
Setelah sampai dirumahnya dengan keadaan yang tak baik baik saja Naysila langsung masuk kekamarnya dan menumpahkan semua kesedihannya dengan menelesupkan kepelanya di atas bantal,tanpa sadar Naysila tertidur sampai sore.
Saat terbangun Naysila mencoba menegarkan hatinya.
"Nanti aku akan tananyakan pada mas Farhan siapa wanita itu".gumam Naysila.lalu dia bangkit dan pergi ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Naysila keluar dari kamar dan pergi kedapur lalu melihat bi Asih sedang beres beres dapur.
"Bi...",sapa Naysila.
"Eh non....non mau apa non mau sesuatu,kenapa gak panggil bibi aja biar bibi ambilkan".jawab bi Asih sembari mengehentikan kegiatannya.
"Engga papa bi...bibi lanjut saja aku mau ngambil air anget".terang Naysila
"Baiklah bi aku ke kamar dulu ya" lanjutnya lagi.
"Iya non"
__ADS_1
Lalu Naysila pergi dari dapur setelah mengambil air hangatnya.
"Bibi tau pasti enon sudah nangis,matanya sembab gitu dan pasti masalahnya tuan Farhan,Hah sampai kapan dia harus menderita seperti itu". Gumam bi Asih dengan pandangan nanar melihat punggung Naysila yang perlahan menghilang dari pandangannya.
Saat di dalam kamarnya Naysila lansung mengeluarkan alat alat gambarnya dan mulai mencoret coret di atas kertas putih polos menghasilkan suatu karya yang waw dengan kejeliannya dan juga sapa epik.Yah Naysila memiliki keahlian dalam bidang arsitrektur dan desain.
setelah lama berkutat akhirnya gambar yang dibuatnya telah rampung.
Naysila melirik gambarnya yang terlihat sangat indah,lalu menyelipkannya diantara map berisi gambar gambarnya yang selalu dia buat di kala dia merasa butuh waktu untuk mengembalikan dunianya yang kacau,setelah itu dia menyimpannya di meja laci.
Lalu dia melangkah keluar dari kamarnya untuk menyiapkan makan malam,meski dia tau masakannya tak akan pernah di makan oleh Farhan.
Saat jam menunjukkan pukul 7 malam, Naysila sudah menyajikan masakannya di meja makan,tak lama kemudian terdengar bel pintu berbunyi,dia langsung berlari kearah depan untuk membuka pintu.
Dengan senyum hangat Naysila tunjukan untuk Farhan.
"Mas..",Sapa Naysila ingin salim kepada Farhan,Namun Farhan melengos begitu saja.
__ADS_1
Naysila hanya menghela nafas,dan kembali tersenyum seraya mengikuti Farhan.
"Mas...aku udah masakin buat mas,nanti mas turun kebawah yah kita makan malam bersama".tutur Naysila.
"Diam!!tidak bisa kah kau diam ha!kenapa kau cerewet sekali...sudah ku kukatakan tidak kenapa kau tidak jera,apa kau bodoh apa kau tak mengerti apa kata ku!!!jangan pernah mengusik ku jangan pernah mengurusi aku dan enyahlah!!!,Timpal Farhan dengan mata melotot dan suara meninggi,lalu berlalu pergi menapaki setiap anak tangga dengan langkah lebarnya.
Naysila hanya diam terpaku mendengar semua perkataan suaminya,Air matanya tak bisa dia tahan lagi,dia lari kekamar dan menutup pintu dengan kencang,dia luruh jatuh di depan pintu
"Hikss...hiksss....sakit sekali hatiku ya Allah sakit...".Tangisnya pecah dengan segala kesakitan yang menggerogoti hatinya.
Lalu kepalanya menengadah ke atas dan melihat wajahnya di arah cermin yang cukup besar.
"Apa segitu enggan nya kau aku pedulikan?apa setidak mau itu kah untuk menggap aku istrimu?Apa wajahku yang buruk dan tak cantik atau memang kau menggap aku tak pantas untuk seorang pengusaha sukses sepertimu....",ujarnya dengan derai air mata yang semakin menganak sungai.
"Baik...baiklah aku akan patuhi ucapan mu,aku akan kabulkan keinginan mu...aku Naysila tak pernah peduli atau mengurusi semua tentangmu...mulai sekarang kita benar benar hanya orang asing yang terikat tali pernikahan saja,dan aku aku akan mencari jati diriku dan melanjutkan hidupku....itu adalah janjiku",Ucap Naysila dengan mengusap air matanya secara kasar dan bangkit dari duduknya.
*Heyo readers jumpa lagi nih...pada kangen ga😂,Maaf readers baru bisa up niii....semoga gak bosen ya baca ceritanya,jangan lupa vote and like,dan komen ya readers kritik and saran itu sangat di butuhkan autor untuk bisa menjadi lebih baik lagi cara penulisannya maupun bahasanya.....thankyu readers stay happy😊
__ADS_1