
Samuel
pagi buta aku sudah ada didepan pintu rumah joice. Semalaman aku tak tidur karena begitu rindunya aku pada rachel. Dua jam lamanya aku menunggu. Akhirnya pintu pun terbuka.
Jojo begitu terkejut ketika melihatku. Mimik mukanya begitu kaget seperti melihat hantu.
"Ya Tuhan!!" Jojo hampir saja melempar plastik sampah yang hendak dia buang.
"Maafkan aku jo" akupun merasa tak enak hati.
"Masuklah sebentar tuan,akan saya siapkan sarapan untuk anda" jojo menjauhiku menuju ke tempat sampah di seberang jalan.
kami berdua menuju ke dapur. Jojo sudah memasak omelet dan roti bakar dengan keju di dalamnya.
"maaf tuan, saya memasak ala kadarnya.Saya tak tahu anda datang sepagi ini".ucap jojo.
" Yahh...sudah dua jam aku menunggumu" ku lahap sesendok omelet yang sudah ku tambah saos tomat.
jojo mengangga mendengar ucapanku. "maafkan aku tuan"
"Heii!! kau teman istriku dan ini bukan dikantor. bicaralah santai padaku.Aku tak nyaman dengan ini".
" Baiklah tuan..ah Sam maksudku " jojo kaku.
"Kapan kita berangkat?" ku sapu mulutku yang terkena saos denga tisu.
"Baiklah, aku akan bersiap sam" jojo menuju kamarnya.
Kurang lebih setengah jam tapi ku rasa lebih jojo bersiap. Aku heran kenapa wanita begitu lama saat berdandan.
"Pakai mobilku saja, kita ke hotel xxx" ucap jojo.
"Apa!!! hotel xxx kemarin aku disana!!" teriakku.
"Ya aku tahu kau disana Sam, Rachel sudah ceriat kemarin" celetuk jojo.
ckitttttt
Tampa sadar ku injak rem mobil begitu kuat. membuat kepala jojo yang tak memasang sabuk pengamannya terbentur dasbord. jojo meringis kesakitan memegang dahinya. bekas merah tercetak di dahinya.
"Maafkan aku!! apa kau baik-baik saja??" tanyaku pada jojo.
"it's ok.ini salahku tak pakai sabuk" jojo masih mengusapdahinya.
"Kau bilang tadi rachel ada dihotel itu?"
"Ya...tepat disamping kamar istrimu" jawab jojo.
__ADS_1
Dengan kecepatan tinggi ku pacu mobil menuju ke hotel. Jojo tak hentinya komat-kamit. Sampainya di hotel jojo seraya melompat dari mobil kemudian memeluk tanah dengan tubuh yang brrgetar hebat.
"kau gila sam, aku belum menikah..aku tak mau mati dalam keadaan jomblo" teriak jojo.
Tampa memberi jojo kesempatan duduk ku tarik tangannya menuju ke kamar rachel setelah sebelumnya bertanya pada resepsionis.
Jatungku berdetak begitu keras ketika tepat di depan kamar rachel. Ku ketuk pintu kamarnya. tak lama pintu terbuka.Kulihat wajah yang sangat ku rindukan. Ku peluk erat tubuhnya. Aroma tubuh yang sudah bagai candu untukku. Tubuhnya sedikit kurus dari saat terakhir kali kami bertemu.
"Baby!!!" Tak kuasa ku menangis dipelukannya.
Rachel meronta dari pelukanku. kemudian berlari kekamar mandi. ku dengan ia seperti memuntahkan sesuatu. Karena khawatir ku ikuti ke kamar mandi. Dengan sigap jojo memberi Rachel minyak angin dan memijat tengkuknya.
"Sam...bawa rachel ke rumah sakit" titah jojo.
"Baby??apa kau sakit???" Tanyaku pada rachel.
"Sam!!!kau bauu!!!" teriak rachel lemas.
