SALAH HATI MEMILIH

SALAH HATI MEMILIH
separuh jiwaku pergi


__ADS_3

30 hari, Waktu yang diberikan sang ayah sebelum membawa nata pergi ke belanda. Rachel begitu antusiasnya meminta para asisten rumah tangganya untuk selalu memasak sayuran hijau. Sayuran hijau sangat bermanfaat untuk melancarkan asi pada ibu menyusui.


Walaupun terpisah jarak setidaknya Rachel tetap meng-Asi-hi nata sehingga program asi 6 bulan bisa dilaluinya. Beruntungnya Rachel tak sia-sia dia punya dua gentong Asi yang melimpah ruah.


"Sayang?? " Sam memijat punggung Rachel yang sedang memerah Asinya. Seminggu ini Rachel mendiamkanya. Gejolak birahi dalam tubuhnya tak tersalurkan ketika si kembar lahir. Hampir empat bulan ia tak menyentuh ibu dari kedua anaknya itu.


"Hem" jawab rachel malas. ia tahu bahwa suaminya itu sedang merajuk.


Setelah dirasa cukup asi yang di perah kali ini, Rachel memindahkan asi tersebut diplastik kemasan khusus asi kemudian memberinya tanggal, hari dan jam kemudian memasukkannya kedalam freezer.


Kembalinya Rachel membuat Sam tak lagi sabar. Dengan rakus dia melahap pasokan makanan dari kedua anaknya itu. Membuat si empunya mendesah pelan sambil meremas rambut samuel. Diangkatnya tubuh itu ke ranjang panas mereka.


"Sayang,aku mencintaimu" Kata sam dengan mata sayunya menahan gejolak napsunya.


Bibir Rachel hanya terkunci. Ia hanya diam menikmati cumbuan suaminya. Rachel sedikit tersentak ketika bagian bawahnya dimasuki rudal suaminya. Hingga akhirnya pasrah dan ikut berperan aktif dengan kegiatan masuk keluar bikin enak itu. Erangan keluar saat pelepasan sam. Hampir 1 jam mereka melakukan rutinisan suami-istri. Rachel begitu kuwalahan dengan suaminya tersebut. Bahkan mengulanginya hingga 2x lagi dan satunya dikamar mandi.


Ughhh... Rachel meringis saat hendak turun ranjang. sepertinya rasanya lebih sakit ketimbang saat keperawanannya hilang...


"Dasar sam gilaaaa" umpat rachel dalam hati.


"Jangan mengumpat sayang!!" ucap sam yang membuat kaget Rachel. Ia melirik tak percaya suaminya bisa tahu apa yang ia pikirkan. Tangan sam tak henti-hentinya menyentil kedua put*ng Rachel yang sekarang bentuknya tak karuan. membuat rachel mengaduh. pukulan keras didaratkan pada lengan sam dan hanya membuat Sam terkekeh.


Setelah Rachel membersihkan diri, ia pun menuju bisa ke kamar si kembar. Dilihatnya mereka saling berpelukan. Sungguh sangat berat baginya bila nanti keduanya harus dipisahkan. Disentuhnya pipi gembul si nata.


"Maafkan mama ya nak? bukannya mama tak sayang pada nata. Nata kan abang harus mengalah pada adek ya?" Air matanya menetes membasahi pipi nata. Nata mengerjap. Mata munggil bayi itu menatap wajah mamanya kemudian tersenyum. Menggangkan kedua tangannya. Paham apa yang diinginkan bayi itu, Rachel mengambilnya dari box bayi. Kemudian duduk disofa memberikan bayi tersebut asi. Dengan rakus nata menyedot posesif **** mamanya.


Rachel tertawa, sabar nak papamu tak akan merebutnya darimu. Nata melepaskan mulutnya menatap wajah mamanya bingung. kemudian kembali menyedot asi mamanya lagi. Sambil memainkan bibir ibunya dengan tangan mungilnya.


Sam yang dari tadi di ambang pintu begitu bahagia melihat istri dan Anaknya. Hingga lamunanya buyar ketika mendengan izi menangis. Saat Rachel hendak bangun namun dicegah oleh Sam. Sam mengambil izi dari box. ternyata popoknya penuh membuatnya tidak nyaman. Dengan cekatan Sam mengganti popok baby izi. Bayi kecil itu berceloteh. memasukkan tangan mungilnya kedalam mulut.


"Selesai" ucap Sam. ternyata bayi itu sudah kembali terlelap. Izi terkekeh geli saat sam menciuminya. Jambang milik sang papa mengenai kulit lembutnya.


Hari-hari mereka lalui dengan bahagia. Alana pun sangat begitu bahagia. Alana memberikan sebuah kotak dan sepucuk surat. Kotak itu berisikan sebuah kalung berliontin


huruf R.E (Rachel.Edward). Rachel seakan paham langsung menangis. Dibacanya sebuah surat lama yang ditulis tangan oleh ayahnya.

