Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
14.episode 14


__ADS_3

"Ah ya...Rey kemarilah tolong siapkan surat kontrak kerja sama untuk Naysila seperti yang sudah aku bicarakan padamu kemarin".Titah David pada Rey.


Rey segera mengangguk dan pergi keruangannya untuk mengambil map berisi surat perjanjian kontrak yang sudah di bahas dan disiapkan oleh David kemarin saat sudah kembali dari kafe.


"Dan kau Lina...hari ini divisi mu ada tambahan orang...Naysila akan kau bimbing selama dia bekerja disini,kau paham?".Lanjutnya.


"Ya tuan",Jawab seorang wanita itu yang di panggil Lina oleh david.


"Kau boleh kembali lagi keruangan mu,besok Naysila sudah mulai bekerja".


"Baiklah tuan,saya permisi"Ucap wanita itu dengan sopan.


Tak lama Rey sang asisten dari David kembali lagi keruangn dengan membawa map berisi surat perjanjian kontrak kerja.


"Nay...kamu baca dulu dengan teliti jika ada yang kurang setuju silahkan ajukan,dan jika kau menyetujuinya kau bisa langsung mendatangani surat ini".ucap David seraya memberikan map itu pada Naysila.


Naysila hanya mengangguk dan kemudian membaca setiap kalimat itu dengan seksama.


Setelah dirasa semua baik dan tidak merugikan salah satu pihak,Naysila segera memubuhkan tandatangannya.


"Saya menyetujui semua persyaratan dan perjanjian dalam surat ini".Ucap Naysila.

__ADS_1


"Hemm baiklah kalau begitu aku senang mendengarnya".Ucap David.


"Eeem tuan kalau begitu aku permisi pamit dulu,dan besok aku akan langsung bekerja...terima kasih karena anda mau menerima saya untuk bekerja disini,padahal saya minim pengalaman".Ucap Naysila.


"Hahah kau ini....saat aku pertama kali meihat hasil gambarmu,aku yakin jika kau akan menjadi seorang arsitektur berpengaruh....dan ya kau akan menjadi orang sukses dikemuadian hari".Ucap David seraya tersenyum hangat.


"apa kau tidak ingin disini dulu minum teh atau minum kopi bersama ku?",Tanya David dengan sedikit menahan malu...pasalnya baru kali ini dia yang menawarkan duluan pada seorang wanita.


Apa David ini mulai tertarik akan pesona Naysila,rasa nya dia enggan untuk buru buru berpisah?i dot know but kita lihat saja nanti.😂


Naysila hanya tersenyum canggung dan kembali berkata.


"Ahh mungkin lain kali saja tuan soalnya aku sudah ada janji dengan Inez...dan mungkin dia sudah menungguku".Ucap Naysila seraya berdiri.


Naysila membalas uluran tangan itu dan tersenyum,yang mana senyumannya lagi lagi membuat Farhan tak menentu.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dan terima kasih sekali lagi".Ucap Naysila yang merasa gugup akan situasi yang sudah tak kondusif itu.


"Ehem baiklah...hati hati dijalan".Jawab David tak kalah gugup.


Naysila kemudian berbalik dan melangkah keluar sambil menutup pintu kembali.

__ADS_1


Dan David?masih mematung melihat kepergian Naysila dengan pipi memerah.


"Hah ada apa dengan jantungku....kurasa ada yang salah aku harus kerumah sakit dan mengecek jantung ku"rutuknya seraya berjalan kearah kursi kebesarannya dengan tangan tak henti mengusap bagian dadanya.


Sepertinya David mulai ada rasa pada Naysila,dan apa yang akan dia lakukan saat mengetahui Naysila sudah menikah...apa dia akan kalah sebelum berperang?,entahlah.


Naysila kembali menjadi pusat perhatian saat dia berjalan dari lobi,namun Naysila mencoba cuek dan sesekali tersenyum membalas setiap orang yang tersenyum padanya.


Saat melewati di meja resepsionis Naysila berhenti sejenak dan menyapa kedua orang wanita yang tengah sibuk menatap layar komputer seraya jari jemarinya menari di atas keyboard.


"Mba Dita...mba Rani saya duluan".


"Ehh ya ampun mba Nay...sudah selesai apa sekarang mau pulang?bagaimana hasilnya apa memuaskan?",tanya Rani beruntun...seperti sudah kenal lama tak ada kecanggungan lewat nada bicaranya.


Berbeda dengan Dita yang melongo melihat rekan kerjanya Rani bicara begitu gamblang tanpa rasa gugup.


"Alhamdulillah besok saya sudah mulai bekerja...kalau begitu saya permisi silahkan dilanjut lagi kerjanya...mari mba Rani dan Mba Dita".Ucap Naysila.


"Iya mba hati hati".jawab keduanya.


Setelah Naysila menghilang dari pandangan mereka,Dita langsung mencecar Rani dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Ran kok kamu kaya sudah kenal lama sama mba Naysila...terus dia juga tahu nama aku...kamu tadi ngobrol apa aja...terus orangnya gimana....?",Tanya Dita beruntun.


Rani hanya tersenyum kikuk kearah Dita dan mulai menjelaskan semuanya.


__ADS_2