"Aku sudah mandi? bahkan sudah pakai parfum"
"Aku mual mencium baumu!!" huwekkk rachel kembali muntah.
ku pergi ke seberang jalan. ada mall di samping hotel. Terakhir bertemu ku yakin dia begitu suka bau tubuhku. bahkan saat berkeringat. Ku kembali ke kamar rachel.Ku lihat dia begitu lahap menyantap makan yang disediakan hotel. Kudekati dia kemudian ku usap kepalanya.
Rachel menutup mulutnya kemudian berlari masuk kamar mandi. huwek...huwekk...huwek..tak tega ku melihat rachel begitu tersiksa.
"Heii!! aku juga tak tahu.aku belum pernah mengandung!" jawab jojo.
"Apa!! apa maksudmu mengandung??" tanyaku pada jojo.
"Rachel hamil Sam" ucap jojo.
"Baby?? kau hamil anakku? anak kita??" tanyaku memeluk rachel.Air mataku tumpah begitu saja. Begitu bahagianya aku akan jadi seorang ayah.
"Apa kau sudah ke rumah sakit baby?" ku tanya pada rachel.
Rachel hanya menggeleng. ku minta jojo untuk membereskan barang jojo ketika ku cek out dan membayar kamar hotel.
"Sam..bawa rachel ke rumah sakit dulu. aku bisa pulang naik taksi" kata jojo.
---
Di tempat lain Emanuel begitu murka. apa lagi tahu ketika rachel hamil. belum reda marahnya kini ditambah dengan berita skandal menantunya.
Dengan susah payah dia mencoba agar nama baik keluarganya tidak rusak. Namun sia-sia.
Emanuel meminta anak buahnya memanggil Samuel. Namun yang datang Alex.
__ADS_1
"Mana bosmu!!!" Teriak Emanuel.
"Maaf tuan besar, Tuan Sam ada urusan dan maminta saya menghendel perkerjaannya. jelas Alex.
" Sekarang kau bawa Sam kehadapannku.kalau dia tak mau paksa walau pakai kekerasan!!"Teriak Emanuel pada Anak buahnya.
Serentak semua anak buahnya menyebar. mencari ke penjuru kota keberadaan anak semata wayang bosnya itu. Bila menyangkut dengan Anaknya, Emanuel bisa dibilang terlalu keras. Karena Emanuel selalu menyalahkan Sam atas kematian istrinya saat melahirkan Sam.
walaupun sebenarnya waktu mengandung Sam dokter sudah mengatakan bahwa itu adalah kehamilan yang sulit. Namun ibu Sam memaksa melanjutkan mengandung Sam. Hingga saat persalinan ibu Sam tak bisa bertahan. begitu hancurnya hati Emanuel melihat pujaan hatinya meninggalkanya selamanya.Sampai beberapa hari Emanuel tak mau melihat anaknya.
Sebuah surat diberikan kepada Emanuel oleh seorang perawat. Surat yang ditulis oleh istrinya Maria.
Yang tercinta,
Emanuel Atmaja.
Yah..kita sudah tahu ini akan terjadi. ku harap kau tidak menyalahkan anak ini apapun yang terjadi nantinya.
Sebenarnya penyakit ini memang sudah lama ku derita.Aku begitu takut bercerita kepadamu. ku sama sekali tak menyangka bisa hamil anakmu. Itu lah saat terindah dalam hidupmu.
Begitu bahagiannya aku saat pertam kali kaki kecil anakmu ini menendang-nendang di dalam perut. Aku yakin dia akan sangat mirip denganmu. Jangan salahkan anak ini. Beri nama anak ini Samuel.
Aku sangat mencintai kalian berdua. Cintailah anak ini seperti kau mencintaiku. Berikan kasih sayang kepadanya dengan baik. kau tau bertapa aku mencintaimu.
Dengan cinta,
kekasihmu
.
.
.
.
.
.
.
Bersanbung
Jangan lupa jempolnya. Semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
__ADS_1