Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
9.episode 9


__ADS_3

Pagi hari yang cerah,Naysila bangun dari peraduannya hari ini dia memiliki semangat dan hidup berbeda pasalnya saat bangun tidur dia tak langsung kedapur untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya,tapi dia melakukan senam yoga di kamarnya.


Sementara itu Farhan yang akan berangkat kekantor dan melewati meja makan tak menemukan Naysila yang berdiri dan menyambutnya dengan senyuman seperti biasanya.


dan.....sepertinya Farhan melupakan sesuatu,ya dia melupakan kejadian semalam yang berkata kasar pada Naysila.


lama berdiri menelisik area ruang makan,datanglah bi Asih...


"Tuan sarapan dulu".Ucapnya


"Eeemm siapa yang masak bi?",tanya Farhan.


"Yang masak saya tuan",jawab bi Asih.


Farhan hanya menganggukan kepalanya saja.


"Mungkin dia sudah sadar dimana posisinya".gumam Farhan dalam hati.


Lalu Farhan duduk di kursi dan mengambil sarapannya,saat makanan itu masuk kedalam mulutnya rasa nya ada yang beda,yah lidah nya seakan rindu dengan masakan Naysila.Namun dia menepis Fikiran itu.


Saat tengah asik sarapan Farhan di kejutkan dengan kedatangan Naysila,namun disini dia dikejutkan dengan penampilan Naysila yang sangat cantik dan anggun,memakai heels yang tingginya sedang rok hitam rempel sebetis dan baju kemeja yang bawahnya agak mengembang dengan ikat pinggang coklat kecil.Sangat cantik.

__ADS_1


Dan apa yang terjadi?Naysila bahkan tak menyapa atau melirik Farhan tapi dia menyapa bi Asih.


"Pagi bi"dengan senyum hangat yang ditujukan untuk bi Asih bukan Farhan.


Jantung Farhan seakan ada geleyar aneh dan sedikit berdegup.


"Ehh non,maa sya Allah cantik banget...mau kemana non?",tanya bi Asih yang kaget melihat nona nya tampil beda.


"Hari ini aku mau keluar dulu,mau ketemu temen kira kira pulang agak sorean,bibi mau nitip sesuatu gak makanan gitu?",jawab Naysila.


Farhan sedikit terlihat kesal,karena dia merasa tak di anggap oleh Naysila.


"Tidak non,bibi tidak mau apa apa,non hati hati ya",jawab bi Asih dengan binaran yang ada di matanya.


dan Farhan?dia hanya melongo tak percaya,apa dia tak terlihat...fikirnya.


Naysila bahkan tak mengucapkan satu patah kata pun untuk nya,ada rasa aneh dalam hatinya saat tak mendapat senyuman hangat dari Naysila saat menyambut paginya,ada rasa tak rela saat Naysila tak menyuruhnya sarapan atau berbicara lembut padanya,meski ia tak pernah sekalipun merespon apa yang dilakukan Naysila kecuali saat terakhir ada orangtuanya mengunjunginya.


Farhan buru buru mengalihkan Fikirannya,dan melihat jam mahal ditangannya.


Saat makanan sudah tandas dipiring nya,meski dengan selera makan yang sudah hilang namun dia tidak suka menyisakkan makanan yang sudah dia taruh di piringnnya,mungkin itu adalah satu sifat positif yang ada didirinya,ya hanya satu maybe:).

__ADS_1


Farhan keluar dari mansionnya,dan mendapati mobil mewahnya sudah siap untuk di gunakan,lengkap dengan sang sopir yang berdiri di samping mobilnya.


Sementara di tempat lain,tepatnya di kafe terlihat dua wanita cantik sedang mengobrol ria melupakan rasa susah atau gelisah di hatinya.


"Gimana Nay kamu setuju gak,kamu itu ya cantik berbakat tau gak...otakmu juga cerdas Nay".Ucap seorang gadis yang duduk disebrang Naysila.


"Kamu yakin Nez...aku kan belum punya pengalaman apalagi kamu tau kan saat lulus aku belum sempat bekerja".Ucap Naysila .


"Aduhh Nay kamu tuh ya gak berubah selalu aja pesimis,lagian ya kantor itu kan punya sepupu aku jadi bisalah aku ngomong sama dia".


"Iya udah kalau yakin aku bisa,aku mau dan kapan kira kira aku bisa masuk?",ucap Naysila


"Entar sore aku mau kerumah sepupuku,terus tunjukin gambar kamu ini nanti kalau sepupuku setuju aku hubungi lagi",ucap wanita itu dengan mata berbinar nya.


"Makasih Inez kamu emang sahabat terbaikku".


"Ya tentu dong aku kan emang sahabat yang paling baik",jawab wanita yang di panggil Inez itu dengan senyum sumringah.


"Nay kamu belum cerita loh yah...selama ini kamu di mana....ngilang gitu aja di hubungi gak aktif kau cemas tau Nay...aku bahkan merasa sahabat yang buruk tau gak sampai rumah kamu aja aku gak tau makanya susah buat nyari kamu,untungnya medsos aku masih aktif pokoknya kamu harus cerita serinci rincinyaa gak boleh ada yang ditutup tutupin,kecuali kalau kamu gak anggap aku sahabat lagi",sungut Inez dengan berkaca kaca.


Naysila bingung harus mulai dari mana dan gimana,ia juga tak ingin menutup nutupi kehidupannya selama ini....hanya Inez lah yang dari dulu selalu ada untuknya meski perbedaan materi tapi dia tetap mau menjadikan Naysila sebagai sahabatnya,yah Inez adalah anak keluarga kaya.

__ADS_1


"Huffttt jadi selama ini aku......


__ADS_2