
adzam berusaha untuk terlihat ramah dengan senyuman menawannya
semua orang memujinya ganteng dan mengupatnya "andai saja aku yang berada di posisi aisyah . Mmm ..... sumpah baru kali ini kau insciur terhadap orang " ucapan seseorang yang berada di samping aira
pasti mantan mantannya menyesal deh telah meninggalkannya.,
" mana mungkin ada orang yang mau meninggalkan proa seganteng dan sekya itu apalagi dari keluarga besar salah satu guru pondok pesantren sebesar itu gila sihhh ini benar benar gila, mereka terus berbicara dan membuat aira sedikit tak merasa nyaman dan pindah posisi
aira mendengar kata kata kedua wanita tadi tiba tiba di sebelahnya lagi aira mendengar pujian yang sama .
dia melihat ke arah kedua mempelai pengantin, melihat mereka bahagia aira merasa berada di dua sisi nyaitu antara rela dan tidak rela.
" ini salah kamu sendiri aira karena kamu memilih meninggalkannya dan membiarkan kedua nya bersama ,, bisik seseorang yang ada di belakangnya
" astaghfirullah.... //kaget dan melihat kedua arah itu ke kiri dan ke kanan namun tak melihat siapa siapa
masih heran siapa yang tadi bicara aira segera segera mencari seseorang yang dia curiga nya itu revan.
melihat penuh dengan curiga akhirnya aira datang menemui revan dan mengajaknya berbicara
" rev kamu tuh apa apan sih,,, bisa gak sih Jangan bilang lagi hal seperti itu, takut mereka curiga bahwa keduanya pernah dekat .
lagian aku melihatmu kaya tertekan gitu, aku kan cuman ingin mengingatkanmu atas apa yang telah kamu pilih untuk takdirmu.
aku tak menginginkan takdir seperti ini tapi aku memilih semua ini demi mba aisyah, di kebahagiaannya //sedihnya
mereka mengakhiri pembicaraannya karena ada seseorang yang datang tidak lain dan tidak bukan itu adalah dinda adik dari mas adzam
" Hai kenalin kak nama aku dinda. ucao dinda saat di minta untuk memperkenalkan dirinya kepada aira
" Hai aku aira, jawab aira dan membalas uluran tangan darinya
dinda hanya menyapanya lalu pergi menemui keluarga dari kakak iparnya itu
mereka berkenalan karena belum sempat bertemu tak butuh waktu lama mereka sudah terlihat akrab
dinda segera kembali ke tempat duduknya dan melihat acaranya ijab qobul akan segera di lakukan
__ADS_1
begituoun dengan aira dan revan mereka kembali duduk bersama dengan keluarga mereka masing masing
adzam tak merasa panik dan deg degan saat akan menghadapi ijab qobul dia biasa saja dan bahkan sudah siap untuk mengatakannya saat tangan orang tua aisyah dan tangannya bersalaman.
"apakah kamu sudah siap?? tanya pak penghulu kepada adzam, adzam mengangguk dan menatap kedua mata aisyah
aisyah malu malu saat di tatap adzam dan tersipu malu
" saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama aisyah almaira bin bapak susanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan juga mas berlian seberat 1 kg di bantaran tunai
" saya Terima nikah dan kawinnya putri bapak yang bernama aisyah almaira dengan maskawin tersebut di banyaran tunai
" sah,,, //sahh jawab semua orang penuh dengan gembira dan bahagia
kedua cincin di pasangkan di jati keduanya dan mereka menandatangani surat pernikahan mereka
kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami dan istri
" cium cium....... sorak semua orang meminta adzam untuk menciumnya
semua orang di buat baper dan memotret momen itu tak terkecuali mba khodijah juga
aira segera pergi ke kamar mandi sebelum ada yang melihat dirinya menangis
dia berbicara pada dirinya sendiri " aku yakin kamu kuat hatiku,, biarkan mereka bahagia. tak sengaja lihat dirinya yang sedang menangis di pantulan cermin , seseorang segera datang dan aira menghapus air matanya
kembali ke dalam pesta lalu mencari keberadaan keluarganya ternyata mereka sedang duduk dan makan , aira datang menemuinya
" aira ayo makan nak, kamu belum makan dari tadi?? aira menjawabnya bahwa dia belum lapar dan mengajak kedua orang tuanya untuk segera pulang dengan alasan dia sedikit merasa pusing di kepalanya
" tidak aira ayo makan dulu, paksa ibu yang khawatir dia kenapa napa lalu menawarkan diri untuk mengambilkan makanan untuknya
" tidak perlu bu aku bisa ambil sendiri kok.. mau tidak mau aira mengambilnya dan seblumnya dia mengucapkan selamat terlebih dahulu, dia menyiapkan hatinya dan mentalnya untuk itu dan bergegas mendekati keduanya
" selamat yah tante,, peluk dirinya //selamat juga yah om namun hatinya bergetar saat berada di hadapan adzam dan juga aisyah dia gugup
"mm..... se salamat yah. menatap tak ada jawaban apapun dari adzam
__ADS_1
" mas ,,aisyah memegang lengan adzam adzam melihat kearah aisyah karena merasakan sentuhan itu //aira memberikan kita selamat kok kamu malah kaya gak respon gitu.
" t tidak apa apa kok mba //selamat juga yah mba buat mba , aisyah segera membalasnya adengan ungkapan makasih dan pelukan darinya , semoga kamu juga cepat menyusul yah aira.
" tertawa kecil //melihat keduanya berpegangan seolah membuatnya sesak dan merasa gak nyaman.
untung saking banyak nya orang yang mengantri hntuk mengucapkan selamat aira segera turun dn mengambil makanan, namun saat sebelum duduk aira tak sengaja menumpahkan segelas air ke bajunya
semua orang menertawakan nya hahhahaha
keluarga yang melihatnya segera datang dan membawanya pergi " tidak bu aku tidak apa apa kok,, kalian lanjutkan saja makannya aku akan pergi dan menunggu kalian di dalam mobil saja
orang tuanya mengerti dan dia membiarkannya pergi
masuk ke dalam mobil dia menangisi dirinya yang bodoh karena telah ceroboh dan cemburu pada nya
1 jam telah berlalu keluarganya datang dan memintanya untuk segera membuka pintu mobil
" aira yang kaget segera membersihkan tisu yang dia pake untuk menghapus air matanya terlihat berserakan. meminta semuanya menunggu
" cepat lah aira,, kmau tak melihaf apa cuaca di luar panas ,, omel sangat kakak
memghela nafas panjang dan membuka pintunya
" lama banget sih ??
" maaf mba... aira pergi untuk duduk di belakang dan mas ahmad yang menyetir mobil
sampai di rumah aira segera pergi ke kamar
di pesta di tengah acara abi dan istri barunya memberikan selamat pada keduanya namun sikap adzam biasa saja dia lebih terlihat cuek dan diam, untung saja mba aisyha menyambutnya dan berterimakasih banyak atas kehadiran mereka
aisyah telah mengetahui semua keadaan keluarga mas adzam jadi dia gak kaget
abi kecewa dan pergi
begitu pula dengan umi adzam dia pergi meninggalkan anaknya di sini dan berpesan agar dirinya bahagia tidak perlu memikirkan masalah umi nya kini umi telah menerima semua apa yang terjadi dia masa lalu umi
__ADS_1