
"Hufftt jadi selama ini aku sudah menikah tepatnya di jodohkan".Ungkap Naysila sambil menunduk.
"Hah apa!serius kamu Nay....terus terus gimana,sama siapa,udah tua atau sepantar Nay?"Tanya Inez beruntun dengan mata melotot dan terkejutnya.
"Sama anak majikannya ayah ku",jawab Naysila dengan mata sendu,dan itu terlihat ileh Inez.
"Apa kamu gak bahagia?".Tanya Inez dengan sorot mata sayu.
"Hahhh aku juga bingung harus ngomong apa nez,dia bahkan gak anggap aku ada kami bahkan tidur terpisah dan aku tidak boleh menyentuh atau masuk kedalam kamarnya",ungkap Naysila tak terasa air matanya luruh.
"Nay.....,terus kenapa kamu gak nolak perjodohan ini",
"Aku gak bisa nez....aya merasa punya hutang budi dengan majikannya jadi dia tak kuasa buat nolak perjodohan ini....aku bahkan bingung mertua ku sangat baik dan sayang sama aku bahkan mereka tak pernah membahas atau menyinggung status sosialku".jawab Naysila.
"Nay...kalau kamu gak kuat jangan dilanjutkan aku tau kamu itu kaya gimana kamu hanya menyiksa batin kamua aja Nay...apa suami mu pernah main fisik?",Tanya Inez dengan penuh selidik.
Naysila langsung menggeleng
"Dia tak pernah main fisik,tapi.....batin dia selalu menyakiti perasaan ku dengan perkataan kasarnya hiks....maaf Nez setelah sekian lama gak ketemu aku malah datang sama kamu dengan keadaan seperti ini hiks...maaf",Naysila tak mampu membendung kesedihan yang selama ini dipendamnya sendiri.
Ada perasaan lega di hatinya karena dapat bercerita tentang kehidupannya selama ini.
Inez pun tak kuasa menahan air matanya,melihat kondisi sahabat yang di carinya selama ini dan menemukan Fakta menyakitkan tentang kehidupan sahabtnya.
Lalu di segera pindah dan duduk di samping Naysila tak membuang waktu dia langsung memeluk Naysila.
setelah tangis Naysila mulai mereda Inez bertanya kembali.
"Apa ayah dan mertua mu tau Nay...?".
"Tidak mereka tidak tau,dan aku mohon sama kamu jangan sampai mereka tau".
"Hahh terus siapa laki laki bajingan yang berani mengabaikan kamu itu?",tanya Inez dengan perasaan menggebu.
"Farhan......Farhan Iskandar Rajasa".jawab Naysila dengan pandangan kosong.
Inez kembali dibuat terperangah.
"Ja...jadi suami kamu adalah Farhan Iskandar Rajasa".
Naysila hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi...kenapa tidak di publik pernikahannya sedangkan dia adalah salah satu pengusaha suskes, bahkan tak ada satupun berita online mengenai pernikanmu".Tanya Inez.
"Yah pernikahan ini di rahasiakan atas permintaan Mas Farhan sendiri".
"Wah...wah....tapi aku rasa mata dia katakrak tak bisa melihat kecantikkan mu Nay,bahkan kau adalah idola di sekolah dan hampir setiap hari ada yang menembak mu untuk jadi kekasihnya",ungkap Inez dengan kesalnya.
"hahaah,kamu ini...",Naysila tertawa kecil mendengar gerutuan Inez.
"Nay pokoknya kamu harus buktikan pada pria tak punya otak itu....bahwa kamu mampu menjadi orang sukses dan berhasil,kamu gak boleh berpikir kalau kamu sendiri di dunia ini,aku.....aku yang akan selalu ada untukmu aku tak akan pernah meninggal kan mu".ungkap Inez dengan nada menggebu.
Naysila yang mendengar penuturan sahabtnya itu hanya bisa tersenyum dengan mata berkaca kaca.
Yah dia tak sendirian,masih ada pundah untuk bersandar,dan masih ada orang yang selalu siap mendengar keluh kesahnya.
