
Malam itu ayah dan om Rusman berbincang hingga larut malam. Aku pun berpamitan kepada ayah dan om Rusman untuk tidur lebih dulu.
Aku berjalan menaiki tangga, menuju ke kamar ku. Entah kenapa tak seperti biasanya, malam itu aku sangat mengantuk sekali. Mungkin aku kecapean setelah berjalan - jalan bersama keluarga ku.
Aku berbaring di tempat tidur membaca do'a, lalu tak sadar aku pun terlelap malam itu. Aku tertidur pulas sekali, sampai tak merasakan kejadian apapun malam itu.
Saat adzan subuh aku terbangun, aku ke kamar mandi untuk membersihkan badan, lalu merapikan pakaian ku, bersiap untuk melakukan solat di mesjid.
Lalu aku bersama ayah berjalan menuju mesjid. Setelah melakukan solat di mesjid, aku dan ayah pun pulang. Saat sedang berjalan menuju rumah, tiba - tiba ada pak Rt memanggil ayahku.
"Pak Romli... " teriak pak Rt memanggil ayah.
Ayah pun menengok kebelakang, mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Ohh.. Pak Rt, ada apa pak memanggil saya?" tanya ayah kepada pak Rt.
"Begini pak, mohon maaf pak sebelum nya. Tadi malam saya mendapat laporan warga sekitar pukul 21.00, ada salah satu warga di lingkungan Rt kita, pada saat melewati rumah pak Romli, dia melihat sosok wanita memakai kain berwarna putih lusuh dengan rembut berantakan terurai sedang berdiri di balkon atas rumah bapak" Ucap pak Rt.
"Masa pak Rt, kalau sekitar jam segitu keluarga saya belum ada yang tertidur kecuali anak saya yang kecil. malah saya semalam sedang mengobrol dengan adik saya hingga larut malam" Saut ayah.
"Makanya saya bertanya pak itu siapa untuk memastikan, saya berharap itu saudara bapak, karena Warga yang melihat, mengira itu adalah sosok kuntilanak. Dan ketika melapor ke rumah saya muka nya pucat sangat ketakutan" Ucap pak Rt.
"Astagfirulloh, tidak ada saudara perempuan yang berkunjung ke rumah saya pak. Hanya ada adik saya, itu pun laki - laki" Saut ayah dengan wajah sedikit cemas.
"Baiklah pak kalau begitu, berarti saya sudah memastikan bahwa benar itu adalah sosok makhluk gaib. Nanti saya akan menghubungi pak Romli, untuk berunding mencari solusi pak" Ucap pak Rt.
"Baik kalau begitu pak Rt, saya tunggu kabar nya" saut ayah.
Pak Rt pun melangkah pergi meninggalkan kami, aku hanya terdiam mendengarkan percakapan antara ayah dan Pak Rt. Yang ada dalam fikiran ku hanya rasa takut, mendengar sosok wanita seram seperti itu ada di rumahku.
Kami pun melanjutkan langkah kami menuju rumah. Sesampainya di rumah, ayah menasehati ku untuk tidak memberitahu ibu dan shela dengan kejadian ini. Karena akan membuat mereka ketakutan.
__ADS_1
Aku pun menuruti perintah ayah. ketika pulang aku melihat ibu sedang sibuk merepikan rumah. Karena kebetulan ini adalah hari minggu dan sekolah libur, jadi aku membantu pekerjaan ibu di rumah.
Pekerjaan ibu saat itu banyak sekali, selain mencuci, ibu juga harus memasak. Aku membantu menyapu rumah dan halaman, lalu mengepel lantai.
waktu menunjukan pukul 12.00 Aku pun selesai menyelesaikan tugas ku membantu ibu.Lalu aku berbaring di kamar ku, badan ku rasa nya pegal semua.
Tadi nya aku hanya berbaring hanya untuk meluruskan badan ku yang pegal saja. Namun tanpa sengaja aku terlelap. Mungkin kecapean karena dari pagi membantu ibu.
Aku tidur sangat pulas saat itu. Tiba - tiba aku terbangun oleh teriakan ibuku, yang memanggil cukup keras.
