Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 6 Muncul Keanehan


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan merapikan diri, aku duduk di meja makan. Aku terus melamun memikirkan kejadian semalam, sampai aku merasa takut bila nanti malam tiba.


Saat itu aku tidak sadar terus melamun, makanan di atas meja yang berada di hadapan ku pun tak ku sentuh sama sekali tetap utuh.


Melihat ku seperti itu ibu menegurku.


"Ada apa Ren, Ibu melihat kamu dari tadi melamun? lihat sarapan mu masih utuh" tanya Ibu.


"Tidak ada apa - apa bu, perut ku sedang sakit mungkin magh ku kambuh" jawab ku berbohong kepada ibu.


"Ibu rasa kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya ibu kembali.


"Ti... tidak ada bu, perut ku hanya sedikit sakit saja" Jawab ku mengelak.


Saat itu aku merasa kebingungan, kalau aku bercerita tentang pengalaman ku tadi malam, ibu dan adik ku pasti ketakutan. Akhirnya aku memutuskan untuk merahasiakan tentang hal yang menimpaku tadi malam.


Selesai sarapan, aku bergegas pergi menuju ke sekolah. Di sana aku bertemu dengan sahabat - sahabat ku, mereka sedang asyik bercerita tentang keseruan hari kemarin saat mereka bermain di rumahku.


Mendengarkan cerita mereka membuatku teringat kembali dengan kejadian semalam yang menimpaku. Rasa nya aku malas membayangkan jika waktu berganti malam hari.


Tak berselang lama pak Guru pun datang, lalu kami melakukan aktifitas belajar seperti biasanya. Entah kenapa, saat keadaan sedang belajar pun aku selalu terbayang dengan sosok hitam tinggi besar itu, membuat kegiatan belajar ku menjadi tidak fokus.


Tak terasa bunyi lonceng istirahat berbunyi, aku dan 5 sahabatku pergi menuju kantin untuk membeli beberapa cemilan. Mereka ber 5 tak henti - henti nya bercerita tentang kondisi rumah ku yang baru.


Saat aku mendengarkan cerita mereka, muncul ide di kepalaku. Aku berfikir, jika nanti malam terjadi sesuatu hal yang menyeramkan lagi, aku akan mengajak mereka untuk menginap di rumah ku, agar aku mempunyai teman saat malam hari.


Aku tidak sadar kalau semenjak tadi pagi tiba di kelas, aku terus melamun. Rupanya semua sahabatku memperhatikan itu, dan mereka menegurku.


"Ren, ada apa? kenapa dari pagi kamu bengong terus?" Tanya Yudha sambil menepuk pundak ku.


"ehh, ngagetin aja. Engga ada apa - apa kok Yud" jawab ku kepada Yudha.


"Bagaimana kalau lain waktu kalian menginap di rumahku?" ucapku kembali bertanya kepada mereka.


"Boleh juga tuh, lain waktu kita menginap di rumah Rendi" ucap Yusuf kepada yang lain.


"Oke lah, kita bergadang nanti aku bawa laptop biar kita bisa main game bareng" Saut Yudha menjawab.


Saat itu aku cukup senang, mendengar bahwa mereka bersedia menginap di rumah ku. Setelah selesai makan dan berbincang, kami pun kembali menuju kelas,untuk melanjutkan proses belajar.

__ADS_1


Lonceng kedua telah berbunyi, pertanda prose belajar telah selesai. Aku berkemas membereskan alat belajarku untuk segera pulang.


Di perjalanan menuju rumah, aku melihat ada seseorang yang menjajakan barang dagangan. Yang dia jual adalah sebuah Kaligrafi indah salah satu surat dari Al-qur'an.


Aku berfikir saat itu, kalau aku membelinya dan memajang nya di dinding kamar ku, mungkin kejadian semalam tidak akan terulang lagi.


Lalu aku menghampiri orang itu, untuk membeli salah satu dari barang dagangan nya. Setelah membeli, aku melanjutkan perjalanan ku untuk pulang.


Sampailah aku di rumah, dengan membawa kaligrafi yang aku beli saat dalam perjalanan pulang. Ibu pun bertanya dengan sesuatu yang aku bawa itu.


"Ren, apa yang kamu bawa itu nak?" tanya Ibu.


"anu bu.. tadi di perjalanan pulang, aku melihat seseorang menjual kaligrafi, aku fikir sepertinya bagus bila menempel di dinding kamar ku" jawabku.


"baguslah nak, kamu membeli barang bermanfaat dari hasil uang saku mu" ucap ibu kembali.


"iya bu" jawab ku.


