Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
17.episode 17


__ADS_3

Setelah malam berlalu dengan di lalui sedikit drama antara Farhan dan Naysila.Kini pagi menyambut dengan kebiasaan baru Naysila yaitu yoga setelah bangun tidur....sementara Farhan siap siap pergi kekantor.


Saat keduanya selesai dengan aktivitas masing masing jika Farhan langsung turun kebawah maka Naysila masih menyiapkan diri mengingat dia aka mulai bekerja di perusahaan David.


Naysila juga harus menyiapkan diri untuk meminta izin pada Farhan meskipun dia menduga Farhan akan tak peduli dengan apa yang di lakukannya.


"Huhhhh....bagaimanapun aku harus tetap meminta izin padanya masa bodo dia akan merespon atau tidak aku tak mau peduli lagi dan harus melanjutkan mimpiku".gumam Naysila menyemangati diri sendiri.


Saat membuka pintu kamar tepat Farhan sampai di ujung tangga keduanya sontak terpaku dengan Naysila yang memalingkan wajah dengan perasaan gugup mengingat kejadian semalam karena untuk pertama kalinya Farhan memeluk dirinya meski dalam keadaan tak sengaja dan berakhir menjengkelkan.


Sementara Farhan menatap Naysila,dengan perasaan tak menentu dan mengangkat satu alisnya ketika tatapannya tak sengaja melihat tas yang pakai Naysila dan map di tangan kirinya.


"Mau kemana kau".Suara bas Farhan mengagetkan Naysila yang sedang melihat ke arah lain.


"Eeemmm aku mulai hari ini akan bekerja".


Pernyataan Naysila membuat Farhan sontak membulatkan matanya,Kenapa Naysila tak meminta izin padanya fikirnya.


"Perusahaan siapa?",Tanya Farhan dengan suara datar,hatinya bahkan tak menentu mendengar Naysila akan bekerja.


Naysila kembali terperangah mendengar pertanyaan dari Farhan,sejak kapan Farhan betah bicara padanya.


Dengan suara yang tak kalah datarnya Naysila berucap.


"Erlangga cooperation".

__ADS_1


"David???".gumam Farhan dalam hati.


"Apa uang kartu yang kuberikan untukmu tak cukup untuk menunjang kehidupan mu",lanjut Farhan.


"Hahhh aku tak mau memakai uang darimu,aku tak punya hak untuk itu".Ucap Naysila dengan getir.


Farhan semakin dibuat terkejut dengan ucapan Naysila.


"Tak punya hak?kau bilang kau tak punya hak?kau adalah istriku dan kau berhak atas itu?.dengan suara bariton Farhan menginterupsi.


Naysila membulatkan matanya,seakan tak percaya dengan pernyataan Farhan,sejak kapan.....sejak kapan fikirnya jika Farhan mengakui dia sebagai istri.


"Istri?istri??"dengan kening mengeryit dan nada suara menyindir,Naysila bertanya pada Farhan.


Sejenak Naysila terkekeh dan menatap sinis Farhan,dan....Farhan bingung melihat reaksi Naysila.


"Apa maksudku ha!".Farhan melangkah mendekati Naysila dan Naysila memundurkan dirinya.


"Ya....aku sudah mengabulkan permintaan mu...aku sudah menjauh dari mu dan tak turut campur dalam hidupmu...bukankah ini yang kau inginkan".dengan kepala mendongkak dan mata memerah Naysila berujar pada Farhan,karena tubuh keduanya yang berbeda jauh....Farhan yang tegap tinggi sedangkan Naysila kecil dan mungil.


Farhan termangu dan membeku mendengar perkataan Naysila.


Ya!ya dia salah....dan dia merasa menyesal telah menyakiti Naysila.


Dia kalah dan Naysila menang....Hatinya telah berhasil diisi oleh nama Naysila.

__ADS_1


Unek unek yang selama ini di pendam oleh Naysila akhirnya keluar.


"Bahkan kau tak pernah menghargai aku sebagai istrimu,kau bahkan seakan tak sudi menatapku,kau hanya membuat hidupku menderita...apa salahku padamu.....apa aku pernah menyakitimu...apa kita pernah kenal sebelumnya...jika kau tak mau menikah tak usah menikah jika kau tak setuju dengan pernikahan kenapa kau tak menyetujui orang tuamu,kenapa ha?aku tanya kenapa?".Entah keberanian dari mana Naysila berucap seperti itu dan menatap Farhan dingin.


Semakin membeku lah Farhan akan pertanyaan Naysila.


"Aku...aku...",Farhan tak bisa bicara jelas,seaakan tenggorokannya tercekat.


Tanpa menunggu jawaban dari Farhan,Naysila langaung melenggang pergi begitu saja,karena dia tau Farhan tak punya jawabannya.


Farhan melihat nanar ke arah punggung Naysila yang terus menghilang.


Tiba tiba ada yang menepuk bahunya dari arah belakang,saat meneloh terlihat bi Asih dengan wajah sendu,ternyata dari tadi dia melihat cek cok nya Farhan dan Naysila.


Dengan keberaniannya bi Asih berucap.


"Tuan...anda sudah kalah dan hati anda yang menang anda sudah jatuh cinta pada nona Naysila....tuan bibi sudah menganggap anda seperti anak bibi sendiri,bibi tidak mau jika nanti penyeselan menghampiri anda,bibi yakin nona Naysila adalah wanita baik,dia sempurna....rubahlah semuanya tuan gapailah dia kembali karena jika wanita sudah merasa tersakiti bukan hanya ingin kembali mengingatpun tak akan pernah sudi lagi,maaf jika sekiranya bibi menceramahi atau turut campur...bibi hanya tidak ingin anda merasa menyesal dikemudian hari".Setelah mengatakan kegundahan dan unek unek yang selama ini di pendam,bi Asih pergi ke belakang.


Farhan semakin menyesal mendengar perkataan dari bi Asih,dan hatinya sudah yakin jika memang dia sudah jatuh cinta akan pesona Naysila.


Setelah menarik nafas dalam Farhan melenggang pergi dan masuk kedalam mobil mewahnya.


Saat di perjalanan dia merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo...bisa kita bertemu nanti saat makan siang,ya ada yang ingin aku bicarakan denganmu...emm baiklah".setelah menelpon Farhan termenung dan menyandarkan punggungnya di kursi dengan memejamkan matanya.

__ADS_1


Perkataan Naysila dan bi Asih seolah berputar di otaknya seperti roler coster.


__ADS_2