Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
3.episode 3


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tapi tak secerah penghuni Mansion megah yang di huni sepasang suami istri,yap mereka adalah Naysila dan Farhan.


Tinggal dalam satu atap yang sama tapi seperti orang asing tepatnya sang pria yang tak menerima sang wanita dalam hidupnya.


Saat ini terlihat Naysila sedang bertempur dengan alat alat dapur guna menyiapkan sarapan untuk sang suami yang masih bergelung dengan selimut nya,karena hari ini kantor libur.


Naysila tetap memasak meski,makanan yang di masaknya tak di sentuh sedikitpun oleh sang suami dilirik pun tidak.


Tapi dia tetap melakukannya karena bagaimanapun dia harus menjalannya kewajibannya sebagai seorang istri.


Saat beberapa waktu berkutat dengan peralatan dapur,bi Asih akan menyajikannya di meja makan,namun sebelum itu terjadi Naysila sudah menghentikannya dengan berkata.


"Bi...biar aku saja,eemmm bibi tolong bangunkan saja mas Farhan,akuuuuu",


melihat kegugupan Naysila bi Asih langsung paham dan langsung berkata


"Baiklah non bibi yang akan bangunkan tuan".jawabnya bi Asih sambil tersenyum.


Lalu bi Asih pergi dari dapur menuju ke lantai atas.


Naysila hanya menunduk dengan tatapan nanar,setelah menunggu beberapa saat terlihat Farhan berjalan mendekati meja makan dan terlihat Naysila masih berdiri dengan mendudukan kepala nya.


"Siapa yang masak bi?".Tanya Farhan dengan muka garang nya,


"Eeemmm yang masak nona Naysila tuan".Jawab bi Asih dengan perasaan was was,takut jika tuannya marah.


"Cih,selera makanku langsung hila...".Ucapan Farhan langsung terpotong dengan suara bel rumah .


"Biar bibi buka pintunya".ucap bi Asih


"Dengar...".ucapan Farhan terpotong lagi dengan suara seorang wanita paru baya.


"Farhan....Nay...,wah rupanya kita datang di waktu yang tepat ya Mas,lihat lah ini banyak sekali makanannya,sepertinya kalian tahu mamah sama papah akan kesini",ujar wanita paru baya itu dengan senyum lembutnya,meski sudah berumur namun wajahnya masih terlihat cantik dan awet muda.


"Haha...mama ini ".ujar seorang pria paru baya yang tak kalah terlihat segar meski sudah di makan usia.


Yah mereka adalah orang tua dari Farhan,Nyonya Imelda Arumi Rajasa dan Tuan Hadikusumo Rajasa.

__ADS_1


"Maaah,paahh kalian ada apa datang pagi pagi sekali tak biasanya kenapa tak beri kabar dulu padaku".Ucap Farhan denga Syok dan langsung salim pada orang tuanya diikuti oleh Naysila.


Naysila Khawatir dengan kedangan kedua mertuanya tentang bagaimana perilaku Farhan selama ini,meskipun Farhan suami nya tidak menerima dia sebagai istri namun itu berbanding terbalik dengan kedua orang tuanya,nyonya Imelda sangat menyayangi Naysila dan sudah memanggap dia seperti putri kandungnya sendiri,karena Nyonya Imelda melihat ketulusan dari diri menantunya begitupun Tuan Hadi dia juga melihat kesederhanaan dalam diri Naysila.


"Hisss,kau ini apa mamah sama papah tidak boleh mengunjungi putra dan menantu mamah,atau jangan jangan....kedatangan kami kemari menganggu kalian yang ingin berduaan ya?",tanya nyonya Imelda di sertai senyuman menggodanya.


"Mamah apaan sih".Ucap Farhan dengan nada tak senang,dan Naysila hanya tersenyum getir.


"Tepatnya mas Farhan takut,jika kalian tau bagaimana dia memperlakukanku sangat buruk".ucap Naysila dalam hatinya dengan perasaan sakit.


"Sudahlah mah...jangan mengganggu mereka sebaiknya kita sarapan dulu papa belum makan nih,gara gara mamah yang ingin cepat cepat kemari".Gerutu tuan Hadi pada istrinya.


"Issh papah ini....mamah kan emang sengaja karena ingin sarapan disini,mamah ingin mencoba masakan menantu mamah..".Ucap nyonya Imelda membela diri.