Lalu aku naik ke tangga untuk menuju ke kamar ku. Aku mandi, kemudian mengganti baju ku. Setelah itu, aku pergi ke gudang rumah untuk membawa palu dan paku, namun saat aku membuka pintu gudang, aku melihat sekelebat seperti ada orang yang berlari.


Aku sedikit kaget, tapi fikir ku mungkin itu hanya perasaanku saja. Tidak mau berfikir aneh saat itu, lalu aku melanjutkan mencari palu dan paku seperti tujuan awalku tadi.


Di sini mulai terjadi ke anehan lagi di kamar ku, saat aku memukul kan paku dan palu ke dinding, tiba - tiba tercium seperti harum melati yang menyerebak di dalam kamar ku.


Aku pun kaget harum apa ini, rasa nya seperti aku telah memecahkan botol parfum. Aku berkeliling mencari sumber dari harum tersebut.


Fikir ku, apa mungkin aku menyenggol dan memecahkan botol parfum ibu secara tidak sengaja, pada saat menuju kamar. Aku mencari ke sekeliling kamar, dan sepanjang jalan menuju kamar namun tidak ada apapun.


Saat aku sedang mencari dari sumber harum melati tersebut, tiba - tiba terdengar bunyi bel rumah.


"Ting.. tong.. ting.. tong" suara bel berbunyi.


Aku lihat ibu mengahampiri pintu masuk rumah karena mendengar bunyi bel, Kebetulan ibu sedang berada di bawah, di ruang keluarga sedang menonton televisi.


Lalu aku mendengar ibu menggerutu.


"Kenapa ini bel bunyi sendirj lagi, padahal tadi pagi sudah d betulkan" suara ibu menggerutu.


Aku yang mendengar ibu menggerutu pun bertanya.

__ADS_1


"Kenapa bu?" tanya ku.


"Ini bel rumah, padahal tadi pagi saat kamu di sekolah, sudah ada tukang yang membetulkan dan katanya tidak ada konslet atau apapun. Tapi kenapa sekarang bunyi sendiri lagi" jawab ibu.


Mendengar cerita ibu, aku mulai berfikir bahwa ada yang tidak beres di rumah ini mengapa bel selalu berbunyi tepat di pukul 14.00 siang, padahal bel dalam kondisi masih baru dan bagus.


Karena aku merasakan dan melihat banyak kejanggalan di rumah ini. Aku berniat akan memberi tahu ayah dan ibu, Kalau terjadi sesuatu lagi kepadaku nanti malam.


Malam pun tiba, seperti biasa di dalam rumah, kami bertiga menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga untuk menonton televisi.


Saat sedang menonton, kami mendengar dari arah belakang rumah kami, seperti ada seseorang yang sedang mencangkul sesuatu. Serrr... bulu kuduk ku mulai berdiri.


Apa mungkin sudah malam begini ada orang yang mencangkul, seperti tidak ada hari esok saja, fikirku.


"Kalian mendengar itu?" ucap ku.


"Iya ibu mendengarnya, sudah jangan berfikir aneh - aneh. Mungkin tetangga kita sedang mencari sesuatu" Jawab ibu dengan sedikit agak takut.


"Tapi bu.. " ucapku


"Rendi ibu tau maksud kamu... sudah tidak usah di teruskan. biar besok ayah yang cek ke belakang" saut ibu memotong perkataanku.


"Bagaimana kalau malam ini kita tidur di sini, di ruangan televisi sambil menunggu ayah pulang dari pasar" tanya ibu kembali.


"Baik bu" ucap ku.


Aku tau saat itu dari cara dan tingkah ibu berbicara, ibu sedang merasa takut dan cemas. Namun karena tidak mau aku dan shela ketakutan, ibu berusaha mengalihkan nya.


Kami pun mencoba tidur bersama di ruangan itu, Aku melihat adik ku shela dan ibu sudah terlelap. Tapi aku sendiri tidak merasakan ngantuk sama sekali. Aku mencoba memainkan game di hp ku, agar pikiranku teralihkan.


Saat aku sedang bermain game aku mendengar sesuatu. Aku mendengar seperti ada suara ketukan benda di belakang rumah.


"Tok.. Tokk.. " suara ketukan.


Suara ketukan itu berjeda agak lama kemudian berbunyi kembali.


"Tokk.. Tokk.." suara ketukan lagi dari belakang rumah.


Yang tadi nya aku dalam posisi terbaring, sekarang aku terduduk. Aku merasa suara ketukan itu janggal, itu seperti bukan suara tikus yang memainkan barang, lebih terdengar seperti ada orang yang sengaja mengetuk - ngetuk benda.

__ADS_1


__ADS_2