"Terima kasih",jawab Naysila langsung memeluk Inez.
Lalu mereka melanjutkan mengobrol santai dan melupakan kejadian yang menyedihkan.
-
-
-
Dia mengeryit bingun pasalnya handphone yang biasa nya berdering nyaring tanda masuk pesan..tak terdengar seperti biasanya.
Lalu di merogoh handphone mahal dalam saku jas nya dan membuka aplikasi chat hijau.
"kenapa tak ada pesan masuk darinya...haiss kenapa lagi ada apa denganku..justru aku harus senang karena tak ada yang mengganggu".gumamnya
Yah dia adalah Farhan,sepertinya kebiasaan sang istri yang tak pernah dianggap nya yang selalu mengirim pesan tapi tak mendapat respon,dan setelah Naysila tidak mengirimi dia pesan sepertinya dia merindukkannya?mungkin.
"Heh mungkin dia hanya ingin memancingku saja dengan mencoba mengabaikanku dan aku akan peduli padanya,imposible...aku tak akan masuk permainannya...kita lihat sampai kapan kau akan berpura pura tak peduli padaku,dan ya bagus juga aku jadi tak risih".gumam Farhan.
Saat sedang melamun,dia dibuyarkan oleh ketukan pintu
tok...tok...tok..
"Masuk".
"Permisi pak hari ini meeting di batalkan karena klien kita ada urusan penting yang tak bisa ditinggalkan,dan beliau juga menitip pesan jika bapak tidak berkenan maka dia siap membatalkan kerja sama ini".Ucap seorang wanita yang terlihat lebih tua 3 tahun dari Farhan.
__ADS_1
"Eeeemm baiklah,kau hubungi saja jika kerja samanya masih akan tetap berlanjut dan kita akan melakukan meeting di lain waktu saja".Ucap Farhan.
"Baik pak...kalau begitu saya permisi".
"Ya"jawab Farhan sekenanya tanpa ekspresi.
Beda halnya dengan Naysila saat ini dia sudah pulang kerumahnya dengan hati riang gembira,pasalnya sepupu dari sahabatnya Inez menyetujui dan menerima Naysila bekerja di perusahaannya.
*Flashback on
Saat sedang berbincang ria dengan sahabatnya Inez...mereka dikejutkan denga sapaan seorang pria.
"Nez....kamu lagi sama siapa?",sapa tiba tiba seorang pria dari arah belakang Naysila.
"Kakak....ini sahabatku Naysila kami baru bertemu kembali setelah sekian lama",jawab Inez dengan senyum mengembangnya.
Pria itu mengulurkan tangannya.
"Hai aku David...kakak sepupunya Inez".dengan tersenyum hangat menampilkan lesung pipinya yang menawan.
"Naysila",ucap Naysila dan membalas ulurang tangan pria itu.
"Boleh gabung?".
"Yah tentu saja kak,iya kan Nay...",ucap Inez.
"Yah tentu saja",ucap Naysila dengan senyum manisnya".
Seketika David terkesiap melihat senyuman Naysila.
David kemudian mendudukan diriny disamping Naysila otomatis Inez bergeser dan David duduk didepan Naysila.
"Oh iya,kak...sahabatku ini sedang mencari pekerjaan dia mempunyai bakat dibidang desain atau arsitektur,dia sudah menyelesaikan SI nya,apa kah di perusahaanmu masih ada lowongan?",tanya Inez sambil melirik Naysila.
"Eeemm apa kau punya contoh gambar atau sketsa?",tanya David kepada Naysila.
Naysila langsung mengeluarkan beberapa kertas di tasnya dan menyerahkannga pada David.
"Waw gambar mu ini sangat menapjubkan...bahkan di perusahaanku arsitekku kalah dengan gambarmu...ini...ini...luar biasa sangat teliti dan cermat,kau datanglah besok ke perusahaanku aku menunggumu...dan ini kartu namaku kau bisa langsung kesana",ucap David sambil memberikan kartu namanya.
Naysila tersenyum mengembang dan dia melihat ke arah Inez yang sama menampilkan wajah berserinya.
__ADS_1
*Flashback of.