
Setelah kematian istrinya membuat Emanuel menjadi gila kerja. Perusahaannya menjadi salah satu perusahaan raksasa didunia. Samuel kecil tumbuh tampa kasih sayang dari Emanuel. Bahkan sejak kecil dia harus belajar dan belajar. Seorang pengasuh sudah seperti ibu baginya. Sam tumbuh dengan kasih sayang seorang pengasuh. Dan para pengawal menjadi teman mainnya.
Pengasuh itu bernama Astuti. Astuti layaknya seorang ibu untuk Samuel. Orang Asia dengan kulit sawo matang dan berambut hitam itu memperlakukan Sam seperti anaknya sendiri.
Sampai umur tiga tahun Sam hanya bertemu dengan Ayahnya beberapa kali saja. Itupun pandangan kebencian yang dia dapatkan. Namun Sam kecil saat itu belum tahu apa maksud tatapan ayahnya itu.
Astuti seorang TKW asal indonesia. Sosok penganti "ibu" yang sangat sempurna bagi Sam. Wanita yang 30 tahunan itu rela meninggalkan keluarganya demi menopang kehidupan mereka di tempat asalnya.
Beruntungnya Sam, Astuti mendidiknya dengan moral budaya timur. Astuti yang cerdas dan keibuan membuat Sam menjadi pribadi yang pandai dan mandiri. Astuti dulunya seorang office girl yang bekerja di perusahaan Emanuel. Astuti begitu dekat dengan istrinya. hingga istrinya mengajaknya kerja di rumahnya. Bahkan maria membiayai kuliah Astuti.
Namun Sayang, Disaat umurnya 10 tahun Astuti pergi menghadap tuhan karena menyelamatkan Sam yang hendak tertabrak mobil.
Sam dan Astuti pergi ketaman selepas pulang sekolah. Saat bermain bola, Bola mengelinding ke sisi jalan raya. Sam berlari tampa melihat ada mobil yang sedang melaju kencang. Astuti yang melihat itu mendorong Sam jatuh ke sisi seberang. Luka yang terlalu parah membuat wanita itu terselamatkan.
"Mama??...tolong!!!! tolong mamaku!! huwaaa....mama!!!! jangan tinggalkan aku ma!!!" Sam begitu histeris.
Setelah kejadian itu membuat sam begitu murung. Saat itulah sam berjanji pada dirinya sendiri dan menuruti apa yang dikatakan Astuti.
Laki-laki harus bertanggung jawab dengan apa yang telah dia putuskan. Laki-Laki tak boleh menyakiti perempuan. Karena kalau laki-Laki menyakitinya sama saja menyakiti ibunya.
Melihat anaknya begitu murung, mengetuk hati kecil emanuel. Ia mulai mengajak Sam berbicara dan berlibur di akhir pekan.
Hubungan ayah dan anak itu menghangat. Sam begitu merindukan kasih sayang Ayahnya.
Hingga sam beranjak dewasa dan ayahnya kembali memaksanya dalam perjodohan yang tak ia inginkan itu.
Hingga hubungan mereka kembali memanas. Karena dengan terpaksa ia harus menuruti kata Ayahnya.
Dimata Emanuel tetap saja bahwa sam yang membuat maria mati.
---
Terkadang hal yang membuat kita terluka akan menjadikan cambuk untuk mendapatkan hal yang lebih baik.
Rachel merasa begitu gembira. Namun dia juga takut Emanuel bukan orang sembarangan. Dia pasti akan berusaha memisahkan mereka lagi. Didalam mobil tak hentinya rachel memandangi wajah suaminya.
"Baby? kenapa kau melihatku terus seperti itu?" ucap sam mengelus puncak kepala rachel.
"kau begitu tampan Sam?" ucap rachel tersipu.
"Hei baby? aku tampan sejak lahir" Sam menaikan alisnya berulang kali.
"Ku harap anak ini akan mirip denganmu" Rachel mengelus perut ratanya.
"Dia akan mirip kita berdua" senyum sam merekah menampilkan barisan gigi putihnya.
mereka sampai ke rumah sakit disambut oleh para petinggi rumah sakit. S.A.H (Samuel Atmaja hospital). Rumah sakit milik samuel adalah termasuk rumah sakit terbesar di kota ini. semua staf menyambut mereka di loby rumah sakit.
"Sam?kenapa mereka seperti itu?" Tanya Rachel.