Naysila hanya tersenyum melihat bagaimana interaksi antara mertuanya


"Andai aku bisa seperti mereka...meski sudah berumur namun kedekatan mereka tak lekang waktu,huffttt".Hampir saja Naysila meneteskan air mata nya,buru buru dia hapus.


Namun hal itu terlihat oleh Farhan,dengan pandangan yang berbeda.


"Kamu ini Nay....justru Mamah dan Papah sangat menyukai masakan rumahan yang sederhana".jawab nyonya Imelda.


"Ya sudah ayo kita makan".timpal tuan Hadi.


"Papah ingin makan dengan apa biar mamah ambilkan" .Ucap Mamah Imelda


"Eeemm,Papah ingin telur balado sama capcay mah".jawab tuan Hadi.


Melihat ibu mertuanya melayani ayah mertuanya,Naysila pun berinisiatif ingin mengambilkan makanan untuk suaminya.Namun dia terlihat gugup karena baru pertama kali dia melayani suaminya di meja makan.


"Eeeeemmm,mas....mas ingin makan sama apa,biar Nay ambilkan".Ucap Naysila sambil memberi kode kearah Farhan melihat mertuanya.


Seakan Farhan tau kode dari Naysila,dia pun mau tak mau ikut dalam permainan Naysila.


"Telur balado,Capcay dan sambal ijo".ucapnya.


Langsung Naysila pun mengambilkan makanan yang diinginkan suaminya dengan perasaan lega dan bercampur bahagia,karena Farhan tak menolak tawarannya.

__ADS_1


Begitup Farhan yang merasa ada yang beda dengan hatinya karena untuk pertama kalinya dia dilayani sang istri yang pernah di anggapnya.


"Waawww ini enak sekali,rasa dan aromatiknya sangat pas,inimah makanan hotel bintang lima juga kalah menantu mamah emang the best,iya kan pah?".Ucap nyonya Imelda dengan mata berbinar.Naysila hanya tersenyum malu mendapat pujian dari ibu mertuanya.


Lama ucapannya tak di gubris oleh tuan Hadi,mereka langsung mengalihkan atensinya,


"Yaaa ampunn papah kok telur balado nya di habisin,mamah kan mau lagian tumben tumbenan papah makan selahap ini".Ujar nyonya Imelda


"apa ia masakannya seenak itu,sampai papah makan gak seperti biasanya dan baru kali ini aku lihat papah makan selahap itu".Gumam Farhan dalam hati seraya menatap makanan di atas piringnya yang belum tersentuh.


Tuan Hadi tetap tak mengidahkan ucapan istrinya,dia hanya fokus pada makanan didepannya.


"Ck",decak nyonya Imelda lalu melanjutkan makanannya.


Farhan mencoba untuk menyuapkan makanan nya,tak lama kemudian setelah satu suap sendok masuk kedalam mulutnya, mata nya langsung melotot seperti ingin keluar.


"Gilaa makanan enak banget,mamah aja kalau gak seenak ini".ujar Farhan,tanpa sadar dia makan dengan lahap.


"Setelah sekian lama akhirnya masakan aku di makan oleh mas Farhan,yah meski ini hanya sandiwara,aku sangat bersyukur ternya gini rasanya saat masakan aku dimakan nya dengan lahap".Gumam Naysila dengan hati.


"Papah dan mamah akan menginap disini selama 2 hari,papah dan mamah masih ingin merasakan masakan menantu kami.ia kan pah?",ucap nyonya Imelda dengan antusias


"uhuk...uhuk..."Farhan langsung terbatuk mendengar ucapan ibunya,begitu pun Naysila merasa syok.


"Nginap mah?",tanya Farhan dengan mata melototnya,selera makan nya langsung hilang.


"ia nginap....kenapa kamu gak setuju,tenang aja mamah sama papah gak akan ganggu kalian kok untuk buat cucu kita ",terang nyonya Imelda.


"Uhuk....uhuk....",kali ini Naysila yang langsung terbatuk mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Haisss bagaimana ini".gumam Farhan dengan hati resah.


"Ehem mah,aku sama Naysila kebelakang dulu ada hal penting yang ingin di bicarakan,mamah sama papah di lanjut aja makannya".Ujar Farhan seraya melirik Naysila memberi kode.


Nonya Imelda hanya menganggukan kepala nya,seraya terus menyuapkan makan kedalam mulutnya...


*kira kira apa yaa readers yang ingin dibicarakan oleh Farhan,Vote and like dulu dong Next langsung aku sambung ceritanya, okeh?okeh dong😊.

__ADS_1


__ADS_2