SALAH HATI MEMILIH

SALAH HATI MEMILIH
Memilih


__ADS_3

Tak terasa tiga bulan sudah keluarga kecil itu hidup bahagia. Samuel juga sudah melamar Rachel pada ibu dan juga kakaknya. Walaupun sebenarnya sam sudah mempersiapkan sebuah pesta resepsi yang begitu mewah, Sayangnya Rachel menolaknya.


Nataniel Azka Atmaja dan Izikiel Azka Atmaja. Kedua bayi kembar ini sedang gemar berceloteh. kini kediaman mereka begitu ramai. Ditambah Alana yang dengan cekatan membantu mengurus si kembar.


Mereka berencana untuk membuat foto keluarga berlatarkan sebuah danau sekaligus piknik. Mereka sudah mempersiapkan seabrek perlengkapan yang akan mereka bawa. Lebih mirip orang pindahan dari pada orang piknik. Hingga harus membawa dua mobil. satu mobil dikhususkan membawa barang-barang. Emanuel pun ikut piknik namun sudah berangkat terlebih dahulu. suasana bahagia dan ceria mewarnai hari perjalanan mereka. Sikembar begitu antusias. karena sedari tadi saling berceloteh bersaut- sautan. Apalagi ketika sang Ayah menyalakan lagu tak hentinya kedua bocah itu seperti ingin menari namun hanya kepalanya yang bergoyang. Hingga ditengah perjalanan begitu tertidur. sesampainya di tepi danau tersebut Alana mengambil sebuah tikar dan menggelarnya. Diambilnya kasur busa tipis untuk alas para bayi. Udara yang sejuk menyeruak.kesegaran yang amat mereka rindukan bagi yang hidup ditengah hiru pikuknya perkotaan.


mereka semua mengambil poto. Tak terkecuali Rachel dan Alana. Rachel menganggap Alana seperti adik kandungnya sendiri



Rachel bermata cokelat dan Alana bermata hitam.


Sam merencanakan ini agar ada kenangan masa kecil anak kembar mereka. karena esuk Emanuel akan menagih janjinya. Tapi Sam berjanji hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Entah puluhan atau bahkan ratusan foto telah mereka abadikan. para pelayan menyiapkan makanan untuk makan siang. Sam sendu menatap wajah Rachel yang begitu ceria. Cepat atau lambat hal ini akab terjadi.


Emanuel datang bersama para pengawalnya. Setelah bertemu dengan koleganya. Suasana menjadi agak kaku.


"Ayolah anak-anak!! aku ini ayahmu bukan hantu!! "Ucap Emanuel.


Senyum canggung muncul dari Rachel dan juga Alana. Walaupun beberapa tahun ikut dengan Emanuel sebagai sekertaris. Alana tetap saja belum terbiasa dengan sikap Emanuel. Setiap bertemu dengan bosnya itu ia selalu susah payah menelan salivanya.


" kalian masih ingatkan janji kalian Sam?" kata Emanuel.


Dengan susah payah semua yang ada ditempat itu menelan saliva kasarnya. Tubuh Rachel lemas. Kedua kakinya seakan tak kuat menopang tubuhnya. Air matanya mengalir tampa suara. Mana bisa seorang ibu memilih satu dari kedua orang ananknya.


Sam menghampiri Rachel "Aku tahu kau pasti berat melakukan ini. Anak kita akan aman. Dia bersama kakek kandungnya dan kita bisa menemuinya setiap saat".


Dengan berat hati Rachel merelakan Nataniel yang akan ikut bersama dengan kakek " Tapi ada satu permintaanku pah. Papa harus mengajak Alana dan biarkan Nat memangilnya mama tapi tetap mengenalkanku sebagai ibunya.


"Baiklah!! " teriak Emanuel gembira.


"A-Pa?? Tapp pi kak?" Alana hendak protes.


"Ana?? aku harap kau mengerti... aku sangat memohon kepadamu. Nata sangat nyaman saat berada didekatmu.


Sebenarnya Ana enggan berhubungan kembali dengan Emanuel. Karena sikap yang perfeksionis dan keras kepalanya. Bahkan ana selalu kelabakan saat mempersiapkan segala keperluan bossnya itu.


" Baiklah kak..akan ku Lindungi Nata dari kakek tua keras kepala itu!!! "


"Ana!!! aku dengar itu???? " ucap Emanuel yang kemudian membuat Alana menciut.

__ADS_1


Rachel memilih Nataniel karena bocah itu lebih kuat dibandingan denga adiknya. Dia lebih energik dan juga daya tahan tubuhnya lebih kuat dibanding izikiel. Meskipun mereka pasti akan rewel saat dipisahkan nanti.


" Baiklah... Lusa siapkan perlengkapan Cucuku. Kami akan pindah ke Belanda" Ucap Emanuel.


"Dad? apa ini tidak terlalu cepat? " protes Samuel.


