
di mobil saat semua orang merasa lelah dan tertidur aira malah melamun melihat ke arah kaca mobil dan tak sengaja di lihat mas ahmad ketika dirinya sedang menangis lalu menghapus air matanya
" kamu menangis aira??? ada apa coba cerita sama mas???
" ehh mas ahmad tidak aira tidak apa ap!! hmmm... tadi aira kelilipan mas, makanya mata karakter terasa perih//ujar bohongnya
aira pura pura tidur padahal dia sendiri terus memikirkan ketakutannya
" bagaiamana jika mba aisyah tau bahwa dulu aira sempat memiliki perasaan terhadap mas adzam calon suaminya
" bagaimana jika tahu dahulu mereka pernah dekat
lagi lagi pikiran yang dahulu selamat mengganggunya kini dia tambah mengganggunya lagi.
alasan dia untuk segera mendapatkan beasiswa di luar negri slaah satuny angin menghindar dari mereka dan membiarkan mereka bersatu
tak ingin peduli seberapa sakit yang dia Terima
tak peduli seberapa berat beban yang harus di hadapi
dia hanya ingin sahabatnya bahagia
dia hanya ingin janjinya dulu saat bersama ingin sahabat sehidup sesyurga akan terwujud bersama ke 5 sahabatnya
namun semenjak pernikahan mereka bertiga waktu untuk berkumpul semakin jarang namun silaturahmi tetap terjaga dan selalu kompak bersama.
" mas apa kamu merasa ada yang di sembunyikan aira gak sih dari kita??
" kamu masih memikirkannya ,,, aku harap kamu jangan mikir yang gak enggak deh. udah lupakan saja semua ynag telah terjadi
bukankah kamu mau menikah denganku!!
" mengangguk
" maka focuslah pada itu semua aku akan sibuk dan pulang malam saat bekerja jadi tolong kamu urus sendiri yah nanti kalau aku ada waktu akau akan membantumu.
" iya kau mengerti kok mas,,,,, tapi untuk besok aku pengen istirahat dulu yah mas!! boleh
" tentu boleh... lagian masih beberapa hari lagi kan,, dan udah berapa persen persiapan yang telah di siapkan
" baru 80 % mas soalnya kan aku 3 hari yang lalu sakit dan kecapean mas
" maafin aku yah aku belum bisa bantu kamu
" iya sayang ๐//ehhh maksudku mas //dia segera mengganti panggilan nya yang dia sebut dengan itu,, seketika dia anatar malu dan bahagia karena mas adzam pun tak berkata apapun dia terlihat biasa aja untuk pernikahan ini tapi aku senang
seperti biasa mas adzam membukan pintu mobil untuk ku dan aku merasa bagaikan princes dan dia pangeran yang telah Alloh kirimkan untukku //batin mba aisyah
" kamu gak mau mampir dulu mas
__ADS_1
" coba kamu lihat ini jam berapa // oh iya mas lupa //ternyata waktu sudah malam sekitar jam 10
aku rasa ini masih dsedikit ada waktu untuk berkunjung tapi kenapa hanya pas waktu itu saja dia berkunjung ke rumahku.. dasar orang sibuk //umpatnya
" aku harap kamu mengerti aisyah ini udah malam kalau aku masuk dulu nanti aku malah ke asikan ngobrol sama ayahmu dan juga ibunya,, lalu kapan aku pulang dan beriatirahatnya //dia memberikan sedikit senyuman yang di paksakannya
kenapa kata terpaksa atau pura pura pantas untuk di sandangkan keduanya karena mereka sama sama tak dapat membohongi segala rasa " bahwa di hati mereka saling mencintai
adzam segera melakukan mobilnya saat dia sudah melihat mba aisyah masuk rumah dan menutup pintunya
mobil yang di tumpangi aira dan sekeluarga tiba tiba mogok
mereka berusaha menghubungi nomer bengkel namun sayang hari ini hari libur dan bengkel langganan merekapun tka dapat membenarkannya
mencari kesekeliling namun orang bilang bengkel masih jauh
" coba telpon dulu mas ini nomernya???