__ADS_1
"Tenanglah baby, ini memang prosedur di rumah sakit ini" jawab Sam.
"Silahkan tuan Samuel, akan saya antar anda ke ruangan dokter Joan" ucap salah satu staf karyawan.
"Joan??" ucap samuel.
"ya tuan sam, dokter joan dokter terbaik di rumah sakit ini"
"Tapi apakah tak ada dokter wanita disini?" Sam kembali menimpali.
"Toilett!!!!" Teriak Rachel.
Rachel berlari menuju ke kamar mandi. Setelah muntah, Rachel merasa sedikit pusing sehingga hilang keseimbangan. Untung saja ada dokter tampan yang menangkapnya sehingga ia tidak jatuh ke lantai.
"Hupp...hati-hati nona, Duduk sebentar disini akan ku ambilkan air hangat." ucap sang dokter.
"Terima kasih dok". Rachel sambil memegang kepalanya.
Dokter membawa segelas air minum.
" silahkan diminum"
"em..terimakasih" Dalam sekejap air dalam gelas itu habis tak bersisa.
"Kalau saya boleh tahu ada urusan apa anda ke rumah sakit?" ucap dokter.
"Saya mau cek kandungan dok" Rachel masih merasa lemas.
"Em...mereka bilang tadi dokter joan, ya...dokter joan" jawab Rachel.
"Saya dokter joan" ucapnya.
dokter tampan dengan rambut pirang, tinggi 180 cm. Pasti dia dokter idola ibu-ibu hamil di rumah sakit ini.
---
Dokter joan membawaku ke dalam ruangannya. Sehingga aku lupa bahwa Sam masih menungguku di loby rumah sakit. Bodohnya aku, bahkan ponsel ku tertinggal didalam tas.
Seperti biasa perawat mengukur tekanan darahku di awal pemeriksaan. Kemudian dokter joan bertanya kapan terakhir datang bulan dan lain sebagainya. Dia menyuruhku berbaring di atas ranjang rumah sakit. kemudian mengoleskan gel dingin untuk melakukan USG.
"Lihat nona, janinnya berkembang dengan baik. Bahkan ada dua."
"Apa dok??kembar?? anak kembar?" ku terkejut sekaligus bahagia.
"Maaf, apa anda sendirian datang kesini nona?" tanya dokter juan.
"Tidak dok, Suamiku ada di lobi.Astaga!!! pasti dia kebingungan mencariku! aku hanya pamit ke toilet tadi."
"Baiklah akan ku beritahukan pada resepsionis agar meminta suamimu datang ke sini siapa nama suamimu?".
__ADS_1
" Samuel atmaja" jawabku.
"Sam? Samuel Atmaja? hahhaha ******** itu sudah besar sekarang" celetuk dokter.
Aku hanya bingung mendengar perkataan dokter juan. Menurut perkiraanku mereka saling mengenal. Kami mengobrol panjang lebar. Hingga dokter juan pun mengaku bahwa dia adalah sepupu dari ibunya sam.
"Oh ya...siapa namamu nona? aku begitu asing denganmu." tanya dokter juan.
"Rachel Atmaja, Anda pasti sudah tahu beritanya kan dok? aku istri kedua Sam" jawabku.
"Jangan bilang seperti itu nona, kau adalah istri yang sebenarnya Sam". Dokter sam memandangku intens
" Hebat juga dia memilih istri" batin juan dalam hati.
"Yahh...bocah itu ku kira dia gay, karena tak mau menyentuh istri yang seksi" jelas dokter juan.
Dari luar ruangan terdengar suara orang berlari. Dibukanya pintu ruangan dokter juan.
"Hai Sam" dokter juan menampilkan gigi putihnya.
"juan alfredo...kau menculik istriku!" Sam memelukku erat.
"No!! istrimu hampir pingsan tadi di koridor rumah sakit dan aku tak tahu dia istrimu, bodoh!!!" ucap dokter juan.
"Apa?? apa benar baby???" tanya Sam padaku.
"iya Sam maafkan aku, Aku lupa denganmu" ucapku.
Sam mengelusku dan mengecep puncak kepalaku."Kau baik-baik saja kan baby?"
"Iya Sayang" aku kelepasan.
"Apa? katakan lagi apa yang kau ucapkan tadi?" desak Sam.
"No!! kau salah dengar Sam!!" ku merona malu.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like dan jempolnya ya??
semoga kalian sehat dan bahagia.