" Rendi.......!!" teriak suara ibuku yang nyaring.
Aku terbangun dan langsung bergegas menemui ibu. saat aku sampai di tempat ibu memanggil, aku melihat ibu sedang duduk seperti lemas.
"Ibu, ada apa?" tanyaku dengan panik.
"I..ibu tadi me..lihat perempuan berbaju merah, memakai rok, dan rambut nya keriting sedang duduk di sofa tengah" Saut ibu menjawab dengan terengah - engah.
Saat itu aku sangat bingung apa yang harus aku lakukan. Karena di rumah hanya ada aku, ibu dan shela adik ku. Sementara ayah dan om rusman sedang berada di pasar untuk berjualan.
Yang aku fikirkan hanya memberitahu ayah. Lalu aku berjalan kembali menuju kamar untuk mengambil telepon genggam ku untuk menghubungi ayah.
"tuttt.. tuuttt.. tuttt" suara hp ku menghubungi ayah.
"Halo, assalamu'alaikum ayah" ucap ku saat menelpon ayah.
"walaikumsalam, ada apa Ren?" saut ayah.
"Ayah, bisa pulang sebentar? ada sesuatu terjadi di rumah" ucap ku.
"terjadi sesuatu? memang nya ada apa nak?" tanya ayah kepadaku.
__ADS_1
"Pulang dulu saja ayah, aku bingung harus berbuat apa. Nanti sesampai nya ayah di rumah aku ceritakan" ucap ku kembali kepada ayah.
"Baik kalau begitu tunggu saja di rumah, ayah segera pulang" saut ayah mulai cemas.
"Baik ayah, assalamu'alaikum" ucap ku sambil menutup telpon.
"walaikumsalam" jawab ayah.
Setelah menutup telpon, ayah pun bergegas pulang. Sementara itu di rumah, aku berusaha menenangkan ibu yang terlihat sangat syok dengan apa yang telah dia lihat.
Siang itu memang suasana terasa sedikit menyeramkan. Suasana rumah terasa hening dan dingin. Belum lagi di luar cuaca terlihat mendung seperti akan turun hujan.
Agar suasana tidak terlalu terasa menyeramkan, aku pun menyalakan semua lampu rumah yang ada di setiap ruangan dan membuka lebar pintu depan yang menuju halaman depan rumah.
Hanya itu yang bisa aku lakukan agar suasana rumah menjadi lebih nyaman. Agar membuat ibu dan shela merasa tenang, sambil menunggu ayah sampai rumah.
Sebagai seorang kakak dan anak laki - laki pertama dalam keluarga, aku berusaha menjaga mereka saat itu. Walaupun sebenarnya dalam hati, aku pun merasa ketakutan.
Tapi aku berusaha menyembunyikan ketakutan dan kecemasan ku, di depan mereka sampai ayah tiba di rumah. Saat itu aku mencoba mengamati sekeliling rumah.
Namun ketika sedang mengamati sekeliling rumah dan menengok ke atas, aku melihat sesuatu. Jantungku seperti behenti berdetak saat itu. Rasa nya ingin menjerit sangat keras.
Karena saat aku sedang menenangkan ibu di ruang keluarga lantai bawah. Aku tanpa sengaja melihat di atas, seperti ada anak kecil yang sedang berlari - lari.
Aku hanya bisa diam, memejamkan mataku dan menundukan kepala menahan ketakutan. Karena jika aku memberitahu ibu dan shela dengan apa yang telah aku lihat, maka suasana rumah akan semakin kacau.
Aku berdoa agar ayah segera tiba di rumah, karena aku merasa sudah tidak sanggup. Aku mencoba menghubungi ayah kembali, namun ayah tidak menjawab telpon dari ku.
Hati ku semakin cemas saat itu. Aku berusaha menenangkan diri ku, dengan berfikir bahwa ayah tidak menjawab telpon ku, karena sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Saat aku sedang cemas menunggu kedatangan ayah, tiba - tiba terdengar suara. Suara itu seperti berasal dari pintu gerbang depan rumah. Dalam hati aku bertanya, apakah itu suara ayah, atau suara gangguan dari makhluk halus penghuni rumah.
__ADS_1