Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
12.episode 12


__ADS_3

Pagi telah tiba azan subuh berkumandang membangunkan setiap insan dari mimpi yang masih setia menemani untuk beribadah dan kembali pada sang pencipta.


Naysila mengerjapkan matanya tatkala pendengarannya mendengar suara adzan lengkap dengan jam alrm yang saling bersahutan.


Dia bangun dan mematikan alrm,lalu kakinya melangkah turun dari ranjang membawanya ke arah kamar mandi.


setelah beberapa menit berkutat di kamar mandi,Naysila keluar sudah lengkap dengan baju santainya,lalu menghamparkan sajadah dan memakai mukenanya,setelah menjalankan dua rakaatnya,tak lupa tangannya menengadah kepada sang khalik guna meminta pengampunan atas segala khilaf,tak lupa berdoa untuk orang orang terdekatnya lalu tertunduk ruku kembali.


Setelah selesai melaksanan kewajibannya sebagai seorang insan yang akan selalu membutuhkan penciptanya.


Naysila tak keluar kamar seperti biasanya,tapi dia membuka pintu kaca yang lebar dan menghamparkan matras di teras,ya meskipun kamar Naysila di bawah dan tak semegah kamar Farhan namun di depan kamarnya ada teras dan pintu kaca yang di dorong.


Dia kemudian bersiap dan melakukan gerakan gerakan untuk melenturkan tubuhnya,Naysila memang menyukai yoga dan tak banyak yang tahu tentang kebiasaanya ini,bahkan sahabatnya Inez pun tak tahu.


Naysila hanya jarang yoga setelah menikah karena sibuk mengurus dan memberi perhatian pada suaminya,ya meski tak dianggap!!.


berbeda dengan Naysila yang sedang merilekskan tubuhnya,Farhan terlihat uring uringngan dan tak menentu.


Pasalnya saat bangun tidur dan kebawah untuk sarapan dia tak mendapati Naysila seperti biasanya yang selalu menyambut dan tersenyum hangat padanya.


Farhan fikir,Naysila hanya memancingnya saja,tapi sudah dua hari dari kemarin dia bahkan tak melihat batang hidung istrinya,istri?.

__ADS_1


Dia hanya melihat bi Asih saja yang masih sibuk berkutat di dapur,dan belum menyadari kehadiran Farhan.


Dalam hatinya Farhan agaknya kesal,dia kembali lagi ke kamarnya dan pergi ke arah balkon dia berdiri seraya tangannya berpegangan pada pembatas balkon,fikirannya berkelana nan jauh menerawang.


"Kenapa ada denganku,kenapa tak melihatnya aku resah begini".gumam Farhan.


Gengsi yang terlalu tinggi tak mampu membuatnya menemui Naysila,lelaki emang gitu sih.


"Apa hatiku mulai menerimanya".gumam Farhan kembali.


Dia tak mau terlalu tenggelam dengan perasaanya,lalu dia pergi ke arah lemari dan mengambil stelan kemeja beserta jas juga celana bahannya.


Dan...apa yang terjadi?harapan hanya tinggal harapan hanya ada bi Asih yang sedang menaruh makanan di atas meja dia tak mendapati Naysila untuk kesekian kalinya.


Lalu Farhan mendudukan dirinya dia kursi,dan matanya sedikit menelisik ke arah dapur,berharap bisa menemukan Naysila.


Ternya gerak gerik Farhan sejak tadi di perhatikan oleh bi Asih,dan....sepertinya bi Asih peka dengan situasi ini.


"Maaf tuan,nona Naysila menitipkan pesan pada saya bahwa dia pergi keluar karena katanya ada urusan mendadak",ungkap bi Asih.


Farhan terlihat kecewa,fikirannya sudah tak bisa menampik jika dia nerindukkan Naysila dan hati nya lah yang menang,memang ya hati itu tak bisa dibohongi.

__ADS_1


"Kemana,apa bi Asih tau dia bertemu siapa?",jawab Farhan.


Bi Asih tertegun mendengar pertanyaan Farhan,dia fikir Farhan tak akan meresponnya dan dijawab dengan deheman saja.


Dan apa ini,Farhan bertanya,apa cinta itu sudah akan tumbuh dan berkembang?apa Farhan mulai tertarik pada nonanya?entahlah tapi bi Asih merasa senang tak terkira.


"Emmm...anu tuan katanya sih nona Naysila akan bertemu sahabatnya yang sudah lama tak berkabar",jawab kembali bi Asih.


"Laki laki atau perempuan?".Farhan merutuki dirinya karena mulutnya lepas kendali dan tiba tiba meluncur kalimat itu .


Hah bi Asih kembali cengo dan semakin terkejut,apa ini apa dia tak salah dengar apa dia hanya berkhyal,apa Farhan sadar akan ucapnnya,rasanya bi Asih ingin menggelar syukuran.


Bagaimana tidak,setelah satu bulan kurang menikah tuannya tak pernah berlaku baik,dan tak pernah ingin tau soal Naysila sedang apa atau dimana,tapi ini....waw baru kali Farhan bertanya dan merespon ingin tahu Naysila pergi kemana dan dengan siapa pagi pagi begini,bahkan sebelum Farhan turun kebawah.


"Ah maaf tuan saya kurang tahu,sahabat nona laki laki atau perempuan".jawab kembali bi Asih.


Farhan hanya mengangguk dan kembali melanjutkan sarapannya,dan bi Asih kembali ke dapur.


Namun lagi lagi Farhan tak merasa berselera,entahlah setelah lidahnya memcicipi masakan Naysila seakan lidahnya menolak masakan orang lain,padahal saat ibunya memasak atau tidak tak berpengaruh sama sekali pada lidahnya,tapi ini....hah entahlah bahkan lidahnya pun menginginkan masakan Naysila dan hatinya?,hanya dia dan Tuhan yang tau.


Setelah menyelesaikan sarapannya yang terasa seret,bahkan harus berkali kali didorong oleh air putih,makanannya pun habis meski dengan porsi sangat kecil,hanya untuk mengganjal lambungnya saja.

__ADS_1


__ADS_2