Rumah Terminal Gaib

Rumah Terminal Gaib
Eps. 15 Selalu terbayang


__ADS_3

Saat ku buka pintu kamar ku, ternyata itu adalah bunyi dari ketukan ibu ku. Ibu mengecek ku ke kamar, karena semenjak pulang sekolah, aku belum makan dan tidak keluar kamar selama 2 jam.


Padahal aku merasa baru sebentar tertidur, tapi ternyata sudah 2 jam lama nya aku terlelap. Dalam hati ku masih tidak percaya, kemudian aku ambil hp ku untuk melihat waktu.


Dan ternyata benar, sekarang sudah pukul 16.55, aku masuk kamar pukul 13.43, 2 jam lebih aku tertidur. Aku merasa heran, padahal aku merasa seperti baru saja menutup mata.


Lalu aku turun untuk makan siang yang tadi tertunda karena tertidur. Saat aku turun semua orang di rumah ku bertanya, kemana saja aku dari tadi siang.


Aku hanya tersenyum malu, karena cukup lama sekali aku tertidur, sudah seperti latihan mati saja. Lalu aku pun makan, sambil makan aku masih memikirkan wanita kecil yang ada di dalam mimpi ku.


Memang, kemarin saat rumah belum di bersihkan dan di obati. Aku melihat sosok anak kecil itu di lantai dua, melambaikan tangan nya kepadaku.


Tapi kenapa hanya aku yang melihat sosok wanita kecil itu, sementara keluargaku di rumah tidak pernah melihat penampakan dari wanita kecil itu.


Saat sedang memikirkan hal itu, tiba - tiba aku bulu kuduk ku berdiri dan berfikir apa mungkin wanita kecil itu masih ada di rumah ini.


Aku langsung menepis pemikiran itu, karena rumah sudah di bersihkan dari makhluk halus, jadi hal ini tidak mungkin terjadi. Aku mencoba untuk tidak memikirkan hal itu lagi.


Malam pun tiba, suasana rumah cukup ramai. Keluarga kami saling bercanda dan bercerita. Ibu, nenek dan tante winda mengobrol di kamar adik ku shela.


Sedangkan aku, ayah, dan kedua om ku sedang bermain game di ruang tengah. Permainan saat itu cukup menyenangkan, hingga membuat kami lupa waktu.


Waktu sudah menunjukan pukul 00.00. Kami pun menyudahi permainan game kami, untuk pergi istirahat dan tertidur. Sementara Ibu, nenek dan tante winda sudah tidur bertumpuk di kamar adik ku sejak tadi.

__ADS_1


Aku pun berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarku. Saat aku sedang berjalan menuju kamar, sayup - sayup terdengar suara memanggilku.


"Kak" bunyi suara memanggilku.


Aku menengok ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapapun. Fikirku mungkin hanya perasaan ku saja. Aku pun kembali melanjutkan langkah ku menuju kamar.


Saat sudah di dalam kamar aku pun menutup pintu dan berbaring di kasur. Aku pun terlelap saat itu, tak berselang lama dari aku terlelap tiba - tiba aku kembali bermimpi tentang wanita kecil itu.


Di dalam mimpi, aku seperti ada di dalam rumah dengan design rumah jaman dahulu, namun aku seperti mengenali rumah itu. Aku melihat di sana Ada keluarga kecil yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


Di sana ada seorang pria yang umur nya kurang lebih seperti ayahku, ada juga seorang wanita dewasa, mungkin itu istri dari pria itu. Lalu ada pria remaja cukup tampan sedang berbaring di atas kursi, Lalu ada wanita kecil yang sering ku lihat di mimpi ku.


Aku sebenarnya di hadapan mereka, tapi mereka seperti tidak melihat ku. Aku memanggil mereka untuk bertanya bahwa aku berada di mana.


Saat aku sedikit berteriak, tiba - tiba mereka semua menoleh kepadaku. Mereka semua menatapku dengan tatapan dingin. Lalu aku mencoba bertanya tentang keberadaanku.


Namun mereka hanya terdiam, tatapan nya yang awal nya dingin sekarang menjadi melotot kepadaku. Aku mulai merasa takut melihat tatapan mereka.


Mereka terus saja menatapku seperti marah tanpa ada jawaban dari pertanyaan ku. Tiba - tiba keluar darah mengalir dari mata mereka. Aku lalu memberitahu mereka bahwa mata mereka terluka mengeluarkan darah.


Namun mereka tetap diam dan terus memandangku. Aku sangat merasa ketakutan saat itu, saat aku mencoba kembali bertanya tiba - tiba, mata mereka terlepas dan terjatuh.


Aku berteriak sangat ketakutan saat itu sampai aku terbangun. Nafas ku terengah - engah saat terbangun, yang ku alami tadi rasanya seperti kenyataan.

__ADS_1


Saat aku mengatur nafas, aku baru tersadar bahwa aku tadi berteriak cukup keras tapi mengapa tidak ada yang mendengar ku. Aku kemudian membuka pintu untuk mengambil segelas air.


Namun saat aku membuka pintu di hadapan ku terpampang pria dewasa tadi, dengan wajah pucat tanpa mata berada di hadapan ku. Bulu kuduk ku berdiri seketika, kulit ku seperti menebal, aku berteriak sangat kencang hingga tak sadarkan diri.


Saat aku terbangun, ternyata aku masih berbaring di atas kasur ku. Rupanya aku mengalami fase 2 kali terbangun dari mimpi lagi, seperti awal ketika baru menempati rumah ini.


Aku merasakan sangat kelelahan saat terbangun. Rasanya seperti nyata sekali mimpi yang ku alami tadi, hingga membuat baju tidur ku basah kuyup oleh keringat ku.


Lalu aku berdiri dan melangkah menuju meja belajar ku, untuk melihat jam di hp ku. Saat itu waktu menunjukan pukul 04.00 subuh, lalu aku pun keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai membersihkan diri, aku lihat keluargaku semua sudah terbangun untuk melakukan sholat subuh. Lalu aku pergi ke mesjid untuk melakukan sholat subuh bersama ayah.


Setelah melakukan sholat subuh di mesjid, di perjalanan pulang aku menceritakan kepada ayah mimpi ku tadi malam. Ayah terlihat sedikit termenung saat mendengar ceritaku.


Aku menyadari saat melihat raut wajah ayah yang seperti itu. Seperti nya ayah mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan mimpi ku. Dan ayah merahasiakan nya dan tidak ingin aku mengetahui nya.


Ayah hanya berkata itu adalah sekedar mimpi ku saja. Menurut nya, aku terlalu memikirkan hal itu sehingga terbawa ke dalam tidur ku. Aku hanya terdiam mendengar ucapan ayah.


Aku berusaha menerima ucapan ayah saat itu, mengubah pola fikir ku yang awal nya mempunyai pemikiran bahwa mimpi itu ada hubungan nya dengan rumah ini.


Sekarang aku rubah pola ku berfikir kalau mimpi itu hanyalah sekedar bunga tidur ku. Memang sulit menerima nya, karena aku merasakan kalau mimpi itu seperti kisah awal dahulu penghuni rumah ini.


Saat itu aku seperti pergi ke masa lalu, awal mula dimana rumah ini di huni oleh sebuah keluarga sebelum kami. Aku sangat berharap ada seseorang yang mempercayaiku.

__ADS_1


Dengan begitu mungkin akan terkorek penyebab dari rumah ini menjadi angker seperti ini. Karena aku yakin sekali, wanita kecil itu sedang menyampaikan suatu pesan untuk ku.


__ADS_2