" ok makasih yah pak!!!
saat sudah di tlpon sayang bengekelnya telah tutup
" paling besok gimana bang??? //ucap tukang bengkel
" gimana ini!!! pakah ada bengkel yang dekata yang masih buka pak//tanya kembali mas ahmad
aira segera mencari taxi ynag lewat namun tak ada juga
" oh iya mas gimana kalau besok saja,, nah besok mas bisa ambil kesaya percaya aja deh mas,, saya orang baik kok,, kalau gak percaya ini KTP saya bawa aja sebagai jaminan
karena sudah kasihan banget sama mba khodijah tiba tiba ada satu mobil yang kebetulan lewat
" berhenti //berdiri di tengah jalan
seseorang yang tidak focus saat mengendarai ketika ada yang mencoba menghadang maka kejadiannya akan sama nya itu kecelakaan
" aww//kaki aira sedikit terluka dan berdarah saat nekad melakukan aksinya
" aira //teriak semuanya
" ahhh..... kenapa gue gak focus sih nyetirnya //dia turun dan meminta maaf
" aira yang mendengarkan suara itu melihatnya //dan mereka tak bicara apapun seolah tak pernah saling kenal
" pletak tiba tiba pundak aira di pukul mba khodijah dia marah padanya dan mencoba memperingatinya
" jangan pernah kamu melakukan nya lagi,, ini berbahaya aira,, dasaar anak ini
" udah udah khodijah,, lihat adikmu terluka
__ADS_1
" mana yang sakit nya sayang // memeriksanya karena melihat kesakitan //sini coba ibu lihat
" gak usah bu aku gak papa kok...//berusaha menutupi lukanya agar ibunya tidak mengkhawatirkan nya
" lho adzam
" maaf Bu saya tidak sengaja menabrak anak ibu...
" kamu gak perlu minta maaf //dia kok yang salah //mencubit telinganya
" bu,,, ibu sakit bu... //aira tua aira salah maaf.
" minta maaflah kepada nak adzam,, kamu sudah membuatnya syok oleh tingkahmu
saat di menyadari kesalahannya mksa dia akan segera minta maaf
" hmm gak ada yang perlu di maafin kok.
" oh iya tumben kalian masih disini ada apa???
" ini nak mobil, kami mogok dan kami bingung harus pulang bagaimna masa jalan kaki!! rumahan kami masih jauh dan ibu tak sanggup jika harus melakukannya!! apalagi mba khodijah sudah hamil besar
" hmm//melihat ke arah mba khodijah
" ayo masuk biar aku yang antar kalian pulang //ajaknya
" apa tidak merepotkanmu nak??
" tidak bu,, silahkan masuk //membukaan pintu mobil dan mereka masuk
aira sedikit lambat saat berjalan karena dia harus menahan rasa sakit di bagian lututnya
" ayo aira cepatlah kasihan nak adzam dia pasti butuh istirahat. dan harus pulang agar tidak terlalu larut malam.
" I iya bu..... aw//mengerutkan dahinya dan dia duduk di bagian depan karena sudh pas di belakang ada 4 orang.
" aku dimana bu.... ya kau di depanlah //jawab tegas sang ibu yang sedikit kesal.
adzam membukan pintunya dari dalam karena dia sudah masuk mobil dari tadi
" makasih.... aira melihat ke arah jalan
" aduh ibu sangat mengantuk sekali //aira kamu jangan tidur dulu yah temani ngobrol nak adzam
iya mas juga ngantuk aira tolong yah
" mas..... //suara panggilan aira yang itulah yang sering terbayang di pikirkan adzam
saat dulu aira sering memanggilnya "mass...... saat akan mengggodanya dan semua itu membuat adzam sedikit gemas dan tak bisa melupakan itu semua dengan mudah.
__ADS_1