Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
11.episode 11


__ADS_3

Kini malam telah tiba...tampaknya Farhan baru pulang dari kantor saat membuka pintu rumah,sepi....itulah yang dilihatnya.wanita yang tak pernah absen menyambut kedatangannya dan sekarang tak ada lagi. hatinya merasa ada yang janggal,atau dia tak menerima jika Naysila mengabaikannya?Namun Fikirannya menampik agar ia tak mudah percaya dengan Naysila.


Saat langkahnya semakin maju dia berhenti sejenak di ruang makan,dimeja besar nan mewah itu ada banyak makanan sudah tersaji dan tertata rapih dan terlihat baru di hangatkan.


Farhan tersenyum miring,sepertinya Fikirannya benar jika Naysila masih akan tetap peduli padanya,namun detik berikutnya senyuman itu tergantikan oleh wajah tak ramah darinya.


"Tuan...apa anda ingin makan dulu,bibi sudah hangatkan kembali makanannya".Tampak bi Asih keluar dari arah dapur dengan membawa teko kaca yang cantik lengkap dengan gelas yang serupa coraknya.


"Eh..eemm saya akan ke atas dulu setelah itu saya akan makan malam".ucap Farhan kikuk seraya melangkah menapaki setiap anak tangga menuju kamarnya.


"Saya tahu anda sudah mulai tak nyaman dengan nona Naysila yang mulai mengabaikan anda,semoga penyesalan tak berpihak padamu tuan....cepatlah buka hatimu dan lihat lah istri yang selalu kau abaikan...dia bahkan wanita yang sempurna,apa yang membutakan matamu tuan....",Gumam bi Asih dalam hati sambil melihat punggung Farhan semakin menghilang.


Pasalnya sedari pagi bi Asih selalu memperhatikan wajah muram Farhan yang tak di sapa Naysila dan sekarang dia juga diam diam mengintip Farhan yang terlihat kebingungan melihat kondisi rumah yang sepi,tak ada lagi sosok wanita cantik yang selalu menyambutnya dengan senyuman hangat yang terpancar dari wajahnya,meski selanjutnya wajah itu akan terlihat merana dengan perlakuan sang suami.


Bi Asih ternyata diam diam memperhatikan wajah Farhan,yang terlihat muram karena di abaikan Naysila.


Sementara di kamar terlihat seorang wanita cantik tengah menyiapkan baju dan juga keperluan nya untuk besok bertemu dengan kakak sepupu dari sahabatnya untuk mengonfirmasi jika dia akan mulai bekerjar,dan senyuman yang terpatri di wajahnya tak pernah pudar.


Naysila amat bahagia,cita cita untuk menjadi arsitek desain interior akan segera terwujud,dan mungkin jika dia tak menikah dengan Farhan...dia akan sudah bekerja atau lanjut kuliah S2 dengan beasiswa,mengingat itu semua wajahnya kembali muram,tapi buru buru dia tersadar dan harus tetap melanjutkan niat dan tujuannya.

__ADS_1


"Aku harus bisa melangkah......maafkan aku ya Allah jika aku berdosa tak meminta ijin pada suamiku untuk bekerja,tapi dia bahkan enggan untuk sekedar aku bicara satu patah katapun padanya....Huffttt ayo Naysila semangat kamu pasti bisa!",ucapnya seraya mengepalkan tangannya.


Lalu Naysila kembali menyiapkan barang barang yang akan dibawanya esok hari.


Berbeda di lantai atas tepatnya di kamar Farhan,terlihat dia sedang duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya dan menengadahkan kepalanya menatap langit langit atap kamar.


Fikirannya berkecamuk dan hatinya resah,entah ada apa dengan dirinya.


"Haaiiss,ada apa denganku....aku tak mungkin tertarik padanya...dia hanya bersandiwara untuk mengalihkan hati dan fikiran mu saja,besok juga pasti dia akan kembali cerewet lagi",gumam Farhan.


Lalu dia melepaskan semua bajunya dan meraih kimono lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan acara mandinya dan mengenakan stelan kaos yang mencetak dada bidangnya dan celana panjang biasa,lalu dia turun kebawah untuk makan malam.


Hatinya kembali resah tak menentu,seperti ada yang kurang seperti ada yang tertinggal.


Namun dia enggan untuk berfikir lebih jauh lagi,dan mencoba mengalihkan hatinya yang tak bisa di bohongi itu.


Lalu dengan selera makan yang menipis dia duduk dan mengambil makanannya,

__ADS_1


Dia kembali berfikir jika yang memasak adalah Naysila dan yang menyajikan adalah bi Asih,namun wajahnya kembali muram saat satu sendo nasi dengan lauk pauk mewah itu masuk kemulutnya,rasanya beda tak seenak masakan yang dibuat Naysila,dan dia sadar jika Naysila tidak memasaknya,melainkan bi Asih....meski masakannya enak namun lidanya sepertinya sudah kecanduan masakan yang dibuat oleh Naysila.


Selera makannya yang tinggal menipis itu kini sudah habis,dia menatap makanan dalam piringnya,lalu kepalanya menoleh ke arah kamar dekat tangga tak ada pergerakan dari dia sampai rumah sampai kembali lagi untuk makan malam,Naysila tak menampakkan batang hidungnya sekalipun padanya,dan Fikirannya masih terus menampik meskipun hati kecilnya tercubit.


Dia bangkit dari kursi,lalu melangkah bahkan tak seperti biasanya dia tak menghabiskan makanannya itu.lalu dia memencet tombol perekam suara untuk menguhubungi bi Asih karena perakam suara itu terhubung ke Vaviliun bi Asih,Sultan memang.


"biii aku sudah selesai tolong rapikan meja makannya".ucap Farhan lalu melangkah ke arah tangga.


sebelem kakinya menginjak anak tangga pertama badannya seakan tak bisa diajak kompromi.kakinya berbelok arah dan berdiri di pintu kamar yang di tempati Naysila.


Tangannya yang reflek ingin memegang handle pintu itu buru buru di urungkan dan dia segera menyadarkan dirinya dan berfikir jika yang di lakukannya adalah salah,Farhan langsung berbalik dan mengambil langkah lebar untuk menuju kekamarnya.


-


-


-


*Not

__ADS_1


Sorry readers up nya lama,because ujian sekolah belum selesai jadi fikirannya gak mau teralihkan alhasil novel ini terabaikan....sorry sekali lagi untuk readers...dan jangan pernah bosan untuk baca novel ini,alhamdulillah udah ribuan yang liat ni novel amatir meski yang like ratusan😂but its okay i'm fine,senenglah ada yang respek juga...


Thankyou readers stay heltiii yes💜


__ADS_2