Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
13.episode 13


__ADS_3

Terlihat seorang wanita cantik dengan tampilan modis dan elegan menuruni taxi dan melangkah ke arah lobi perusahaan.


Langkahnya seperti irama yang mengiringi jalannya,security yang melihatnya langsung membukakan pintu untuk wanita itu.


Banyak pasang mata yang terang terangan memuji penampilannya.


Saat sampai di meja resepsionis wanita itu disapa dengan ramah,pelayanan di perusahaan ini begitu waw,karyawannya saja sangat sopan dari cara berpakaian atau cara menyapa,tak seperti yang selalu dia baca di novel novel jika akan masuk perusahaan besar pasti ada orang yang nyinyir.


"Ada yang bisa kami bantu mba?",tanya resepsionis itu ramah.


"Eeemm...aku ingin bertemu dengan tuan David",jawab wanita itu.


"Ooohh tuan David,sebentar saya hubungi dulu beliau kebetulan beliau ada di ruangannya,apa mba sudah ada janji sebelumnya?",tanya lagi resepsionis itu.


"Ya aku sudah ada janji dengannya".


"Baiklah kalau begitu mba silahkan tunggu di sofa itu dulu sebentar,dan kalau boleh tau dengan mba siapa?".


"Naysila...".jawab Naysila tersenyum sangat cantik,seketika resepsionis itu tertegun melihat betapa cantik dan modisnya wanita ini,bahkan dia yang perempuan merasa terpesona.


Setelah beberapa saat berlalu,resepsionis itu kembali memanggil Naysila.


"Mba Naysila silahkan tuan David sudah menunggu anda di ruangan anda akan di antarkan oleh teman saya",ucap resepsionis itu sambil melirik kearah wanita di sebelahnya.


"Mari mba ikuti saya".


Naysila berjalan dengan anggun menuju lif,banyak pasang melihat kearahnya.


Saat sudah masuk kedalam lif dan menekan tombol paling atas lif itu jalan perlahan,sejenak terjadi keheningan antara Naysila dan wanita itu,namun Naysila segera memutus keheningan itu dengan sapaannya.


"Mba namanya siapa kalau boleh tau?",ucap Naysila mengawali pembicaraan.

__ADS_1


"Eh saya...saya Rani mba...saya juga sama bagian resepsi kalau yang tadi mba Dita".jawab Rani dengan senyumannya.


Naysila hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau mba,pacarnya tuan David ya?",tebak Rani.


"eh..hahaa,bukan ko mba saya disini ingin melamar pekerjaan di bagian desain arsitektur kebetulan kemarin saya ketemu sama beliau,ya udah saya di suruh untuk datang kemari dan ya akhirnya seperti yang mba Rani lihat,semoga saya bisa keterima disini ".ucap Naysila.


"saya kira mba pacarnya,karena penampilan mba modis plus wajah nya bening dan cantik sekali".Rasa canggung diantara keduanya hilang seketika seperti teman lama yang baru bertemu kembali.


Dan...obrolan menyenangkan mereka harus terhenti karena mereka sudah sampai di pintu presdir.


"Mba terima kasih karena sudah menemani saya,kalau begitu saya permisi dulu".ucap Naysila.


"Ya tentu....dan semoga berhasil mba".ucapnya sambil mengepalkan tangan dan tersenyum pada Naysila.


Naysila hanya tersenyum hangat karena merasa sudah punya teman.


"Masuk".terdengar suara bariton menyahut dari dalam ruangan.


Naysila dengan rasa gugup yang tiba tiba menderanya meraih handle pintu dan membukanya.


Saat pertama kali membuka pintu terlihat kesan pertama yang di dapatnya adalah sempurna.


Semua barang barang terlihat tertata dengan rapi,dan di dominasi dengan cat warna brown dan cream.


"Ehem apa kau akan terus berdiri disana ?".


seketika lamunan nya buyar dikagetkan oleh suara bas seorang pria,kepalanya menoleh dan terlihat seorang pria duduk tegak di depan laptop dengan penuh karismatik,dia adalah David


"Eehhh....maaf tuan ",Naysila tersenyum canggung dan berjalan ke arah David.

__ADS_1


"Duduklah di sofa".


Naysila kemudian mendudukan dirinya di sofa mewah tak jauh dari meja David.


Lalu David bangkit dan berjalan kearah Naysila dan mendudukan dirinya di sebelah Naysila.


"Ku pikir kau tak akan kemari,aku juga sudah menunggumu...".Ujarnya tersenyum menawan.


Naysila hanya tersenyum canggung menanggapi ucapan David.


"hemm baiklah kapan kau siap untuk bergabung di perusahaanku".


"Ap..apa anda tidak mengetes atau menguji ku dulu?",ucap Naysila terkejut.


David hanya terkekeh pelan.


"Tidak perlu...aku sudah lihat hasil karyamu jadi untuk apa di uji lagi?".


"Tapi tuan aku belum punya pengalaman sama sekali tentang pekerjaan ini".


"Aku yakin kau pasti bisa,jadi bagaimana kapan kau siap untuk bergabung di perusahaanku...?.


"Jika tuan berkenan aku besok sudah akan mulai bekerja".Ucap Naysila.


"Baiklah....".David lalu merogoh handphone mahal dari saku jasnya dan menghubungi seseorang.


"Rey tolong kau panggil bagian kepala divisi desain keruanganku dan suruh ob untuk membakan makanan ringan dan minuman juga".ucap David


"Baik pak".terdengar jawaban dari arah sebrang telepon itu.


Setelah menunggu beberapa saat dengan di isi obrolan ringan agar suasana tak terasa canggung.

__ADS_1


Terdengar pintu diketuk dari luar,setelah David mempersilahkan masuk,datanglah seorang pria yang diyakini dihubungi oleh David tadi dan dibelakang pria itu ada seorang wanita dewasa kira kira tiga tahun lebih tua dari David.


__ADS_2