Samuel laki-laki yang memegang teguh janji. Ia tak pernah satu kalipun tidak menepati janji.


"Tak ada bedanya dengan hari ini atau esok nak. Ku serahkan perusahan ini kepadamu. Kelak ketika Tuhan sudah memanggilku akan ku kembalikan anak ini pada kalian" Emanuel mengendong Nata yang terlelap.


Walaupun Emanuel orang yang sangat keras, Ia sebenarnya berhati lembut kepada keluarga dan juga anak-anak. Buktinya nata yang sedari tadi rewel bisa terlelap di gendongan kakeknya.


Samuel yang biasanya selalu menentang Ayahnya itu hanya diam. Tak seperti waktu ia memperjuangkan rachel.


Setelah kepergian Emanuel, keheningan tercipta hanya ocehan si kembar yang selalu riuh.


"Sebaiknya kita kembali" ucap Sam.


Tampa disuruh semua orang mulai mengemasi barang-barang dan memasukkannya ke dalam mobil.


Didalam mobil pun hanya ada keheningan. Nata yang pangku oleh ibunya mengoceh riang sambil tangan kecilnya memainkan mulut ibunya. Tatapan Sendu menatap malaikat kecil itu. Hingga isakan kecil keluar dari mulut Rachel. Ia menciumi wajah Nata dengan isakan yang berubah menjadi tangisan. Nata yang tak tahu apa-apa mungkin paham akan kesedihan ibunya ikut menangis dengan keras. Izi yang mendengarkan saudaranya menangis pun ikut-ikutan menangis.


Sam berusaha menenangkan Rachel. Rachel memeluk erat Nata semakin membuat bayi kecil itu histeris.


"Sayang?? sayang?? Rachel!!! " Teriak Sam.


"Kau menyakiti nata sayang" Ucap sam.


"Maaf" ucap Rachel.


"Maafkan aku Nata!!!"


Sam mengambil Nata yang masih menangis. membawanya keluar dan menenangkannya. 30 menit. akhirnya kedua bayi itu terlelap. Mereka meletakkannya di kursi khusus bayi dan memasangkan sabuk pengaman.


Rachel pun mulai tenang. "maafkan aku" lirih Rachel.


Sam memeluk dan mencium kening istrinya itu. Demi cintanya pada rachel ia berjanji pada ayahnya. Namun sekarang itu membuat sedih istrinya. ia tahu perasaan seorang ibu yang harus berjauhan dari anaknya.


mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan tenang. Sesampainya Sam mengendong Rachel yang terlelap ke kamarnya. Sedangkan Alana mengurus Si kembar yang masih belum bangun juga.

__ADS_1


---


Rachel terbangun kembali melihat foto yang mereka ambil tadi. Kedua buah hatinya yang tersenyum begitu lebar. Sebuah senyuman tercipta diwajahnya. Sebuah kalimat yang diucapkan Alana menggugah hatinya.


Ketika si kembar terbangun mereka rewel. Bahkan tak ada yang bisa menenangkan Mereka termasuk Samuel. Hingga Alana ingat kata-kata ibunya. Ibu yang bahagia akan membuat anak-anaknya sehat dan cerdas.


"Apa kakak tak lelah meratapi semua ini?. Aku kasihan pada si kembar karena ibunya lebih egois meratapi masalah ini dan mengabaikan mereka" kata Alana.


Rachel tersadar kemudian ia bergegas menuju kamar anaknya. Ia memeluk kedua anaknya kemudian memberinya asi bergantian.


Sam yang sedari tadi melihat kedua anaknya rewel berlari mengambil kunci mobil. Melajukan mobil menuju rumah Ayahnya. Yah... memang sam sudah berjanji dan ia tidak akan membatalkan janjinya. Tapi setidaknya Sang ayah bisa memberikan waktu pada Rachel untuk mempersiapkan hatinya.


Karena mungkin suasana hati Emanuel sedang bahagia ia memberikan waktu sebulan untuk anak dan menantunya mempersiapkan segala kebutuhan untuk Nata. Sam yang begitu gembira begitu tergesa-gesa ingin segera memberi kabar baik pada Rachel.


Setibanya dirumah, Sam berlari- lari kesana kemari membuat para penghuni rumah bingung. kemudian ia mendapati Istrinya itu sedang menyusuhi kedua anaknya.


Rachel yang melihat Sam tersenyum. Sam menghampiri Rachel dan kembali menciun puncak kepala istrinya.


"Maafkan aku sayang, Aku tak bisa mencegah papa untuk membawa Nata, Tapi Papa memberi waktu sebulan lagi untuk kita sebelum ia membawanya" ucap Sam. Rachel membelalak. Ia begitu senang setidaknya ia masih punya waktu 30 hari untuk bersama nata.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Kalian jaga kesehatan ya? jangan lupa like!!!


semoga kalian selalu bahagia❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2