Saat Istri Berhenti Peduli

Saat Istri Berhenti Peduli
4.episode 4


__ADS_3

"Dengarkan aku baik baik,kau jangan pernah memberitahukan soal masalah kita pada orang tuaku,dan hufftt.....kau akan tidur di kamarku selama dua hari saja dan itupun kau tidak boleh tidur di ranjangku kau harus pindahkan barang barang mu itu ketempat lain terserah kau ingin taruh di mana asal jangan di kamar ku aku tak sudi barang barang mu menempati kamarku cukup kau saja,dan untuk dua hari itu kita akan bersandiwara didepan mereka bahwa kita baik baik saja".Terang Farhan panjang lebar ,tanpa aba aba sandiwara telah di mulainya dengan memegang tangan Naysila tanpa meminta persetujuan darinya.


Degghhh..


Ada getaran aneh dalam hati Naysila untuk pertama kalinya Farhan memegang tangannya,


"Yaa Tuhan jatungku....ada apa dengan jantungku,ingat Naysila ini hanya sandiwara...Sandiwara",gumam Naysila dalam hati sambil berusaha menetralkan jantungnya.


Mereka berdua berjalan kearah nyonya dan tuan Rajasa,..


"Wah....wah...lihat itu pah anak sama menantu kita mesra sekali ya !".ujar nyonya Imelda dengan antusias.


"Iyaa syukur lah kalau mereka harmonis",timal tuan Hadi.


"Mah pah Nay tinggal dulu ke kamar".


"Iya sayang !",jawab nyonya Imelda


Naysila langsung ke kamarnya untuk memindahkan semua barang barangnya.


Sesampainya di kamar dia berfikir akan di taruh dimana barang barangnya.


"Hah untung lah barangku ini tak begitu banyak jadi muat dua koper,sebaiknya aku taruh di gudang satu dan di kamar mas Farhan satu...ya begitu".Naysila langsung memasukan barang barangnya ke koper miliknya setelah beberapa waktu akhirnya semua barang telah dimasukkan nya kedalam koper dan segera menariknya menuju gudang.


Saat digudang dia pergi ke lantai atas dan Naysila hanya berdiri mematung di depan pintu persegi panjang utu dan mencengkram kuat koper nya.


"Kenapa aku grogi seperti ini untuk masuk ke kamar ma Farhan".Gumam Naysila.


Dulu saat awal menikah Naysila ingin masuk ke dalam kamar suaminya namun belum sempat menyentuh handle pintu,Farhan tiba tiba datang dan langsung menyeret Naysila ke bawah dan marah jika Naysila mencoba masuk kedalam kamarnya.


Mengingat itu semua Naysila langsung meneteskan air matanya,buru buru dia hapus takut kalau kalau ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Sampai kapan kau menatap pintu itu?"


Suara bariton seorang pria membuat Naysila terhenyak dan melihat ke asal suara,ternya Farhan menyusulnya keatas.


"Eeemmm....aku...aku" .ucap Naysila dengan gugup


"Masuk",ujar Farhan dengan nada dingin.


Naysila pun membuka pintu itu dan masuk kedalam kamar suaminya untuk pertama kalinya,kesan pertama saat melihat kamar itu adalah sempurna gaya yang elegan warna cat terlihat sedikit cerah namun lembut dan semua barang barang tertata dengan rapi dan didinding dengan kepala ranjang terdapat lukisan besar foto Farhan dengan wajah tegas dan tegap sedang duduk di kursi dengan gaya angkuhny.


"Berehenti lah melamun dan cepat taruh kopermu di sudut itu".tunjuknya pada sudut kamar dekat guci besar berisi pot bunga.


"Dan ingat ini jangan sentuh apapun dikamar ini,dan kau akan tidur di dekat balkon.Sekarang kau keluar mamah ingin bertemu denganmu,kau harus ingat jangan beritahu apapun pada mamah atau papah dan bertingkah lah seperti yang sudah kita rencanakan".Ucap Farhan dengan nada dinginnya.


"Eemm iyaa".ucap Naysila dengan kepala menunduk "aku pergi dulu",tambahnya sambil berlalu keluar.


"Hah kenapa Mamah dan Papah kemari sih,bikin kepala ku pening saja".Gumam Farhan sambil memijit kepalanya.


"Mah....kok sendirian papah kemana?".tanya Naysila sembari mendudukan dirinya di sebelah sang ibu mertua.


"Eehh Nay...sudah beres urusan kamu?".Ujar nyonya Imelda kepada Naysila


"Sudah mah",jawab Naysila dengan senyuman manisnya.


"Oh iya papah sedang pergi kekebun buah di belakang,katanya ingin makan buah nangka".ucap nyonya Imelda.


"Nay...sayang kamu sudah isi belum",tanya nyonya Imelda sembari mengelus perut Naysila.


"Emm belum mah".Jawab Naysila sambil tertunduk lesu.


"Tak apa sayang semua butuh protes mamah gak akan maksa kalian untuk segera memiliki momongan,hanya saja mamah selalu rindu untuk menimang anak kecil kamu tau sendiri kan Farhan itu anak tunggal jadi mamah sudah lama sekali menimang bayi".Ujar nyonya Imelda sembari mengalihkan pandangannya ke arah tv kembali.

__ADS_1


"Ya mah akan Nay usahakan semoga keinginan mamah dapat segera kami kabulkan dan doa kan kami juga ya mah".Ucap Naysila mencoba tersenyum meski hatinya seperti di hantam batu besar saat mendengar pernyataan dari ibu mertuanya.


"Iya sayang mamah selalu mendoakan kalian agar cepat cepat diberi momongan".Ucap nyonya Imelda sembari mengelus lembut rambut panjang Naysila.


"Kalau begitu mamah ingin kekebun dulu yah mau nyamperin papah,mamah juga mau buah nangka nya".Ujar nyonya Imelda seraya bangkit dari sofa.


"Eemm iya mah".Jawab Naysila sembari tersenyum.


setelah kepergian nyonya Imelda Naysila mengeluarkan air matanya ,yang tidak bisa di tahan lagi.


"Andai...andai saja aku punya keberanian untuk mengatakan kondisi rumah tangga ku pada Mamah mungkin beliau tak akan mengharapkan kami untuk punya anak,Ya Allah sampai kapan....sampai kapan kehidupan rumah tangga ku seperti ini, kuatkanlah aku berikanlah aku kesabaran dan keikhlasan untuk menjalani ini semua ya Allah".gumam Naysila seraya mengapus air matanya yang mengalir.


Malam pun tiba saat ini semua orang tengah menikmati makana malam bersama dengan diam.


setelah makan malam selesai mereka berkumpul di ruang keluarga sembari menonton acara berita.


"Han kamu jangan terlalu lelah bekerja karena itu dapat menghambat kamu untuk segera punya anak".ujar nyonya Imelda memecah keheningan.


"Iyaa mah...".hanya itu yang bisa Farhan ucapkan.


"Kalau begitu mamah dan papah kekamar dulu mau istirahat,kalian juga istirahat lah!"


"Iya mah".ujar Farhan


Setelah kepergian nyonya dan tuan Rajasa terjadi keheningan di antara keduanya,namun tak berselang lama sampai Farhan memecah keheningan itu.


"Jika kau ingin istirahat pergilah,tapi ingat apa yang aku katakan tadi siang bahwa kau tak boleh menyentuh papapun atau tidur diranjangku".Setelah mengatakan itu Farhan langsung pergi ke ruang kerjanya untuk memeriksa dokumen.


"Hufttt..."setelah menghela nafas berat Naysila pergi ke ke kamar Farhan da menyiapkan tempat tidurnya di dekat balkon.


Setelah menyiapkan tempat tidurnya Naysila langsung saja berbaring dan memejamkan matanya entah lelah karena harus bersandiwara seharian atau apa Naysila langsung terlelap dengan damai,setelah Naysila terlelap pintu terbuka dan menampilkan Farhan yang masuk dan berjalan menuju ke ranjang kig size nya,Farhan hanya melirik sekilas ke arah Naysila yang sudah terlelap.dia tak peduli mau Naysila nyaman atau tidak dengan tidurnya,Farhan segera berbaring dan memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2