
Saat adzan berkumandang untuk memeanggil umat mengahadNya.
Naysila terbangun mengerjapkan matanya,dia langsung terduduk mengumpulkan nyawanya,saat melihat ke arah ranjang terdapat Farhan masih tertidur pulas tak terusik sedikitpun.
"Saat tidur dia tak terlihat memiliki perilaku buruk,tapi saat bangun dia seperti tak punya hat,hufttt".gumam Naysila dalam hati nya.
Naysila segera bangkit dan membereskan tempat tidurnya dan setelah itu dia segera bersiap untuk sholat subuh.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya Naysila langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Saat tengah asyik memasak Naysila dikejutkan dengan kedatangan mertuanya.
"Mamah kira kamu belum bangun sayang"
"Masak apa?",lanjut nyonya Imelda.
"Eh mamah iya mah aku sudah terbiasa kalau pagi pagi sudah didapur,eemm hari ini aku mau masak udang mentega sama tumis kangkung dan orek tempe,apa mamah ingin dimasakan yang lain".jawab Naysila.
"Mamah setuju apa yang ingin kamu masak,pasti apapun yang kamu masak enak,kalau begitu mamah bantu apa nih Nay".tanya Nyonya Imelda.
"Eh gausah mah,mamah tunggu saja di ruang keluarga biar aku yang masak lagian gak enak masa mamah datang kesini di suruh bantuin aku",ujar Naysila dengan senyum manisnya.
"Yaudah kalau gitu,mamah mau buatin kopi untuk papah saja".
"Iyaa mah"
__ADS_1
Setelah membuat kopi,nyonya Imelda langsung mengantarkan kopinya pada suaminya,sedangkan Naysila melanjutkan masakannya .
"Pah kopi nya"
"Eehh mamah,dari mana".
"ini tadinya mau bantuin Naysila masak tapi dia menolak karena dia merasa tak enak"
srutt
Tuan Hadi hanya tersenyum setelah menyeruput kopinya.
"Keputusan kita tepat mah untuk menikahkan mereka,firasat papah tak salah jika Naysila akan menjadi istri yang baik untuk Farhan".Ujar tuan Hadi
"Iyaa pah,mamah juga merasa yakin jika Naysila tepat untuk Putra kita Farhan".
"Cih,pasti dia cari muka pada mamah dan papah".Gumam Farhan dalam hati dengan perasaan dongkolnya.
Lalu melangkah melanjutkan jalannya
"Pagi...pah..mah".sapa Farhan sambil mendudukan dirinya di sofa.
"Pagi han...",
"Kamu engga ke kantor han...?".Tanya sang ayah sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Engga hari ini gak ada yang penting dikantor".ujarnya.
Saat mereka tengah asik mengobrol datang lah Naysila.
"emmhh,pah mah sarapan sudah siap,ayo kita sarapan dulu".Ucapnya sambil curi curi pandang pa Farhan.
"Yah...ayo kita sarapan dulu".Ucap nyonya Imelda.
Lagi dan lagi masakan yang di buat Naysila tandas tak tersisa,bahkan Farhan sampai nambah dua kali Naysila yang melihat itu merasa sangat senang karena untuk kedua kalinya dia masakan yang fi buatnya dimakan lahap oleh Farhan,istri mana yang tak sedih dan sakit hati saat masakan yang dibuat nya tak di gubris sedikitpun oleh suami?dan Naysila adalah sosok wanita kuat dan sabar meski setiap hari di perlakukan buruk oleh Farhan.
Rencananya hari ini nyonya dan tuan Rajasa masih akan menginap dirumah anaknya,namun asisten tuan Hadi menelpon dan memberi kabar jika ada hal penting di perusahaan,alhasil nyonya dan tuan Rajasa harus pulang hari ini juga,kabar ini di sambut baik oleh Farhan karena tidak harus bersandiwara untuk menutupi kehidupan rumah tangga nya,berbeda dengan Naysila yang merasa lesu karena kehidupan aslinya akan kembali lagi,diperlakukan kasar oleh suaminya.
"Mamah dan papah pulang dulu ya....jaga diri kalian baik baik,dan jangan lupa buatkan kami cucu yang lucu ".ujar nyonya Imelda saat tengah ingin masuk kedalam mobil nya.
"emm akan kami usahakan mah..."jawab Farhan,tak lupa memegang tangan Naysila.
lalu kedunya salim kepada nyonya dan tuan Rajasa.
"Hati hati mah pah,jika sudah sampai jangan lupa kabari aku".ujar Farhan.
Rumah Farhan dan orang tunya cukup jauh kira kira harus menempuh perjalanan selama 45 menit.
Setelah memastikan mobik kedua orangtuanya menghilang dari pandang Farhan,dengan kasar Farhan melepaskan tangan Naysila.
"Cepat bawa semua barang barang mu dari kamarku,jangan ada yang tertinggal satu barang pun".ujar Farhan dengan nada dingin dan berlalu masuk,tak seperti kemarin kemarin yang terlihat hangat dan beda.
__ADS_1
"Huufffttt,akhirnya sandiwara ini usai...setidaknya jantung ku tak akan berdetak kencang saat dia memegang tanganku.