
Saat menjelang malam terlihat sosok wanita tengah duduk di kursi ruang tamu menunggu seseorang
"Kenapa sudah jam 9 mas Farhan tak kunjung pulang".gumam Naysila dengan nada khawatir.Ya dari tadi dia mondar mondar dan duduk menunggu suami nya pulang.
Beberapa menit kemudian terdengar deru mesin mobil memasuki mansion dan Naysila langsung melihat kearah luar lewat kaca.
"Hufftt alhamdulillah dia sudah tiba",dan tak lama kemudian pintu di buka dari luar,Naysila langsung berjalan ke arah suaminya dengan senyum hangat.
"Mas kenapa jam segini baru pulang,apa pekerjaan nya banyak,apa mas sudah makan kalau belum mas bersihkan dulu tubuh mas setelah itu kita akan mak....".ucapan Naysila terpotong dengan bentakan yang di lontarkan oleh Farhan
"Diam,sebaiknya kau diam dan tutup mulut mu itu,aku pusing mendengar racauan darimu!!".
Naysila hanya diam mematung dan tanpa sadar air matanya jatuh mendengar bentakkan suaminya,terasa ada yang menghujam jantungnya.
__ADS_1
Tanpa peduli pada keadaan istrinya Farhan langsung melangkah dengan tegas menaiki anak tangga.
Setelah kepergian Farhan,Naysila langsung luruh lantah di lantai dia terisak menahan sakit yang teramat sakit.
"hiks....hiks...Sampai kapan.....sampai kapan semua ini selesai,aku lelah Ya Allah aku lelah,apa salahku sampai dia sangat membenciku,sampai kapan dia memperlakukan aku begini...hiks...hiks".
kejadian semuanya terlihat oleh bi Asih,pembantu di rumah Farhan dan Naysila,kemudian mendekat dan dan menyentuh bahu Naysila.
Naysila langsung memeluk bi Asih dengan erat dan menumpahkan tangisannya.
"Hiks...hiks...hiks..biii apa salahku padanya,kenapa dia selalu berkata kasar padaku?",tanya Naysila dengan terus terisak di pelukan sang bibi.
Bi Asih tak mampu menjawab apapun,karena dia pun tak tau penyebab tuannya tak menerima Naysila sebagai istrinya.
__ADS_1
"Bibi cuma mau bilang sama enon,yang sabar dan kuat dalam menghadapi ini semua,karena bibi yakin sekeras kerasnya batu akan luluh lantah juga pada akhirnya jika terus di timpa air,dan enon harus bisa menjadi air itu".ucap bi Asih dengan mata berkaca kaca.
"sekarang enon makan dulu,biar kuat dan bisa menjadi air yang tangguh ".ucap bi Asih sambil melepas pelukannya.
"Engga bik,aku gak berselera aku ingin tidur saja".ujarnya dengan lemas
"Tapi non nanti enon sakit,makanlah sedikit saja ya"
"Tidak bi aku hanya ingin istirahat saja,terima kasih untuk motivasinya bi dan selamat malam".Tanpa menunggu jawaban dari bi Asih Naysila segera berlari ke arah kamarnya di lantai satu.
Naysila dan Farhan memang tidur di kamar terpisah,Naysila di bawah tepatnya di kamar tamu sedangkan Farhan di lantai 2 dikamarnya sendiri.
"Kuatkan kan lah nona Naysila ya Allah dan buka lah pintu hati tuan Farhan,aku kasihan melihat dia setiap hari selalu dibentak dan di perlakukan sangat buruk oleh suaminya sendiri,dan jangan biarkan penyesalan hinggap dalam hidup tuan Farhan".Gumam bi Asih dengan berderai air mata.Dia adalah saksi bagaimana Farhan memperlakukan Naysila dan dia juga adalah saksi kegigihan dan kesabaran Naysila dalam meluluhkan hati suaminya.
__ADS_1