Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
16.episode 16


__ADS_3

Saat malam tiba Farhan tiba tiba bangun dari tidurnya dan melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam,ia merasa tenggorokkannya kering la menoleh ke atas nakas di sisi ranjangnya dan tak ada air yang tersisa di teko kacanya.


Lalu di dengan enggang turun dari ranjang dan keluar dari kamar untuk kedapur mengambil air.


Saat akan sampai di belokan dapur Farhan tak sengaja menabrak seseorang karena reflek dia memeluk orang itu agar tak jatuh,matanya sontak melebar siapa yang dia tabrak dan berada dalam pelukannya sekarang.


Deg


Jantungnya terasa di pompa dengan cepat,bibirnya dengan reflek bergumam pelan namun masih didengar oleh orang itu.


"Nay....".


Yah dia adalah Naysila yang sama merasa kehausan dan pergi kedapur namun tak di sangka karena saat hendak balik kekamar dia malah bertemu dengan Farhan yang sudah dihindarinya selama berhari hari,seperti halnya Farhan dia juga sama jantungnya seolah dipompa dengan cepat apalagi saat Farhan menggumamkan namanya....rasanya jika tidak ada penghalang jantungnya akan melompat keluar,karena baru kali ini Farhan memanggil namanya.

__ADS_1


Namun buru buru Naysila mengembalikkan kesadarannya,dan melepaskan rengkuhan Farhan dari tubuhnya.


"Ehem".Naysila berdehem guna menetralkan jantungnya dan langsung memperbaiki posisinya agak sedikit jauh dari Farhan.


Farhan masih memperhatikan Naysila dari atas sampai bawah...lagi lagi jantunhnya berdetak kencang saat melihat pakaian tidur Naysila yang sedikit menerawang meski di balut oleh cardigan terlihat sangat cantik....dan....membangunkan geloranya.


Sementara Naysila semakin gugup saat Farhan menatapnya insten seperti ditelanjangi.


Tak ingin berlarut larut dalam keheningan yang cukup membuat jantungnya berdisko,Naysila langsung memecah keheningan itu.


"Apa kau sengaja menggodaku dengan pakaian seperti itu".Farhan agaknya menyesal dengan kalimat yang di ucapkannya itu.


Naysila yang mendengarkan kalimat dari mulut berbisa Farhan itu sontak mengahentikan langkahnya,tanpa berbalik dia menjawab.

__ADS_1


"Maaf aku tak ada niat untuk menggodamu...bahkan aku tak tau jika kau akan kesini,dan ya aku tak tertarik untuk menggodamu dan aku tak peduli jika kau tergoda atau tidak". Setelah mengatakan kalimat itu ,lalu Naysila langsung mempercepat langkahnya untuk kembali kekamar.


Berbeda dengan Farhan yang merasa menyesal telah berkata seperti itu...dan tertohok mendengar kalimat Naysila...apalagi hatinya merasa sakit saat Naysila berkata tak peduli padanya.


"Apa yang aku katakan padanya...shitt maaf aku tak bermaksud".What seorang Farhan meminta maaf...jika Naysila mendengar ini maka jantungnya akan di pastikan keluar saking terkejutnya.


Dia buru buru mengambil air dingin dari dalam kulkas dan menegaknya dalam botolnya langsung.


Setelah itu dia kembali kekamar dengan hati yang resah...egonya mengalahkan niatnya untuk meminta maaf langsung pada Naysila.


Sementara Naysila tak bisa tidur dan hatinya sangat sakit...karena harus berulang kali mendengar kalimat menyakitkan dari Farhan,setelah beberapa hari dia mencoba menghindari Farhan,jika waktu bisa di ulang dia tak akan keluar tadi dari kamarnya dan jika dia tahu Farhan akan kedapur dia akan akan buru buru kembali ke kamarnya,namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur,dan hatinya kembali terluka.


"Apa dia tak punya hati...sampai sampai dia berkata seolah aku ini seorang wanita penggoda,bahkan aku sudah mengabulkan permintaannya untuk tak peduli lagi padanya".

__ADS_1


Tak terasa matanya tertutup karena rasa ngantuk yang tiba tiba menderanya,mungkin karena lelah hati akhirnya Naysila menyerahkan dirinya pada malam untuk segera menggapai mimpi,setidaknya dia bisa hidup bahagia meski di alam mimpi....its she dreams!.


__ADS_2