
bersamaan dengan kepulangan uminya dari rumah sakit, tiba tiba umi memintanya untuk membawa wanita yang dia bilang sudah membuatnya jatuh cinta
" diam seribu kata
"kenapa diam nak! kamu sudah berjanji akan membawanyakan.
" iya bu //mengatakannya dengan berat hati
" yasudah sekarang umi sudah pulang bawa dia kesini??
" aku belum memberitahunya! besok aja yah mi. lagian umi juga pasti capek kan, umi istirahat aa sekarang.
"mari aku antar //mengantarkannya ke kamar
" maaf tuan ada ynag ingin bertemu denganmu//ucap sang bibi
" suruh tunggu sebentar.
" baik tuan... namun tamu itu kini telah berada di dekat pintu dan melihat berapa telatennya adzam mengurus ibunya
"ehh non,,,, maaf tuan menyuruhmu untuk menunggu.
" tidak apa bi,,, masuk aja??? //dia menyuruhnya masuk karena kini yang dia datang adalah orang yang dia kenal nyaitu aisyah
entah kenapa dan bagaimana tiba tiba dia dan aisyah jadi semakin dekat.
" ini siapa nak??
" ini..... melirik aisyah.
namun aisyah masih malu malu tapi mau.
"menunduk// dan tersenyum bahagia .
" oh jadi ini orang yang kamu cintai itu . //berusaha bangun dan menyuruhnya untuk mendekat //kemarilah nak.
" emm bu,,,,, //panggilnya
" panggil saja umi//saat melihat ada kebahagian di kedua wanita itu dia pun akhirnya membiarkan wanita itu untuk bicara
" aku akan mengambilkan minum untukmu //lalu pergi
" nama kamu siapa??? //aisyah umi.
" masya Alloh nama yang bagus
" aisyah udah lama kenala saama adzam,
" lumayan umi
" berapa lama, kenapa kamu baru kesini, dan tak menjenguk umi saat umi lagi di rumah sakit.
" tadinya aku mau menjenguk umi tapi mas adzam bilang hati itu juga umi akan pulang jadi aku langsung kesini aja.
"maaf aku mengganggu istirahat umi yah.
" tidak bukan begitu kok! umi justru senang kalau ada temennya.
" oh.... //tersenyum kecil
" ini minuman //terimakasih meliriknya
__ADS_1
" suruh bibi untuk masak sebentar lagi kita akan makan .
" baik umi... apa umi mau makan duluan //menawarkannya
" tidak usah nanti saja bersama kalian.
"hmm... //melemparkan senyuman dan itulah yang membuat aisyah semakin jatuh cinta padanya sosok adzam yang telah dia kenal apalagi saat melihat perlakuannya terhadap umi nya pasti sudah semakin membuat aisyah jatuh cinta padanya.
" hey bro! apa kabar???
" hey kenapa?
" katanya tante wulan sedang sakit! apa benar???
" iya!! tenang aja dia sudah pulang dari rumah sakit kok .
"oh kalau begitu tolong berikan dulu HP loe sama tante wulan karena gue mau bicara sama tante wulan.
" bicara apa hah?? //wiih ada apa dengan loe, kok aneh banget
" aneh apa nya?? biasa aja kok.
"ya sudah ayo berikan HP nya sama tante wulan.
" bi bisakah bibi memberikan HP ini untuk umi.
" baik tuan..
mereka pun berbicara dan revan berhasil menghiburnya lewat vc
"loh mba aisyah //heran saat melihatnya berada disana
" eh revan //tersipu malu.
" tuan..... ya ampun kenapa kompornya gak di matiin dulu //ucap bibi saat melihat masakannya gosong .
" tuan... teriak bibi belum juga menyadarkan nya.
bibi berusaha mengambil jadul lalu di bawahnya dan di lemparkannya ke asal api itu berada
" tuan...... setelah itu orang orang pada heboh ke dapur kemana asal teriakna suara itu.
" adzam //teriak umi
" umi //bergegas lari
" ada apa umi! apa umi terluka.
" tidak sayang ada apa denganmu kenapa kmu tidak membantu bibi untuk memadamkan apinya, ada apa denganmu kenapa kamu malah berdiam diri.