__ADS_1


 


Teruntuk anakku rachel yang cantik,


Mungkin bila kau menerima surat ini ayah sudah tak ada didunia ini. Kau tahu nak, Gadis yang membawa surat ini adalah adikmu. Ayah tak bermaksud menghianati ibumu ataupun kau ataupun kakakmu. Walaupun ini kecelakaan, Alana adalah darah daging ayah juga.


mungkin Ayah terlalu egois, Tapi ayah harap sayangi dia seperti saudara kandungmu. Rachel apakah kau tahu bertapa ayah mencintai ibumu?. Dia adalah wanita yang kuat namun lembut. Ayah yakin saat menerima surat ini kau sudah dewasa atau malah sudah menikah hehehe. Maafkan Ayahmu ini tidak bisa mendampingimu.


Sudah lama Ayah ingin memberikan hadiah ini padamu. ku harap kamu suka ya nak?.


oh ya... nak tolong buka bagian bawah kotak itu. Berikan itu pada ibumu... sampaikan rasa sayang ayah pada ibumu. Semoga saja ibumu mau memaafkan ayah. sehingga nanti ayah bisa pergi dengan tenang..


 


Belum sempat rampung membaca kaki Rachel begitu lemas. Ia salah paham akan kepergiannya ayahnya. didalam Amplop surat tersebut terselip poto lama. Diambilnya poto itu terdapat ia yang digendong sang ayah. Ibu dan juga kakaknya Alpa. Rachel menatap alana. Alana takut ketika hari ini terjadi Rachel akan membencinya. Namun Rachel menarik tangan ALana hingga ia terjatuh dipelukan sang kakak. Alana begitu histeris menangis. ia tak menyangka kakak tirinya mau menerimanya kehadirannya.


"maafkan aku kak!!!! " tangis Alana "Maafkan aku"


"Sudahlah ana..., tak ada yang perlu dimaafkan" ucap rachel lembut.


Penjelasan Rachel semakin membuat Alana terisak. Gadis yang hanya sebentar menikmati kasih sayang keluarga kini dapat merasakannya lagi walaupun hanya sesaat.


"Tapi apakah bibi akan mau menerima maafku kak?" Tanya ana pada Rachel.


"Ibu, Wanita yang sangat baik. Beliau layaknya malaikat tampa sayap buat aku dan kak alpa. Aku yakin ibu menerimamu" ucap Rachel.


Mereka bersendau gurau menceritakan tentang Ayah mereka.


"Kak, Waktu aku masih sangat kecil aku ingat, Ayah berkata bahwa aku mempunyai dua orang ibu dan dua orang kakak. Ayah bilang sangat mencintai anak-anaknya. Dan menunjukkan foto itu padaku" kata Anak mengingat masa kecilnya.


Ternyata selama ini sang ayah tidak pernah melupakan mereka. Tapi dalam hati Rachel masih terbesit pikiran kenapa Ayah tak pernah menghubunginya? Tapi pikiran itu ia pupus. Ibunya pun tak pernah mau untuk menceritakan kenapa Ayahnya tak kembali pulang.


Keseruan mereka berakhir ketika si kembar bangun. kini rutinitas mereka kembali sibuk mengurus bayi kembar itu.


"Kak, mengenai nata memanggilku ibu aku menolaknya, Biarkan aku tetap menjadi bibinya. bibi yang akan selalu menyanyanginya" ucap Rachel yang mengendong Nata.

__ADS_1


"Ahh... baiklah tolong jaga sikembar ya? akan ku siapkan sarapan" ucap Rachel yang di balas anggukan oleh Ana. "Bye.. bye mama..." Ucap ana dengan nada suara seperti anak kecil.


Ana menuju ke kamar memeriksa suaminya. "Demi kerang ajaib!!!" Teriak Rachel melihat suaminya masih belum bangun.


"Sayang... bangun kamu harus berangkat kerja!! " Rachel yang sibuk membuka tirai dan merapikan tempat tidur.


"5 menit lagi sayang" jawab Samuel malas.


Terlintas ide jahil Rachel untuk membangunkan suaminya.


"Sam... bangunlah ada yang ingin aku katakan" Rachel menguncang tubuh suaminya.


"Katakan sayang" Dengan suara serak Sam menjawab.


"Aku hamil lagi" bisik rachel tepat ditelingan Sam.


Sam yang dari tadi malas bangun kini terlonjak kaget. Ada si kembar saja dia tidak di perhatikan apa lgi punya anak lagi.


kelakuan Samuel sontak membuat Rachel terpingkal-pingkal. Sam yang merasa dikerjai merasa jengkel dengan istrinya kemudian menuju ke kamar mandi yang menutupnya dengan kencang. Bukannya Kaget kini Rachel semakin terpingkal saat menginggat wajah sam tadi.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2