah, memang sakit apa?" tanya kembali tante.


"Sakit aneh tante, kalau pengen jelas sih nanti tanya saja sama nenek. Rendi susah menjelaskan takut salah ngomong" jawabku.


"Baiklah,nanti tante tanya deh di rumah" saut tante.


Sampailah kami di rumah. Saat sampai di rumah ibu dan nenek menyambut tante Linda dan om Andi dengan gembira. Wajar sih, mereka tidak bertemu sudah hampir 3 tahun.


Tante ku tinggal di kalimantan bersama suaminya dan baru kali ini mereka bisa mempunyai waktu untuk pulang menemui keluarga.


Aku senang, suasana rumah menjadi semakin ramai dengan tambahan personil keluarga. Lalu aku duduk sebentar di sana bersama dengan yang lain nya.


Setelah duduk sebentar dan berbaur dengan keluarga, aku pun berpamitan ke kamar ku untuk berganti pakaian. Aku merasa sedikit mengantuk saat itu.


Sesampainya di kamar, ku simpan tas ku di atas kursi lalu berganti pakaian. Setelah berganti pakaian, aku mencoba berbaring sebentar di atas kasur ku, karena pinggangku terasa sedikit pegal.


Saat terbaring aku menguap, dan tanpa terasa aku terlelap. Saat sedang tertidur, aku memimpikan seorang wanita kecil sedang bermain boneka di sebuah kamar.


Wanita kecil itu melambaikan tangan nya padaku, dan mengajaku bermain bersama. Di dalam mimpi itu aku bermain dengan nya. Aku melihat wajah wanita kecil itu dengan jelas.


Dia cukup manis, cantik, rambut nya panjang di ikat kebelakang, namun wajah nya putih pucat. Di dalam mimpi itu, aku merasa seperti mengenal nya.


Tapi aku sadar dia bukan adik ku shela, karena dari rupa wajah nya pun berbeda. Dia memegang tangan ku, dan mengajak ku ke luar menuju halaman rumah ku.


Dia berlari - lari berputar mengelilingiku. Saat dia sedang berlari - lari dengan suara langkah yang seperti nya tidak asing. Kemudian aku teringat bahwa itu adalah sosok hantu wanita kecil, yang pernah ku lihat melambaikan tangan nya dari atas kepadaku saat itu.

__ADS_1


Aku sontak terbangun dari tidurku dengan nafas terengah - engah. Aku merasa sedikit takut saat aku terbangun, tubuh ku bermandikan keringat saat itu karena ketakutan.


Saat aku sedang mengatur nafas untuk menenangkan diri. Tiba - tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarku, aku terkejut saat itu. Kemudian aku melangkah perlahan dengan cemas menghampiri pintu, untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamar ku.


__ADS_2