" hehe//tertawa //maaf umi tadi aku kepikiran masalah abi
" abi //semakin sedih
" cukup adzam jangan panggil lagi namanya, umi tidak ingin mendengarnya.
" umi, umi, maafin adzam. //merasa bersalah sudah membuat umi nya marah dan pergi sampai mengurung diri di kamar.
" ada apa dengan umi?? //kenapaa dia.... tanya aisyah
" sudahlah aisyah lebih baik kmau pulang dulu, mungkin saja umi lagi butuh waktu untuk istirahat
__ADS_1
" oh baiklah //sebenarnya dia masih pemasaran tapi dia mengerti saat seperti ini lebih baik dia pulang dan diam
pulang pulang dari sana kini dia pulang ke rumahnya karena takut di marahin gurunya kalau pulang kepondok karena ini sudah cukup sore dan takut nya nanti malah kemalaman di jalan.
" umi tolong buka pintunya dulu, adzam minta maaf umi??? //memohon kepadanya
" tak ada jawaban dan dia pergi ke kamar untuk menenangkan pikirannya.
adzam dia bukan hanya seorang laki laki biasa dia adalah seorang laki laki yang terlahir dari salah satu orang yang punya pondok pesantren terbesar di Indonesia ini namun sayang karena abi nya menikah lagi dia pergi dari pondok dan meninggalkan aabinya dan kekayaan beserta apa yang ada di sana
karena dia tak ingin melihat umi nya terus merasa sedih akhirnya membawanya pergi dan menjalani hidup yang sangat sederhana jauh dari kehidupan yang sebelumnya
adzam laki laki yang sudah berusia 25 tahun ini dia bukannya hanya seorang pengusaha tapi dia juga lulusan seorang dokter
namun karena baru lulus jadi dia masih belum bisa mendirikan atau bekerja di tempat lain dia hanya ingin focus dulu pada satu nyaitu perusahaannya yang sudah dia bangun dengan susah payahnya
" ahhh kenapa sihh semuanya jadi kaya gini //dia sedikit merasa pusing dengn pikirannya dan dia berniat ingin mengistirahatkan tubuhnya dan pikiran . //dia tertidur
waktu menunjukan pukul 09:00 pagi
" argh...... lelah sekali //dia bangun dan melihat ke arah jam ternyata sekarang sudah siang. hah //menghela nafasnya.
" baru juga bangun dari tempat tidur // dia sudah mendengar bahwa aisyah sudah berada disini dan sedang bersama umi nya .
membersihkan dirinya lalu pergi menemui mereka
" umi...
" mas adzam //maaf aku tadi kesini tapi gak bilang bilang dulu.
" iya gak papa dong aisyah, umi senang kok.
" tersenyum kecil.
" kalau ada apa apa tolong beritahu aku yah, aku mau pergi dulu sebentar.
" terus aja pergi,,,,, //teriak umi dan terlihat kesal nampak di wajahnya.
" maaf umi //mencium tangannya dan keningnya
" terimakasih sebelummya aisyah .
ke kantor
" bagiamana kerja sama dengan perusahaan yang lainnya, apakah berjalan dengan lancar?? //tanya dia kepada sang sekretaris cowok.
" semuanya sudah berjalan dengan lancar bos.
" heh jangan panggil aku bos, panggil aja adzam
" tapi bos
" sudah ..
ya adzam memang lebih senang di panggil namanya di bandingkan dengan sebutan bos karena dia merasa bahwa apa sebutan itu belumlah cocok untuknya.
ya ampun aku lupa aku kan tadi sudah mengatakan untuk pergi sebentar, lebih baik aku segera pulang //saat mengingat kesehatan umi nya belum pulih sepenuhnya
menelpon aisyah dan mengatakan kalau seseorang akan mengantarkannya pulang
mau tidak mau aisyah pun menurutinya dan pulang*.
__ADS_1
aisyah berharap antara dirinya dengan adzam akan semakin dekat tapi nyatanya adzam malah pergi
dia tak menyerah dan akan mencoba nya nanti.