
Seminggu berlalu. Ku mulai menata dihidupku kembali. Memang tak banyak yang berubah dalam hidupku. Ku menjadi orang yang gila kerja. Hingga teamku pun kuwalahan mengikuti jam kerjaku.
"Maaf, Bu Rachel? Seminggu ini kita sudah lembur lebih dari 3 jam setiap harinya. Apakah minggu depan kita juga harus lembur?" Tanya Dio salah seorang teamku.
"Maafkan aku terlalu egois seminggu ini. Jadu membuat kalian susah. Karena beberapa Deadline sudah terpenuhi kalian boleh pulang seperti biasanya". Ku lempar senyum kepada pria yang beberapa tahun lebih muda dariku itu.
" Terima kasih bu. Hari ini apa ibu mau ikut kami Karaoke? Kak joice juga ikut sehingga nanti ibu Rachel bisa bersamanya"
"Tidak, Terima kasih" Ucapku.
Dio pun terlihat sedikit kecewa. Aku tahu sebenarnya mereka ingin menghiburku tapi apa daya minggu depan ada manager baru di perusahaan ini. Dan aku sebagai ketua team pemasaran harus mempersiapkan untuk metting minggu depan.
'Baiklah, Saya permisi bu" Dio pun meninggalkan ruanganku.
Hari sudah sore...memang terlalu awal pulang ke rumah di Akhir pekan. Namun hari ini aku begitu rindu dengan kasurku. Beberapa Kali jojo memaksaku untuk ikut dengannya namun tetap ku tolak. Hingga ia memaksa mengantarku pulang terlebih dahulu.
Jojo berkata " Hel, Aku tahu banyak kenangan di mobilmu ini. Tapi apa tak sebaiknya kau jual saja?"
" Aku belum berpikir sampai segitu jo" ucapku. ku buka jendela kaca mobil. kuraih sekotak rokok didepan dasboard mobil. menghisap sebatang rokok adalah kebiasaan lama yang sudah sangat lama ku tinggalkan. Begitu nikmatnya sensasi yang lama tak kurasakan.
"Sebenarnya apa yang terjadi" jojo membuka pembicaraan. Dia sedikit takut kalau aku marah.
" Alvin memutuskanku, Kami berpisah" ucapku tenang.
sedikit gelisah ku lihat jojo di belakang setir.
"Aku mau mengatakan sesuatu. Namun ku harap kau takkan marah.
" Ku lihat dia beberap kali masuk ke hotel dengan seorang wanita. Tapi aku tak yakin sebelumnya. Namun saat ku lihat mobilmu ini bisa ku pastikan dia Alvin"
"Ya, Aku tak tahu wanita mana yang dia ajak ke hotel namun saat ini wanita itu sedang hamil anaknya" Ucapku tenang.
Jojo sedikit terkejut. kini ia paham alasan apa yang membuat kami berpisah.
Kini sudah sampai didepan halaman rumahku. Ku lambaikan tangan mengiringi kepergian jojo.
---
Sabtu...hari yang biasanya ku nantikan. Hanya hari itu aku dan Alvin bisa bertemu setidaknya 2- 3 jam lamanya. Hari ini ku berencana memangkas rambut hitam lurusku ini. karena Alvin sangat menyukai wanita berambut panjang. Dalam 5 tahun ini aku hanya merapikan sedikit rambutku. Hingga rambutku sepanjang kini pinggangku sekarang. Ku menuju ke sebuah Salon langgananku. Dengan piawai mile memotong rambutku. Pria kemayu itu terkejut ketika aku memintanya memotong rambutku sebatas pundak. Memang servise dari mile selalu memuaskan.
"perfeck" ucap mile.
Ku angkat jempolku padanya menandakan kepuasanku atas kerjanya
Hp ditas ku berbunyi. Nampak nama jojo di atas chat itu.
__ADS_1
jojo: hell, dimana sekarang?
Aku : Salon miles..ada apa?
jojo: oke, tunggu disana!! aku segera menyusul
Aku: oke...
30 menit kemudian jojo datang... Sekedar cipaki-cipiki pun kami lakukan.
"Hell?,kau tahu aku juga berat memberikan ini padamu.Aku juga bingung harus bagaimana?" jojo memberiku secarik undangan pernikahan berwarna biru tua.
"Deg" Ini adalah warna kesukaanku dan ini adalah desain udangan pernikahan yang ku impikan sejak dulu. Namun nama yang diundangan itu bukan aku Bella & Alvin.
Tak sadar air mataku mengalir begitu saja,
"Oh.no!! Hell, jangan menangis please???" jojo khawatir.
"im ok" hiburku pada jojo.
"Maaf" jojo mengenggam tanganku.
kami pun pergi kecafe disekitar sana. mengobrol kesana-kemari. Sejenak ku lupakan masalahku.Tiba-tiba ku lihat wajah yang ku kenal. Pria yang menolongku waktu itu.
Pria itu bingung karena cafe ini begitu penuh.
Pria itu pun menghampiri kami.
"Maaf apa saya mengenalmu?" ucap pria itu.
"Anda mencari tempat dudukkan? Kursi kami masih ada yang kosong silahkan anda pakai"
"Terima kasih nona" Senyumnya yang membuatku begitu nyaman hingga tak sadar aku tetsenyum padanya.
"Nama saya Rachel tuan, apa anda ingat dengan saya?" Aku mengulurkan tanganku.
Pria itu pun menyambutnya "Rachel? maaf nona saya tidak ingat?"
"Jembatan? Tuan menolong saya waktu hendak bunuh diri" ucapku.
"Apaaa!!!" Teriak jojo membuat perhatian para pengunjung beralih kepadanya. seketika itu juga dia membungkam mulutnya.
"maaf!!! kenapa kau mau bunuh diri karena ******** itu???" jojo begitu terkejut.
"Ohhh...Maaf nona aku tidak ingat, dulu rambutmu begitu panjang. Tapi sekarang kau begitu cantik" ucapnya.
__ADS_1
"Aku senang kau berubah pikiran nona, Aku yakin pria yang menyakitimu akan menyesal telah menyakitimu" sambungnya lagi.
"Oh ya tuan perkenalkan ini teman saya joice" ucapku.
"Maafkan aku, panggil aku Sam" Balasnya.
"Sebentar tuan sam, kenapa anda tahu saya sedang patah hati saat itu?"
"Apa masalah wanita muda kalau bukan patah hati? panggil aku sam oke bicara santai saja padaku"
"Baiklah Sam, aku sangat berterima kasih padamu"
"sesama manusia harus saling menolong "
Tiba-tiba telponnya berbunyi. Sam pun mengangkatnya. Wajahnya yang ramah tiba-tiba berubah.
"Maaf sekali aku harus pergi, Terima kasih dudah boleh bergabung' ucapnya.
" hati-hati sam" ucap aku dan jojo.
"Waooow...Aku tak menyangka secepat itu kau move on?" kata jojo.
"Apa maksudmu? " aku heran dengan perkataan jojo.
"Ayolah Hell, kau tak pernah seramah ini pada laki-laki"
"Dia penyelamatku jo!!!"
"Tidak, Matamu tak bisa berbohong hell"
"Apa kau tak melihat? dia sudah menikah!! dia pakai cincin kawin".
" Ya ampun sayang sekali" ucap jojo.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung